Sebagai alternatif, keong dsb boleh saja dipertimbangkan, tetapi yang berkali-kali diucap haruslah dibuktikan. Jadi, ini bukan soal protein hewani, tapi soal kandungan "protein Jokowi".
Jelas, program kapal ternak yang disebut 'akan' mempercepat pemerataan distribusi daging hidup ke berbagai daerah ya hasilnya cuma seakan-akan. Artinya, tol laut yang digembar-gembor memang baru sebatas wacana. Yah, barangkali terlalu sibuk bikin p r o y e k bandara internasional. Yang pasti, bukan cuma harga daging yang terus naik, biaya hidup secara keseluruhan juga makin selangit. Itulah produk unggulan pemerintah persembahkan kepada Rakyat,kehidupan yang penuh tanjakan. 2015Jokowi: Pemerintah Akan Buktikan Harga Daging Sapi Bisa Lebih Murah Jokowi:Harga Daging Sapi Turun Rp37 Ribu per Kg 2016Jokowi: Harga Daging Harus di Bawah Rp 80 Ribu Sebelum Lebaran 2017Harga Daging Sapi Turun ke Rp 120.000/Kg --- jonathangoeij@... wrote: banyak sumber protein alternative, selain keong sawah atau bekicot bisa juga ditambahkan ular, serangga, cacing, kalajengking, ulat, dlsb.di Vietnam dan Tiongkok banyak dimakan. tetapi kenapa kok ibu Susi tidak menyebutkan susu dan kacang hijau? ha ha ha unsur politik lebih berpengaruh. --- ajegilelu@... wrote : Ya, enak betul, bukannya bekerja supaya Rakyat bisa beli daging sapi, pemerintah malah menyuruh Rakyat makan keong. Betul-betul enak. Menteri Susi: Keong Sawah Enak dan Sehat Sekali Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebutkan bahwa keong sawah merupakan sumber protein alternatif di tengah tingginya harga daging sapi saat ini.
