Cara Sri Mulyani Jelasin Uang Pajak Bisa Bermanfaat Buat Orang Banyak
Simak Nih, Ada Fotonya Loh
KAMIS, 22 FEB 2018 09:21 | EDITOR : MOCHAMAD NUR
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Dok. Jawa Pos)


Berita Terkait
  a.. Bapertarum Akan Melebur ke BP Tapera, Begini Nasib Tabungan Rumah PNS
   
  b.. Ini Gaya Sri Mulyani Berbagi Kebahagian Jadi Menteri Terbaik Dunia
   
  c.. Keren! Sri Mulyani Raih Penghargaan Menteri Terbaik Di DuniaJawapos.com - 
Sebagai bendahara negara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertugas untuk 
mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang salah satunya 
didapatkan dari pajak.

Sri Mulyani tak henti-hentinya mengingatkan para wajib pajak untuk membayarkan 
kewajibannya. Sebab uang pajak sangat berguna untuk memeratakan kemakmuran 
rakyat.

"Tahukah anda? Uang pajak anda sangat berguna untuk memeratakan kemakmuran 
rakyat," kata Sri Mulyani dalam akun instagram pribadi yang diunggahnya Kamis 
pagi (22/2).

 
Salah satu sudut desa yang menikmati pembangunan dari pajak yang dibayar 
masyarakat (Instagram)



Dia menjelaskan mereka yang kaya dan berpendapatan tinggi membayar pajak lebih 
banyak. Dan mereka yang miskin tidak membayar pajak dan justru mendapat bantuan 
pemerintah baik dalam bentuk transfer uang untuk keperluan makan, menyekolahkan 
anak, memperbaiki kesehatan dan gizi keluarga tidak mampu.

"Dengan demikian pajak adalah sarana untuk mengurangi kemiskinan dan 
kesenjangan. Pajak adalah alat kita bersama untuk menciptakan kesejahteraan dan 
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," terangnya.

Sri Mulyani menyebut sebagian besar rakyat miskin Indonesia berada di pedesaan, 
untuk itu Presiden Jokowi mencanangkan pemberian dana desa dimana dana 
pembangunan tersebut adalah pajak yang telah dibayarkan.

Dalam postingan tersebut, Sri Mulyani lantas mencontohkan salah satu contoh 
nyata dari dana desa yaitu di desa Munduk Temu, Kabupaten Tabanan, Provinsi 
Bali.

Desa Munduk Temu dapat dikatakan terpencil karena berada di ujung Kabupaten 
Tabanan, Provinsi Bali. Wilayahnya berbukit-bukit dengan ketinggian 600-700 
meter di atas permukaan laut.

"Lebih dari 90 persen warga desa Munduk Temu memiliki mata pencaharian berkebun 
dengan komoditas utama kopi dan salak," jelasnya.

Di desa itu, kata dia, ditanami pula areal perkebunan dengan buah-buahan 
seperti jeruk, manggis, dan durian dengan sistem tumpang sari.

"Penduduk yang akan berkebun harus berjalan kaki cukup jauh melewati jalan 
setapak untuk mengangkut hasil panen. Kontur jalan yang naik turun serta 
kondisi cuaca yang kerap kali hujan tentu membuat jalan licin serta sulit 
dilalui," ujarnya.

Sejak tahun 2015-2017 desa ini sudah membangun jalan sepanjang 9,24 kilometer. 
Dia menyebut jalan yang dibangun menggunakan dana desa ini sangat meringankan 
masyarakat desa dalam membawa hasil kebunnya sehingga dapat meningkatkan taraf 
hidup masyarakat.

"Jalan desa #IniPunyaKita, ini milik saudara kita masyarakat desa Munduk Temu 
yang dibangun menggunakan #Uangkita melalui dana desa," tandasnya.

(uji/JPC)

Kirim email ke