From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Wednesday, December 27, 2017 5:25 AM
  





https://nasional.tempo.co/read/1045155/jenderal-aktif-ikut-pilkada-pengamat-fenomena-mengkhawatirkan?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_5
 

Jenderal Aktif Ikut Pilkada, 
Pengamat: Fenomena Mengkhawatirkan 
Reporter: 
Hussein Abri
Editor: 
Ninis Chairunnisa
Selasa, 26 Desember 2017 08:40 WIB 
 
Komisioner KPU RI Arief Budiman membantu seorang penyandang disabilitas 
mengikuti simulasi pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta di Pulau Pramuka, Kepulauan 
Seribu, Jakarta, 4 Februari 2017. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah jenderal aktif di kesatuan TNI dan Kepolisian RI 
dikabarkan akan mengikuti pemilihan kepala daerah serentak 2018. Setidaknya ada 
lima jenderal yang sudah siap berlaga di ajang lima tahunan tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan 
Indonesia, Siti Zuhro, mengatakan majunya para jenderal aktif itu merupakan 
fenomena baru di Indonesia. Sebab, menurut dia, selama ini yang maju dalam 
Pilkada merupakan para jenderal yang sudah pensiun.

Baca: Maju Pilgub Sumut 2018, Edy Rahmayadi Didukung 4 Partai

"Saat ini partai gagal melakukan kaderisasi, maka menunjuk jenderal aktif yang 
punya jiwa kepemimpinan dan jaringan," kata Siti pada Senin, 25 Desember 2017.

Bagi Siti, fenomena tersebut mengkhawatirkan. Sebab, dikhawatirkan terjadi 
kecurangan dalam pilkada akan lebih merajalela dengan fenomena tersebut. 
Misalnya munculnya penekanan di daerah-daerah untuk memilih calon tertentu atau 
tidak dilanjutkannya sengketa pemilihan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum oleh 
Polri.

Baca: PAN-Gerindra Jajaki Duet Suyoto-Moreno Suprapto di Pilgub Jatim

Semua itu, menurut dia, bisa terjadi karena berpihaknya Polri dan TNI untuk 
memenangkan bekas prajuritnya dalam Pilkada. "Orientasi partai saat ini hanya 
kemenangan dan keuntungan saja. Ditambah memegang Polri dan TNI, maka akan 
lebih marak terjadi politik transaksional," kata Siti.

Beberapa jenderal yang dikabarkan akan maju dalam pilkada 2018 antara lain 
Kepala Korps Brimob Polri, Inspektur Jenderal Murad Ismail di Pilkada Provinsi 
Maluku, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal 
Safaruddin, yang akan maju sebagai Calon Gubernur Kalimantan Timur, Wakil 
Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Inspektur Jenderal Anton 
Charliyan untuk pemilihan Gubernur Jawa Barat, Kepala Kepolisian Daerah 
Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw, yang akan maju dalam 
pemilihan Gubernur Papua, dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan 
Darat TNI, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, yang akan ikut dalam pemilihan 
Gubernur Sumatera Utara.

Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian meminta jenderal yang ikut dalam 
pilkada untuk segera mengundurkan diri lebih awal sebelum penetapan pasangan 
calon. "Supaya tidak terjadi konflik kepentingan," ujar dia. Panglima TNI 
Marsekal Hadi Tjahjanto juga menjamin TNI netral meski ada jenderal yang maju. 
"Netralitas TNI di atas segalanya," kata dia.


--------------------------------------------------------------------------------


                                                                                
              ===============


https://fokus.tempo.co/read/1045219/pilkada-2018-lima-jenderal-siap-maju-jadi-calon-gubernur?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1


Pilkada 2018, 
Lima Jenderal Siap Maju Jadi Calon Gubernur 
Reporter: 
Chitra Paramaesti
Editor: 
Ninis Chairunnisa
Selasa, 26 Desember 2017 13:03 WIB 
 
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kedua kiri) menyerahkan surat 
rekomendasi kepada pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku 
Murad Ismail (tengah) dan Barnabas Orno(kanan) seusai mengumumkan bakal calon 
gubernur dan wakil gubernur empat daerah di DPP PDIP, Jakarta, 17 Desember 
2017. TEMPO/Ilham Fikri

TEMPO.CO, Jakarta- Pemilihan kepala daerah serentak 2018 akan diramaikan oleh 
sejumlah figur jenderal aktif dari kesatuan TNI dan Polri sebagai calon 
gubernur. Fenomena ini dinilai sebagai fenomena baru yang terjadi dalam pesta 
rakyat lima tahunan itu.

Meski begitu, bukan berarti para jenderal itu memiliki peluang yang lebih besar 
dibandingkan calon dari sipil. Direktur Lembaga Monitor Indonesia Ali Rif'an 
mengatakan kondisi politik saat ini berbeda dengan kondisi di zaman orde baru.

Menurut dia, saat ini perwira tinggi dari TNI maupun Polri yang ikut dalam 
kacah perpolitikan memiliki potensi yang sama dengan sipil. “Gigi politiknya 
tidak seperti zaman orde baru. Orde baru perwira maju, sudah selesai semua, 
sekarang biasa saja, kalau dilihat secara umum,” kata dia kepada Tempo pada 
Selasa, 26 Desember 2017.

Baca: Jenderal Aktif Ikut Pilkada, Pengamat: Fenomena Mengkhawatirkan

Dalam catatan Tempo, setidaknya ada lima jenderal dari TNI dan Polri yang akan 
maju dalam pilkada 2018. Berikut nama-namanya:

- Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi
Pria kelahiran Sabang, Aceh, ini diusung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PAN 
untuk maju di Pilkada Sumatera Utara. Edy yang saat ini menjabat sebagai 
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat mengajukan pensiun dini agar 
dapat menjadi Gubernur Sumut. Tidak sejalan dengan keinginannya, Panglima Hadi 
Tjahjanto membatalkan mutasi 16 perwira tinggi TNI lewat surat keputusan Nomor 
Kep/982.a/XII/2017 pada Selasa, 19 Desember 2017. Edy termasuk perwira yang 
dibatalkan sebagai Pati Markas Besar Angkatan Darat yang akan mengajukan 
pensiun dini.

- Inspektur Jendral Polisi Safaruddin
Perwira Tinggi Kepolisian RI yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah 
Kalimatan Timur ini, digadang-gadang akan maju di Pilkada Kaltim 2018 lewat 
gerbong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun hingga saat ini partai 
tersebut belum mendeklarasikan Safarudin untuk maju sebagai calon gubernur 
Kalimantan Timur..

Baca: PAN-Gerindra Jajaki Duet Suyoto-Moreno Suprapto di Pilgub Jatim

- Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan
Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri ini pernah menjabat sebagai 
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat pada 2016. Dia lulus dari Akademi Polisi 
tahun 1984 dan berpengalaman dalam bidang reserse. Anton diakbarkan akan 
diusung oleh PDIP untuk memenangkan suara di Jawa Barat.

- Inspektur Jenderal Murad Ismail
Kepala Korps Brimob Polri ini diusung oleh Partai Nasdem untuk maju di Pilkada 
Maluku 2018. Sebelum menjadi Kepala Korps Brimob, Murad sempat menjadi Kapolda 
Maluku di tahun 2013 hingga 2015. PDIP juga telah memberikan dukungan kepada 
Murad. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengumumkan pencalonannya 
yang dipasangkan dengan kader PDIP, Barnabas Orno.

- Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw
Putra Papua yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera 
Utara ini akan maju dalam pemilihan calon gubernur Papua. Sebelumnya Paulus 
menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri. Dia diusung 
oleh Partai Golongan Karya untuk menjadi orang nomor satu di Papua.

Berkaitan dengan itu, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan 
anggotanya yang sudah mendaftar pilkada agar segera mengurus permohonan 
pengunduran diri. Menurut dia, langkah tersebut dianjurkan agar tidak timbul 
persepsi buruk bagi kepolisian. Tito khawatir masyarakat akan menganggap polisi 
menyalahgunakan jabatan tersebut untuk mempengaruhi publik saat menggunakan hak 
pilihnya di pemilihan umum.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan hal yang sama. Menurut dia, 
jika salah satu perwira tinggi ingin mengikuti pencalonan kepala daerah, itu 
merupakan haknya sebagai warga negara. Namun, Panglima Hadi tidak menegaskan 
diizinkan atau tidaknya perwira tinggi TNI untuk pensiun dini dan mencalonkan 
diri sebagai kepala daerah.












Kirim email ke