----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Kamis, 22 Februari 2018 00.56.33
GMT+1Judul: [nasional-list] Mahasiswa STPP Bogor ciptakan mesin penyiang padi
Mahasiswa STPP Bogor ciptakan mesin penyiang padi
Rabu, 21 Februari 2018 22:25 WIB
Ilustrasi: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua kiri) bersama Bupati
Demak M Natsir (ketiga kanan) secara simbolis mengawali penanaman padi Musim
Tanam II (MT II) menggunakan mesin 'rice transplanter' saat kunjungan kerja di
areal persawahan Desa Sari, Gajah, Demak, Jawa Tengah, Selasa (23/1/2018).
(ANTARA /Aji Styawan) ()
Bogor (ANTARA News) - Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP)
Bogor, Jawa Barat, menciptakan mesin sederhana yang berfungsi untuk menyiang
sekaligus memupuk padi di sawah.
Mesinnya yang diberi nama Si Tepuk, singkatan dari siang terus pupuk, itu
merup[akan karya Aceng Muhammad Badrudin Muttaqin bersama Dani Kurnia.
"Si Tepuk menggunakan daya listrik dari baterai yang sudah dapat diproduksi di
Indonesia," kata Aceng di Bogor, Rabu.
Mesin ini mengombinasikan kegiatan penyiangan dan pemupukan. Prinsip kerjanya
adalah pisau pemotong berfungsi untuk memotong gulma sampai pada akarnya..
Mesin dilengkapi roda pertama yang berfungsi untuk membenamkan gulma yang telah
terpotong. Corong pengeluaran pupuk berfungsi untuk menaburkan pupuk di dekat
akar tanaman dan roda belakang berfungsi untuk membenamkan pupuk yang telah
ditebarkan.
Menurut Aceng, konsep pembuatan mesin penyiang dan pemupuk padi tersebut telah
dimulai sejak bulan Oktober 2017 hingga Januari 2018. Proses pembuatan
berlangsung kurang lebih dua minggu lamanya.
"Kami membuat mesin bekerja sama dengan bengkel las," katanya.
Latar belakang pembuatan alat pertanian tersebut berdasarkan pengalaman dengan
petani ketika praktik lapang ternyata ada petani yang memupuk padi tidak
melakukan penyiangan terlebih dahulu dengan alasan rumput masih kecil sehingga
susah dilakukan penyiangan.
Padahal, lanjutnya, jika dilihat dari tujuan dari dua kegiatan itu adalah untuk
mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dengan penyerapan unsur hara yang tepat
sasaran.
"Sejak itu mulai terpikir oleh kami untuk membuat alat pertanian ini," katanya.
Si Tepuk telah diikutsertakan dalam Kompetisi Penemu Muda Teknologi Pertanian
bertajuk Agriventor 2017 yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Tani
Indonesia (Gempita).
Aceng mengatakan kompetisi tersebut diikuti oleh 36 tim penemu muda seluruh
Indonesia. Tanggal 20 Februari 2018 tim mempresentasikan hasil temuannya kepada
juri.
Dani Kurnia menjelaskan ketertarikan mereka mengikuti lomba tersebut mendorong
mereka untuk menciptakan alat sederhana yang bermanfaat untuk sektor pertanian.
"Sebagai mahasiswa jurusan penyuluh pertanian, kami termotovasi untuk
menciptakan alat yang bisa digunakan oleh petani," kata Dani.
Menurut Dani, mesin Si Tepuk sebagai aksi nyata mahasiswa STPP Bogor untuk
memajukan pertanian Indonesia.
Dani menambahkan banyak masukan yang mereka terima dari tim juri kompetisi.
Alat tersebut memerlukan lebih banyak uji coba sehingga bisa betul-betul
digunakan oleh petani.
Pewarta: Laily Rahmawati
Editor: Ruslan Burhani