https://travel.tempo.co/read/1070834/kampung-durian-banyuwangi-target-baru-penggila-kuliner?
TravelUtama&campaign=TravelUtama_Click_2
Kampung Durian Banyuwangi, Target Baru
Penggila Kuliner
Reporter:
David Priyasidarta (Kontributor)
Editor:
Tulus Wijanarko
Minggu, 18 Maret 2018 16:29 WIB
0 komentar
<https://travel.tempo.co/read/1070834/kampung-durian-banyuwangi-target-baru-penggila-kuliner?TravelUtama&campaign=TravelUtama_Click_2#comments>
310111
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://travel.tempo.co/read/1070834/kampung-durian-banyuwangi-target-baru-penggila-kuliner?TravelUtama&campaign=TravelUtama_Click_2#font-decrease>
+
<https://travel.tempo.co/read/1070834/kampung-durian-banyuwangi-target-baru-penggila-kuliner?TravelUtama&campaign=TravelUtama_Click_2#font-increase>
#
#
Dua diantara aneka jenis durian yang terdapat di Kampung Durian, di
Dusun Sembawur, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Tempo/David
Priyasidharta
<https://statik.tempo.co/data/2018/03/18/id_691766/691766_720.jpg>
Dua diantara aneka jenis durian yang terdapat di Kampung Durian, di
Dusun Sembawur, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Tempo/David
Priyasidharta
*TEMPO.CO*, *Banyuwangi *- Kampung Durian
<https://www.tempo.co/tag/durian>, yang baru saja diresmikan di
Banyuwangi, tampaknya bakal jadi buruan favorit penggila buah berduri
ini. Terletak di Dusun Sembawur, Desa Songgon, Kecamatan Songgon,
kampung ini menyediakan aneka durian khas daerah tersebut.
Durian di sini tidak ada di tempat lain. "Semuanya memiliki citarasa
Banyuwangi, yang tidak bisa dinikmati dari durian yang tumbuh di daerah
lainnya,β kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi Arief
Setiawan, Sabtu, 17 Maret 2018.
Kampung Durian diresmikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sabtu.
Sekilas, aneka durian di sini memang tampak menggoda. Ada tersedia
berbagai varian durian, mulai durian merah, oranye, hingga pelangi.
Abdullah Azwar Anas mengatakan masyarakat setempat mampu memanfaatkan
potensi kampung yang kaya durian untuk dikembangkan. βIni menarik,
suasananya sejuk, cocok untuk liburan keluarga," ujarnya.
Kampung ini tak terlalu jauh dari Kota Banyuwangi. Cukup 30 menit
perjalanan dengan kendaraan bermotor, Anda akan sampai di pintu gerbangnya.
Setelah memarkir kendaraan, pengunjung berjalan kaki di jalan setapak
sepanjang 500 meter. Di sepanjang jalan itulah kebun durian terbentang
luas. Di lintasan itu pula, di sisi jalan, terdapat gubuk-gubuk untuk
menikmati durian, yang disajikan langsung dari pohonnya.
Selain di sepanjang jalan itu, ada kawasan yang lebih alami, yakni di
Durian Garden Likin. Tempatnya berada di ujung selatan jalan setapak
tersebut. Di sana akan terdengar suara gemericik air kali yang segar dan
terdapat kolam-kolam ikan. Suasana pun kian asyik.
Di sini, pengunjung dapat mencicipi durian bakar. Karena dibakar, kadar
air buah durian berkurang sehingga rasanya lebih legit dan kesat.
Terdapat pula beberapa pohon durian endemik Banyuwangi di tempat
tersebut, seperti durian merah, oranye, pelangi, dan kuning. Durian
tersebut tumbuh alami selama berpuluh-puluh tahun di sana.
Banyuwangi, kata Arief, memiliki banyak varian durian. Durian merah saja
ada 75 varian. Arief menjamin stok durian akan ada tersedia sepanjang
tahun. "Karena selain di Songgon, banyak kecamatan lainnya yang juga
penghasil durian,β ujarnya.
Songgon selama ini memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil
durian. Di kecamatan ini terdapat 465 hektare lahan yang ditanami
durian. Khusus di Kampung Durian, terdapat sekitar 4.000 pohon durian.
"Ini merupakan kreasi,β ucap Arief.
*DAVID PRIYASIDHARTA*
*Artikel lain*: *Sehari Setelah Nyepi, Banjar Kaja Menggelar Festival
Omed-omedan
<https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjw5c3F9PTZAhXDro8KHUWsAEIQFgg0MAI&url=https%3A%2F%2Ftravel.tempo.co%2Fread%2F1070105%2Fsehari-setelah-nyepi-banjar-kaja-menggelar-festival-omed-omedan&usg=AOvVaw3OI68Z8fVNdhQX2crpl3xK>*