*Beberapa waktu silam (17/07/17 ) BPS katakan ”Kemiskinan sulit turun”,
dalam waktu singkat dibilang kemiskinan turun. Apakah ini bukan mujizat?
Jadi bukan hanya pada zaman nabi-nabi terjadi mujizat, tetapi zaman
neo-Mojopahit di zaman serba canggih ini pun terjadi. hehehehehehe*
35% PENDUDUK MASIH MISKIN DAN RENTAN

*LAJU PENGENTASAN KEMISKINAN MELAMBAT BEBERAPA TAHUN TERAKHIR*05 Desember
2017 09:14 (
http://www.sinarharapan.co/news/read/1712058883/35-penduduk-masih-miskin-dan-rentan
)
Kemiskinan Sulit Turun, BPS
http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/07/17/ot85zy382-kemiskinan-sulit-turun-bps-upah-tak-mampu-imbangi-inflasi

http://id.beritasatu.com/macroeconomics/kemiskinan-dan-ketimpangan-turun/170130

*Kemiskinan dan Ketimpangan Turun*
*Oleh Hari Gunarto* | Rabu, 3 Januari 2018 | 12:22

[image: Kepala BPS Suhariyanto. Foto: youtube] Kepala BPS Suhariyanto.
Foto: youtube

Berita Terkait

   -

   Faktor Penyebab Turunnya Jumlah Penduduk Miskin
   
<http://id.beritasatu.com/home/faktor-penyebab-turunnya-jumlah-penduduk-miskin/170129>
   -

   Ketimpangan Lebih Besar di Perkotaan
   <http://id.beritasatu.com/home/ketimpangan-lebih-besar-di-perkotaan/170128>
   -

   BPS: Jumlah Penduduk Miskin Turun 1,19 Juta Orang
   
<http://id.beritasatu.com/home/bps-jumlah-penduduk-miskin-turun-119-juta-orang/170085>
   -

   BPS: Kenaikan Tarif Angkutan Udara Picu Inflasi Desember
   
<http://id.beritasatu.com/home/bps-kenaikan-tarif-angkutan-udara-picu-inflasi-desember/170082>
   -

   Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 12 Miliar
   
<http://id.beritasatu.com/home/neraca-perdagangan-ri-surplus-us-12-miliar/169523>

*JAKARTA* – Dua indikator utama yang menjadi masalah laten di Indonesia,
yaitu kemiskinan dan ketimpangan, semakin turun. Jumlah penduduk miskin di
Indonesia per September 2017 tercatat sebanyak 26,58 juta orang atau
menurun 1,19 juta orang dibanding posisi Maret 2017 sebesar 27,77 juta
orang. Demikian pula tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia
yang diukur dengan rasio Gini pada September 2017 tercatat sebesar 0,391,
turun jika dibandingkan Maret 2017 sebesar 0,393.

"Prestasi ini jelas merupakan pencapaian yang menggembirakan. Persentase
penduduk miskin per September 2017 kini turun menjadi 10,12% ," kata Kepala
Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Selasa (2/1).

Posisi jumlah penduduk miskin tersebut juga menurun dibanding periode sama
tahun lalu (September 2016) yang tercatat sebesar 27,76 juta orang.
Penduduk miskin didefinisikan sebagai penduduk dengan pengeluaran per
kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.



Selama Maret-September 2017, garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp 387.160
per kapita per bulan. Kontribusi utama pengeluaran untuk garis kemiskinan
adalah makanan sebesar 73,35%, perumahan 8,79%, dan listrik 3,85%.

Suhariyanto menjelaskan, jumlah penduduk miskin di kota selama periode
Maret-September 2017 turun sebesar 401,28 ribu orang, dari sebelumnya 10,67
juta orang menjadi 10,27 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk miskin di
desa berkurang 786,95 ribu orang, dari sebelumnya 17,10 juta orang menjadi
16,31 juta orang pada periode yang sama. (c01/c02

Kirim email ke