Maruf Amin Tantang Prabowo Tunjuk Hidung Elite yang Suka MenipuReporter:  
Friski RianaEditor:  Juli HantoroSelasa, 3 April 2018 07:46 WIB 
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesi KH Maruf Amin di sela Maulid Nabi Muhammad 
SAW oleh Majelis Rasulullah SAW di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat, 1 
Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin meminta Ketua Umum 
Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto langsung menunjuk nama elite 
yang disebutnya suka menipu. "Elitenya mana? Orangnya mana? Tunjuk saja. Yang 
bohongin publik mana? Jangan lempar begitu, yang kena siapa nanti. Jangan 
melempar tidak jelas. Tunjuk nama, tunjuk hidung," kata Maruf di kompleks 
Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 2 April 2018.

Maruf menyarankan kepada Prabowo agar tidak membuat pernyataan yang menimbulkan 
kegaduhan. Ketimbang menuding ada elite yang suka menipu, Maruf meminta Prabowo 
memberikan konsep dan pendapatnya dalam memajukan bangsa.

Baca juga: Prabowo Minta Sudrajat-Ahmad Syaiku Jalankan Revolusi Putih

Menurut dia, politik itu sebaiknya bukan diucapkan, tapi dilaksanakan dan 
dikerjakan. Karena itulah, Maruf mengaku lebih menyukai sosok Presiden Joko 
Widodo. "Makanya, saya suka beliau. Pak Jokowi itu yang penting kerja. Tidak 
usah mengucapkan. Politik itu kan sebaiknya tidak diucapkan, tapi dilaksanakan, 
dikerjakan. Jadi kerja, kerja, kerja gitu. Jadi, jangan bikin statement yang 
bikin gaduh saja," ucapnya.

Dalam safari politiknya di Jawa Barat, Prabowo menyampaikan ketidaksukaannya 
kepada elite politik sekarang, terutama elite Jakarta, karena banyak yang 
menipu. Menurut dia, semua terjadi karena mereka menerapkan paham 
neoliberalisme di Indonesia.

Prabowo sendiri sempat mengaku tertarik pada paham ini pada masa Orde Baru, 
ketika dia tergabung dalam Partai Golongan Karya. Di masa itu, pemerintah 
menggunakan pendekatan trickle down effect atau teori menetes ke bawah yang 
diperkenalkan Albert Otto Hirschman, pencetus paham neoliberalisme.

"Ternyata paham itu bohong. Kesejahteraan enggak netes-netes ke bawah, malah 
dibawa ke luar negeri oleh elite," ujar Prabowo.

Baca juga: Puan Maharani Akan Temui Prabowo Subianto

Prabowo menegaskan, sebagai mantan komandan, ia bisa melihat mana elite yang 
tulus dan mana yang penipu. Namun yang sering ditemuinya kebanyakan penipu. 
"Saya lihat muka elite Jakarta penuh tipu. Saya mantan komandan sejak muda. 
Saya terbiasa baca tampang anak buah hingga saya bisa tahu tampang penipu," 
tutur mantan Komandan Jenderal Kopassus itu. "Siapa elite itu? Elite itu 
pimpinan. Saya juga elite. Bedanya, saya elite sadar, sudah tobat, dan setia."

Para elite penipu itu, kata Prabowo, secara sistemik telah melanggar Pasal 33 
UUD 1945. "Padahal ini pasal kunci. Kalau saja kita taat, Indonesia sudah kaya 
raya," ucapnya.

Kirim email ke