https://www.antaranews.com/berita/693077/menteri-susi-beri-kuliah-umum-di-
harvard
Menteri Susi beri kuliah umum di
Harvard
Kamis, 15 Maret 2018 06:42 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (ANTARA FOTO/Jojon)
Ambon (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
mendapat kehormatan untuk memberikan kuliah umum kepada sejumlah
mahasiswa di Harvard Kennedy School, Cambridge, Amerika Serikat.
Menteri Susi dalam siaran pers KKP yang diterima, Kamis, mengajak
mahasiswa Harvard melindungi laut agar kekayaan laut juga dapat
dinikmati hingga generasi-generasi selanjutnya.
Susi Pudjiastuti menyampaikan kuliah di Harvard pada Senin (11/3) dengan
menyampaikan paparan bertema "The State of Fisheries in Indonesia and
Beyond". Pada tahun 2016, Menteri Susi juga pernah menyampaikan kuliah
umum di kampus yang sama.
Di hadapan mahasiswa Indonesia dan mancanegara yang hadir, Menteri Susi
mengutarakan berbagai upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam
mengatasi berbagai permasalahan yaitu pencurian ikan (illegal fishing)
dan perbudakan (slavery) hingga kebijakan penenggelaman kapal yang
fenomenal.
"Hari ini kita sharing dengan mahasiswa-mahasiswa Indonesia dan beberapa
mahasiswa di Harvard sini, supaya mereka mengetahui tentang
kebijakan-kebijakan dari pemerintah Indonesia menuju kepada
keberlanjutan pembangunan perikanan Indonesia," ucapnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan mengutarakan harapannya agar kebijakan
jangka panjang itu akan terus dijaga agar kebijakan yang baik ini akan
terus bisa memastikan bahwa sumber daya laut ini terus ada dan banyak,
dan berkelanjutan.
Kurang lebih dua jam memberikan kuliah umum, Menteri Susi memaparkan
langkah yang telah ditempuh KKP untuk mencapai tiga pilar utama
pembangunan kelautan dan perikanan, yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan
kesejahteraan.
"Hasil penelitian menunjukkan, dalam rentang 2003 hingga 2013 kami
kehilangan hampir 50 persen nelayan kami. Mengapa? Karena hampir tidak
ada lagi ikan. Saya mengalami sendiri sebelum saya menjadi menteri, saya
berasal dari desa kecil di Pantai Selatan Jawa, di wilayah Laut Hindia.
Pada tahun 1999 hingga 2000-an awal, nelayan masih bisa menangkap 10
ton, 20 ton ikan kakap merah, udang. Tapi tiba-tiba pada awal 2001
tangkapan mulai sedikit sedikit hingga hampir tak ada sama sekali,"
sebutnya.
Menurut Menteri Susi, penyebab utama adalah diberikannya izin bagi
nelayan kapal asing untuk menangkap ikan di perairan Indonesia oleh
pemerintah mulai tahun 2001.
Berbagai kebijakan diterapkan untuk memerangi segala bentuk praktik
illegal fishing salah satunya yaitu dengan kebijakan penenggelaman
kapal. Dalam pemberantasan tersebut tak jarang juga terungkap berbagai
kasus penyelundupan dan perbudakan manusia.
Upaya pemerintah ini membuahkan hasil dengan berkurangnya praktik
penangkapan ikan secara ilegal, yang ditandai dengan puluhan ribu kapal
asing menghilang dari laut Indonesia.
"Kami berharap dengan menghentikan illegal fishing, masyarakat akan
lebih tertarik untuk kembali melaut. Di waktu yang bersamaan kami juga
melihat peningkatan nilai tukar nelayan dari 104 menjadi 110," tuturnya.
Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2018