----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 21 Februari 2018 06.27.45 
GMT+1Judul: Fw: [GELORA45] Faizal Assegaf: Ahok dan Rizieq Setara di Hadapan 
Hukum
     

  From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, 
February 21, 2018 2:33 AM  


"Saya dapat memahami reaksi sporadis dari loyalis Rizieq, namun mereka tidak 
bisa membantah substansi serta fakta bahwa Rizieq dan Ahok sebagai warga negara 
di hadapan hukum setara," kata Faizal kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/2). 

....

 
 
Faizal Assegaf: Ahok dan Rizieq Setara di Hadapan Hukum
Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Selasa, 20/02/2018 19:05 WIBSalah satu 
pendiri Presidium Alumni 212, Faizal Assegaf menilai Ahok lebih negarawan 
ketimbang Rizieq Shihab dalam menghadapi proses hukum. Padahal Ahok dan Rizieq 
dinilai Faizal setara di hadapan hukum. (AFP PHOTO / POOL / Dharma 
WIJAYANTO).Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu pendiri Presidium Alumni (PA) 
212 Faizal Assegaf menyatakan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja 
Purnama atau Ahok dan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab setara di 
hadapan hukum.

Pernyataan tersebut ia sampaikan guna menyikapi langkah Presidium Alumni 212 
yang menonaktifkan dirinya dari segala aktivitas keorganisasian sejak Senin 
(19/2). Ia mengaku dapat memahami reaksi yang diambil Presidium Alumni 212 atas 
pernyataannya dalam sebuah acara diskusi terkait Rizieq itu.

Namun, ia menegaskan, Presidium Alumni 212 tidak bisa membantah fakta bahwa 
Ahok dan Rizieq setara di hadapan hukum. Menurutnya, Rizieq perlu belajar jiwa 
kenegarawanan dan kesatria dari Ahok.


"Saya dapat memahami reaksi sporadis dari loyalis Rizieq, namun mereka tidak 
bisa membantah substansi serta fakta bahwa Rizieq dan Ahok sebagai warga negara 
di hadapan hukum setara," kata Faizal kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/2). 


|   
Lihat juga:
 Rendahkan Rizieq, Faizal Assegaf Dicopot dari Presidium 212 |

Faizal juga memastikan penonaktifan dirinya dari aktivitas organisasi Presidium 
Alumni 212 tidak akan menghalanginya untuk terus bersuara kritis dalam 
mendorong gerakan membela Islam yang damai serta menentang segala bentuk 
pendekatan dengan gaya radikal, munafik, anarkis ataupun intoleran.

"Rizieq dan segenap elemen 212 harus konsisten membawa umat dalam gerakan 
membela Islam yang super damai dalam menyuarakan nilai-nilai Islam dan upaya 
perjuangan penegakkan hukum," katanya. 

Faizal mengingatkan, ulama akan dinilai dari ucapan, sikap, dan perbuatan. Dia 
menuturkan, ulama akan kehilangan simpati dan mengecewakan umat bila tidak 
konsisten dengan prinsip perjuangan pembelaan Islam yang damai.


|   
Lihat juga:
 Alumni 212 Lawan Polisi Jika Rizieq Shihab Ditangkap |

Menurutnya, ciri ulama sebagai pewaris nabi adalah sabar, taat hukum, penuh 
kasih sayang, lembut, dan mengedepankan akhlak serta nilai-nilai kemanusiaan. 

Kalau mulai menyimpang dan ingkar janji dengan prinsip membela Islam dengan 
damai, umat berhak meluruskan ulama tersebut agar tidak terjebak da lam 
polarisasi politik sporadis berjubah agama.

"Ulama yang demikian sejalan dengan spirit bela Islam yang super damai," tutur 
mantan aktivis mahasiswa 1998 itu.

Sebelumnya, Presidium Alumni 212 sepakat menonaktifkan Faizal dari segala 
aktivitas di organisasi tersebut. 


|   
Lihat juga:
 Menilai Langkah Polri Sambut Rencana Pulang Rizieq S hihab |

Langkah ini diambil dalam menyikap pernyataan Faizal dalam sebuah acara diskusi 
bertajuk 'Kedatangan Rizieq dan Potensi Gaduh di Tahun Politik', yang 
menyatakan bahwa Ahok lebih negarawan dan kesatria dibandingkan Rizieq dalam 
menghadapi masalah hukum.

"Benar (Faizal dinonaktifkan)," kata Sekretaris Jenderal Presidium Alumni 212 
Hasril Harahap kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/2).

Presidium Alumni 212 berpendapat, membandingkan kasarnya kelakuan atau karakter 
Ahok dengan akhlak kemulaan Rizieq merupakan pendapat yang tidak berbobot 
intelektual. 

Presidium Alumni 212 menilai pernyataan itu masuk dalam kategori tidak beradab 
bila dilihat sisi etika.

"Setelah mengamati dengan seksama berbagai pernyataan Faizal dan sesuai dengan 
pendapat mayoritas pendiri Presidium Alumni 212, kami sepakat untuk 
menonaktifkan Faizal," demikian pernyataan Presidium Alumni 212. (osc)


    

Kirim email ke