Polri Sampaikan Dugaan Motif Penyebaran Hoax Telur PalsuReporter:  Taufiq 
SiddiqEditor:  Ninis ChairunnisaKamis, 22 Maret 2018 06:13 WIB 
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta melakukan 
konferensi pers dan uji coba di Jakgrosir Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta 
Timur, Selasa, 20 Maret 2018. Konferensi pers terkait dengan isu telur ayam 
palsu yang beredar di media sosial. Tempo/Syafiul Hadi

TEMPO, Jakarta- Kepala Satuan Tugas Pangan Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo 
Wasisto mengatakan dugaan sementara motif dari peredaran hoax telur palsu 
adalah untuk menakut-nakuti masyarakat untuk membeli telur. "Untuk 
menakut-nakuti," ujarnya di Markas Besar Polri pada Kamis, 21 Maret 2018.

Meski begitu, Setyo mengatakan penyelidikan kasus ini terus dikembangkan. Ia 
menyebut tidak menutup kemungkinan hoax ini dirancang agar masyarakat tidak 
lagi mengkonsumsi telur.

Setyo menilai kemungkinan tersebut tidak bisa diremehkan lantaran telur 
merupakan salah satu sumber protein. "Bisa saja ini dampaknya untuk jangka 
panjang, saat sekarang anak-anak tidak lagi makan telur karena takut palsu, 
tidak mendapat protein yang cukup di masa pertumbuhan dan dewasanya," ujarnya..

Baca: Satgas Pangan Polri: Hoax Telur Palsu Rugikan Pedagang

Hoax telur palsu bermula dari viralnya sebuah video yang menyebar di media 
sosial. Dalam vidoe tersebut terlihat seseorang laki-laki yang menguji telur 
dengan membuka cangkangnya hingga memeriksa putih dan kuning telur.

Video tersebut diketahui diambil di pasar Johar Baru Jakarta. Laki-laki 
tersebut mengatakan telur itu palsu lantaran terbuat dari bahan silikon yang 
kenyal dan dilapisi plastik.

Baca: Edarkan Isu Telur Palsu di Masyarakat Bisa Terancam UU ITE

Menurut Setyo, hoax telur palsu ini telah menyebabkan kerugian bagi para 
peternak telur. Di Blitar, omset peternak telur turun 30 hingga 40 persen. 
"Masyarakat khawatir untuk membeli telur," ujarnya.

Setyo pun menjamin tidak ada telur yang palsu, karena butuh teknologi canggih 
dan biaya mahal. "Sedangkan harga telur berapalah," ujarnya.

Setyo menyebutkan, Satga Pangan akan mengusut peredaran hoax telur palsu 
menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada 30 Maret 
mendatang. "Jumat besok kami rapat kesiapan pangan jelang HBKN termasuk 
membahas telur palsu," ujarnya.


Kirim email ke