----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[sastra-pembebasan] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Senin, 26 Februari 2018 04.30.19
GMT+1Judul: #sastra-pembebasan# Meriahnya Pagoda Sembilan Lantai di Palembang
Jelang Cap Go Meh
Meriahnya Pagoda Sembilan Lantai di Palembang Jelang Cap Go Meh
SENIN, 26 FEB 2018 10:10 | EDITOR : ILHAM SAFUTRA
Jelang perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro Palembang yang akan di laksanakan
pada hari Rabu Malam (28/2). (Kris Samiaji/Sumatera Ekspres/Jawa Pos Group)
Berita Terkait
- Long Weekend, Ribuan Wisatawan Padati Pantai di Malang
- Nikmati Keindahan Danau Dengan Ojek Perahu
- Canggihnya Destinasi Bawah Laut Jakarta Aquarium
JawaPos.com - Pulau Kemaro sudah ramai dikunjungi wisatawan menjelang perayaan
Cap Go Meh. Pengelola pulau cantik yang masuk wilayah Palembang itu pun sudah
bersiap. Yang sekadar jalan-jalan ataupun beribadah di kelenteng sama-sama
dilayani.
Tjik Harun, pengurus Pulau Kemaro, mengatakan bahwa pihaknya menambah enam
perahu ponton untuk penyeberangan para pengunjung. "Kami juga sudah membuka
lapak-lapak dan memasang 2.000 lampion," ujarnya.
Pulau Kemaro telah menjadi destinasi wisata andalan di Palembang. Ada pagoda
sembilan lantai, Kelenteng Dewi Kwan Im, serta makam Siti Fatimah dan Tan Bun
Ann.
jelang perayaan cap go meh di pulau kemaro palembang yang akan di laksanakan
pada hari rabu malam 28/2 (Kris Samiaji/Sumatera Ekspres/Jawa Pos Group)
Dalam legenda masyarakat setempat, Siti Fatimah dan Tan Bun Ann dianggap
sebagai cikal bakal terbentuknya Pulau Kemaro. Siti Fatimah, yang merupakan
putri dari Kerajaan Sriwijaya, menjalin asmara dengan pangeran dari Tiongkok
bernama Tan Bun Ann. Namun, kisah cinta itu berakhir tragis. Keduanya tenggelam
di Sungai Musi.
Kisah cinta keduanya terus dikenang, termasuk dalam perayaan Cap Go Meh. Pada
hari terakhir perayaan Imlek di Pulau Kemaro, masyarakat menyembelih kambing di
depan makam Siti Fatimah sebagai perwujudan rasa syukur.
(yun/gsm/c7/fat)