----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sri Isni <[email protected]>Kepada:
"[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Sabtu,
24 Maret 2018 17.42.36 GMT+1Judul: Menko Darmin Pemerintah Bayar 'Utang
Warisan' dari Dulu
Toggle navigation
- NEWS
- Ekonomi dan Bisnis
- Liputan Khusus
- Mancanegara
- Nasional
- Parlemen Zaman Now
- Pilkada Serentak
- Semarang Metro
- Solo Metro
- Suara Banyumas
- Suara Kedu
- Suara Muria
- Suara Pantura
- Indeks News
- ENTERTAINMENT
- Musika
- Sastra
- Selebrita
- Sinema
- Indeks Entertainment
- GAYA HIDUP
- Elektronik
- Fashion
- Gadget
- Unik
- Indeks Gaya Hidup
- KESEHATAN
- Herbal
- Ibu dan Anak
- Medis
- Tips
- Indeks Kesehatan
- SEPAKBOLA
- Dunia
- Liga Indonesia - Nasional
- Liga CHampions - Europa
- Liga Inggris
- Liga Italia
- Liga Jerman
- Liga Spanyol
- Futsal
- Indeks Sepakbola
- SPORT & OTOMOTIF
- Balap
- Cabang Olahraga
- Formula 1
- MotoGP
- Otomotif
- Raket
- Indeks Sport & Otomotif
- KULTUR
- Kejawen
- Kronik
- Pringgitan
- Indeks Kultur
- TRAVEL
- Hobi
- Hotel
- Komunitas
- Kuliner
- Seni dan Budaya
- Wisata
- Indeks Travel
- EKSPRESI
- LIFESTYLE
- SOULUTION
- CELEBS
- EVENT
- SKULTURE
- INDIE CORNER
- FYI
- REVIEW
- INDEKS EKSPRESI
- SMCETAK
- SMTV
- LAINNYA
- EPAPER
- GENDER
- FOTO
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto Istimewa)
24 Maret 2018 | 11:00 WIB | Ekonomi dan Bisnis
Menko Darmin: Pemerintah Bayar 'Utang Warisan' dari Dulu
JAKARTA, suaramerdeka.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin
Nasution turut menanggapi mengenai utang pemerintah yang belakangan jadi
sorotan. Darmin mengaku heran ketika utang diributkan, padahal outstanding
utang pemerintah yang ada saat ini sebagian imbas pemerintahan sebelumnya.
"Utang dari dulu, bukan hanya utang pemerintah saat ini. Malah pemerintahan ini
yang membayar utang, termasuk yang dulu-dulu," ujarnya di kantornya, Jumat
(23/3).
Beberapa pihak yang kerap bertanya soal posisi utang Indonesia saat ini
diakuinya membuat dirinya lelah menjelaskan. "Saya sering jawab berkali-kali
soal utang," imbuh dia.
Toh, pengelolaan utang pemerintah dalam keadaan baik dan tidak ada potensi
gagal bayar. Sebelumnya, Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa utang
pemerintah hingga akhir Februari mencapai Rp4.034,8 triliun.
Angka ini terdiri dari pinjaman sebesar Rp777,54 triliun, serta utang dari
penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp3.527,6 triliun.
Adapun, kemampuan membayarnya masih sangat kuat, dengan rasio utang terhadap
Produk Domestik Bruto (PDB) berkisar 29,24 persen.
Rasio ini disebut masih lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara dengan
ekonomi setara, seperti Vietnam sebesar 63,4 persen, Brazil 81,2 persen,
Thailand 41,8 persen, dan Malaysia 52,7 persen.
(CNN /CN19 )
Berita Lainnya
ADDRESS:
About UsAdvertisePolicyPedoman Media SiberContact Us
Copyright © 2017. Suara Merdeka CyberNews
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.