kenapa kok anda menganggap yg ditulis dlm imamat itu sdh pasti/final tdk bisa 
dirubah?
 

---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :

 
 yg anda maksud didalam kitab Imamat, itu sdh tdk diharamkan lagi.
  

 
---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

 Itu bukan maunya saya tapi memang diperintahkan 
 dan dilarang dalam Alkitab. Anda belum tahu?
 

 Karena Anda memastikan Yesus makan makanan haram 
 sepanjang hidupnya maka saya tanya, apa makanan 
 yang diharamkan Alkitab belum / tidak pasti? Itu yang 
 saya tanya. 
 

 Jadi sebetulnya Anda tinggal jawab saja pasti atau tidaknya, 
 toh Anda mau ikuti Alkitab atau tidak bukan urusan siapa pun.
 Ngapain repot muter-muter sampe emosional kayak FPI.

 

 --- jonathangoeij@... wrote:
 
 Anda maunya apa toh? maunya orang kristen juga ada makanan halal haram? 
begitukah?
 

Kalau anda tanya apakah yg di kitab suci itu pasti dan abadi tidak pernah 
berubah, saya akan jawab tidak dan akan selalu berubah. Sepanjang yg saya baca 
dari halaman pertama sampai terakhir, dari Kejadian sampai Wahyu, terjadi 
perubahan2 perintah Allah yg berkembang sesuai dgn perkembangan nilai2/value 
dan budaya manusia yg terus berkembang.

--- ajegilelu@... wrote :
 

 Ya rapopo Anda memahami nomor 7:19 itu sesuai kemampuan Anda. Yang pasti  kan 
19 itu tidak ujug-ujug begitu saja tanpa 18, 17, 16, 15 dst.
 

 Perubahan ayat (juga dlm hukum, kontrak dll) biasanya dicantumkan, disebutkan, 
pada ayat bersangkutan, tidak pada ayat lain atau surat kontrak lain.
 

 Masalahnya di sini kan Anda maunya 7:19 ini 'pasti' sedangkan perintah pada 
Imamat 11 yang mengharamkan babi itu 'tidak pasti'.
 

--- jonathangoeij@... wrote:
 

 Sdh jelas alkitab menyebut "Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal"
 

 Perintah Tuhan dalam ayat Alkitab memang banyak berubah. 
 
--- ajegilelu@... wrote :

 Konteksnya adalah najis yang tanpa sengaja tertelan 
 bersama makanan (krn tangannya kotor misalnya). 
 Dalam situasi tertelan seperti itu, makanannya sendiri 
 ya tetap halal. Kecuali yang dimakan itu adalah makanan
 yang memang diharamkan.
 

 Nah, karena menyikapi ayat kitab suci ini sebagai 
 'kepastian', berarti ayat lain di kitab yang sama tentu bisa
 Anda sikapi sebagai 'kepastian' juga dong yah.
 

 
 --- jonathangoeij@... wrote:
 

 Alkitab dengan tegas mengatakan semua makanan halal. Penjelasan anda tentang 
najis yg tdk berkaitan dgn makanan halal haram adalah interpretasi anda saja, 
ya monggo saja interpretasi itu untuk anda. 

 7:18 http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=41&c=7&v=18 Maka jawab-Nya: 
"Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala 
sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, 7:19 
http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=41&c=7&v=19 karena bukan masuk ke 
dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian 
Ia menyatakan semua makanan halal.

 

 --- ajegilelu@... wrote :

 ----- repost -----
 From: ajeg 

 Sent: Saturday, March 24, 2018, 9:53:48 PM GMT+7
 

 Lebih menarik waktu Anda tumben bisa memastikan suatu
 masalah; kebetulan tentang Yesus yang Anda pastikan
 memakan makanan haram selama hidupnya. Padahal jelas 
 Alkitab mengharamkan sejumlah makanan, termasuk babi. 
 Ini kan sudah jadi rahasia umum, percuma ditutup-tutupi.
 

 Mengenai ajaran Yesus di bawah kalau dibaca baik-baik,
 dicermati betul-betul, maka kelihatan konteksnya adalah 
 tentang najis, bukan tentang makanan. Intinya, najis 
 yang masuk ke badan karena terbawa makanan. Akal sehat 
 pasti tidak membiarkan najis dimakan dengan sengaja. 
 Kalaupun tidak sengaja tertelan, tetap saja tidak membuat 
 si penelan menjadi orang yang najis. Lebih kurang seperti itu
 ajarannya. Ada<

(Message over 64 KB, truncated)






























Kirim email ke