Indonesia tekan selisih ekspor-impor China
 Jumat, 9 Maret 2018 07:12 WIB
 
Ilustrasi RI-China (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Beijing (ANTARA News) - Indonesia berhasil menekan defisit/ selisih ekspor dan 
impor dengan China sepanjang tahun 2017 dengan nilai yang cukup mencolok atau 
signifikan.

"Penurunan selisihnya pada tahun lalu cukup besar," kata Atase Perdagangan 
Kedutaan Besar RI di Beijing, Dandy S Iswara, Jumat.

Pada tahun lalu nilai ekspor Indonesia ke China mencapai 28,50 miliar dolar AS, 
sedangkan impornya 34,85 miliar dolar AS, sebagaimana data yang diumumkan Bea 
Cukai China.

Dengan demikian, maka defisit/ selisih ekspor dan impor Indonesia dengan China 
tercatat 6,35 miliar dolar AS.

Selisih tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, 
yakni sebesar 14,55 miliar dolar AS pada 2015 dan 11,57 miliar dolar AS pada 
2016.

Menurut Dandy, makin kecilnya selisih ekspor-impor tersebut bagian dari 
keberhasilan pemerintah Indonesia menekan China untuk menyeimbangkan neraca 
perdagangan.

"Kami optimistis pada tahun-tahun mendatang selisih ekspor-impor Indonesia 
terus berkurang," ujarnya menambahkan.

Optimisme tersebut sangat wajar, mengingat pada tahun ini pemerintah China 
mengeluarkan kebijakan untuk membuka keran impor manggis dari Indonesia yang 
selama tiga tahun sebelumnya sempat ditutup.

China juga memberikan kesempatan Indonesia untuk mengekspor nanas. Demikian 
pula daratan Tiongkok juga membutuhkan lebih banyak lagi sarang burung dan 
kelapa sawit dari Indonesia.

Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri China Liu 
Yandong pada tahun lalu menekankan pentingnya keseimbangan dalam hubungan 
dagang kedua negara.

Demikian halnya dengan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat bertemu 
koleganya , Menlu China Wang Yi, di Beijing pada bulan lalu menyampaikan hal 
yang sama.

Wang Yi pun menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra dagang yang sangat 
penting bagi China. 
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Monalisa

Kirim email ke