Panglima TNI Hadi Tjahjanto Peringatkan Potensi Konflik
M.Andika Putra , CNN Indonesia | Sabtu, 09/12/2017 10:49 WIB
Dalam gelaran Sertijab panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan 
tantangan TNI ke depan dalam menangani potensi konflik masa mendatang. (Foto: 
CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam gelaran serah 
terima jabatan dari Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI, Marsekal 
Hadi Tjahjanto mengungkapkan akan tantangan TNI ke depan dalam menangani 
potensi konflik masa mendatang.

Menurutnya, membaca potensi ke depan, TNI secara cerdas harus dapat 
menerjemahkan setiap bentuk konflik yang sulit diprediksi, di mana diameter 
konflik tak lagi simetris, melainkan lebih sering asimetris, proksi dan hibrida.

"Setidaknya potensi ancaman yang perlu dicermati ke depan antara lain; dampak 
tatanan dunia baru, terorisme, perang siber, kemajuan China, kerawanan keamanan 
di laut perbatasan, dan tentu saja ancaman lain yang dianggap merugikan 
Indonesia seperti illegal fishing, penyelundupan barang, manusia, senjata dan 
narkoba yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI," ujarnya, saat 
menyampaikan pidato di gelaran Sertijab, di Mabes TNI, Cilangkap, Sabtu (9/12).

      Lihat juga: Gatot Nurmantyo Resmi Serah Terima Jabatan Panglima TNI 

Selaku Panglima TNI baru dalam sambutannya ia juga mengatakan, TNI akan tetap 
berjalan pada koridor kebijakan umum pembangunan kekuatan pokok minimum sesuai 
rencana strategis TNI, serta melanjutkan program kerja yang dirintis Jenderal 
Gatot Nurmantyo. 

"Selaku penerus kepemimpinan dan atas nama segenap prajurit serta ASN TNI, saya 
ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada jenderal TNI Gatot Nurmantyo atas 
segala pemikiran dan usahanya untuk membuat TNI lebih maju, handal, 
profesional, solid, militan dan dicintai oleh rakyat," ujarnya. 

      Serah terima jabatan Panglima TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Sabtu (9/12). 
(Foto: CNN Indonesia/M Andika Putra) 

Lebih jauh ia menambahkan, tidak bisa dipungkiri selama kepemimpinan Gatot, 
telah menjadikan TNI salah satu institusi yang paling dipercaya publik, dan 
setiap kesempatan selalu kumandangkan, 'bersama rakyat, TNI kuat'. Hal ini, 
kata dia, telah membumi dan melekat di hati sanubari rakyat dan prajurit TNI.

      Lihat juga: Pesan Gatot Nurmantyo: Prajurit TNI Harus Netral 

Di luar itu, ia juga mengupas sedikit tentang dunia politik. "Memasuki tahun 
politik, pesta demokrasi memberikan warna beragam yang bernuansa akan 
terjadinya konflik."

Oleh sebab itu, kata dia, TNI harus memegang teguh netralitasnya dari tingkat 
atas sampai satuan paling bawah. Demikian juga komitmen TNI dalam memberi 
bantuan pada Pemda dan Polri, dalam pengamanan Pilkada serentak pada 2018 dan 
pemilu 2019, dengan mengutamakan asas hukum dan peraturan perundang-undangan 
yang berlaku. 

Sebelum mengakhiri pidatonya, Hadi kembali menyampaikan terima kasih pada 
Jenderal Gatot. "Atas nama prajurit dan ASN TNI saya menyampaikan rasa hormat 
bangga dan terima kasih pada jenderal TNI Gatot Nurmantyo atas selama 
pengabdian Jenderal dan selamat bertugas pengabdian yang baru," ujarnya. (rah)

Kirim email ke