Anjingnya anjing colongan, diracun 2018-02-22 1:06 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > Berita menariiiik! Entah sampai dimana kebenaran berita ini, .... masak > iya orang Solo sudah jadi pemakan daging anjing, menyaingi orang Batak dan > Menado, ...? > > Tapi, kalau sehari bisa sampai 1200 anjing, mestinya di Solo sudah terjadi > peternakan anjing, ... tidak mungkin menjerat anjing-anjing liar atau > bersandar dari pemeliharaan anjing dirumah orang saja! > > Sebetulnya, daging kelinci juga enak, lho! Tidak kalah dengan daging ayam, > bahkan sulit membedakan sate ayam atau kelinci! Dan, ... mudah diternakkan > dan cepat berkembang-biak, ... > > Salam, > ChanCT > > > *From:* 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] > *Sent:* Thursday, February 22, 2018 3:20 AM > > > > > http://regional.kompas.com/read/2018/02/21/13223601/ > dalam-sehari-1200-anjing-dikonsumsi-di-kota-solo > Dalam Sehari 1.200 Anjing Dikonsumsi di Kota Solo > Kompas.com - 21/02/2018, 13:22 WIB > [image: Salah satu warung yang menyediakan kuliner berbahan dasar daging > anjing di kota Solo, Jawa Tengah.] > Salah satu warung yang menyediakan kuliner berbahan dasar daging anjing di > kota Solo, Jawa Tengah.(Kompas.com/Ervan Hardoko) > > *SOLO <http://indeks.kompas.com/tag/Solo>, KOMPAS.com* — Heru Krisnandi > adalah seorang penikmat daging anjing > <http://indeks.kompas.com/tag/daging-anjing> asal Solo > <http://indeks.kompas.com/tag/Solo>, Jawa Tengah. > > Dia tidak hanya menyukai rasa daging hewan itu, tetapi juga sensasi hangat > yang menurutnya menjadikan dia jauh lebih energik. > > Heru sangat memahami anjing adalah hewan peliharaan yang tak lazim untuk > dikonsumsi dagingnya. > > Namun, fakta itu tak membuatnya berhenti menyantap daging hewan tersebut > dan pria ini bahkan memelihara seekor anjing di rumahnya. > > *Baca juga: Sengsu, Tongseng Jamu, dan Kenyataan Bahayanya > <http://sains.kompas.com/read/2018/02/07/170000823/-sengsu-tongseng-jamu-dan-kenyataan-bahayanya> > * > > "Saya punya seekor anjing, tetapi saya tidak tega menyantap anjing milik > sendiri. Saya tak peduli bagaimana anjing-anjing itu dibunuh selama saya > tidak melihat prosesnya," ujar Heru seperti dikutip harian *The Jakarta > Post*, Rabu (21/2/2018). > > Heru tak mengetahui bahwa menurut para aktivis hak hewan, anjing-anjing > itu diperlakukan brutal sebelum dipotong dan dagingnya disajikan untuk para > penggemar kuliner ekstrem itu. > > Di sisi lain, banyak orang yang mendapatkan keuntungan dari menjual daging > hewan yang kerap disebut sahabat terbaik manusia itu. > > Salah satunya adalah Sukardi (61) yang sudah menjual masakan berbahan > daging anjing sejak 1979. Kini, Sukardi memiliki empat warung makan dengan > menu utama daging anjing. > > Dia harus merogoh kocek Rp 150.000 untuk mendapatkan seekor anjing. Namun, > dia bisa meraih keuntungan hingga Rp 3 juta sehari. > > Dalam satu hari, Sukardi membutuhkan 8 hingga 12 anjing untuk dipotong dan > dimasak demi memenuhi kebutuhan pelanggan di keempat warungnya itu. > > Di Solo, warung-warung daging anjing bisa dengan mudah ditemukan. Mereka > menawarkan berbagai jenis kuliner, mulai dari apa yang disebut dengan nama > sengsu hingga sate anjing. > > *Baca juga: Seorang Bocah Tewas Usai Makan Daging Anjing > <http://regional.kompas.com/read/2017/10/20/12530021/seorang-bocah-tewas-usai-makan-daging-anjing> > * > > Warung-warung ini sudah menjamur di Solo selama berpuluh-puluh tahun dan > keberadaannya tak pernah diusik semua wali kota, termasuk Joko Widodo yang > saat ini menjadi presiden Indonesia. > > "Kami tak bisa melarangnya karena tak ada regulasi yang bisa digunakan > untuk melarang. Tradisi kuliner ini sudah ada sejak dahulu," kata Wali Kota > Solo FX Hadi Rudyatmo, masih kepada *The Jakarta Post*. > > >
