----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>; Jonathan Goeij <[email protected]>Terkirim: 
Jumat, 30 Maret 2018 03.32.42 GMT+2Judul: Re: [GELORA45] Politikus PDIP: 
Kementerian Agama Bangsat Semua
     

Iyaa juga, ... kalau saja KEMENAG tidak juga bisa menyelesaikan masalah 
PENIPUAN travel Bodong ibadah UMRAH, bagaimana mana TIDAK membuat orang 
MARAAAH! Apalagi diikuti oleh sikap MA yang membuat tanda-tanya besar, ... 
betul-betul membuat bulu kuduk merinding! Apa jadinya negeri ini, kalau begitu. 
Lalu???   From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] Sent: Friday, 
March 30, 2018 5:22 AMTo: Yahoogroups Subject: [GELORA45] Politikus PDIP: 
Kementerian Agama Bangsat Semua   

 
Politikus PDIP: Kementerian Agama Bangsat Semua
 
|  
|  
|  
|  |   |

 |

 |
|  
|  |  
Politikus PDIP: Kementerian Agama Bangsat Semua
 
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) menyebut Kementerian Agama (Kemenag) bangsat. 
Hal itu terkait kinerja Kemenag me...
 |

 |

 |

  Marlen Sitompul | Rabu, 28/03/2018 20:12 WIB 
   
Politikus PDIP, Arteria Dahlan



Jakarta - Politikus PDI Perjuangan (PDIP) menyebut Kementerian Agama(Kemenag) 
bangsat. Hal itu terkait kinerja Kemenag menangani penipuan travel bodong dalam 
perjalanan ibadah umrah.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan nampak kesal terhadap 
Kemenag yang dinilai tidak sigap melakukan pencegahan kepada sejumlah travel 
yang menipu rakyat untuk berangkat ibadah umrah.

"Ini kementerian agama bangsat Pak semuanya, saya buka-bukaan Pak, saya ngomong 
sama Pak Menteri Agama sama Pak, malah dikatakan terimakasih Mas Arteri, saya 
diingatkan," kata Arteria, saat rapat kerja Kejaksaan Agung dengan Komisi III 
DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/3).

Seharusnya, kata Arteria, pemerintah khususnya aparat penegak hukum melakukan 
pencegahan. Sehingga, kejahatan penipuan atas perjalanan ibadah umrah tersebut 
tidak terjadi.

Selain Kemenag, Arteria juga mengkritisi Kementerian Pariwisata. Menurutnya, 
Kementerian Pariwisata tidak seharusnya menyalahkan rakyat yang menjadi korban 
penipuan.

"Kementeria n pariwisata sama pak, mana ada publik di republik ini yang 
disalahkan, kok kalian percaya ongkos umroh murah, terang saja kalian ditipu, 
itu yang saya katakan sakit," tegasnya.

Kata Arteria, pemerintah dan aparat penegak hukum seharusnya hadir dan proaktif 
dalam menyikapi sejumlah travel umroh bodong tersebut.

"Negara harus hadir di sini pak, begitu ada 13 juta, tanyain, kok kamu bisa 
jual 13 juta. Kejaksaan Agung seharusnya progresif melihat ke sana," tegas 
Arteria.

     

Kirim email ke