https://nasional.tempo.co/read/1084103/santri-sesalkan-amien-rais-yang-jadikan-agama-alat-propaganda
Santri Sesalkan Amien Rais yang Jadikan Agama
Alat Propaganda
Reporter:
Wasiul Ulum (Kontributor)
Editor:
Widiarsi Agustina
Minggu, 29 April 2018 10:38 WIB
Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menjawab
pertanyaan awak media sebelum menghadiri audiensi bersama Pansus Hak
Angket KPK di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta
Pusat, 19 Juli 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto
<https://statik.tempo.co/data/2017/07/19/id_624771/624771_620.jpg>
Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menjawab
pertanyaan awak media sebelum menghadiri audiensi bersama Pansus Hak
Angket KPK di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta
Pusat, 19 Juli 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Ratusan ulama dan santri yang tergabung dalam
Santri Militan Jokowi (Samijo) Banten mendeklarasikan dukungan
untuk Jokowi dua periode. Acara deklarasi dilaksanakan di Pondok
Pesantren Modern Al-Khaf, perumahan griya Kramatwatu, Kabupaten Serang,
Jumat, 27 April 2018. Mereka juga mengecam pernyataan Ketua Dewan
Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais
<https://www.tempo.co/tag/amien-rais>.
Koordinator Samijo, Ibnu Baliran Ali, mengatakan Samijo siap mendukung
Presiden Joko Widodo pada pilpres 2019 karena dinilai program Jokowi
pro-santri. Selain untuk memenangkan Jokowi, Samijo dibentuk sebagai
respons dari masih maraknya isu agama yang terus dibawa ke ranah politik.
Baca:
Amien Rais Akan Terima Hasil Pilpres 2019...
<https://nasional.tempo.co/read/1083105/amien-rais-akan-terima-hasil-pilpres-2019-syaratnya>Relawan
Jokowi Cemaskan Pernyataan Amien
<https://nasional.tempo.co/read/1082153/relawan-jokowi-cemaskan-pernyataan-amien-rais-picu-perpecahan>
Menurut Ibnu, alasan para santri dan ulama mendukung Jokowi menjadi
presiden dua periode karena Jokowi adalah pemimpin yang santun terhadap
ulama dan santri. "Beliau adalah sosok yang santun. Setiap bertemu
selalu membungkukkan badan dan mencium tangan guru-guru kita," kata
Ibnu, Jumat, 27 April.
Ibnu juga menyayangkan pernyataan politikus PAN, Amien Rais, yang
menyatakan partai politik di Indonesia terbagi dalam dua kategori, yakni
partai Allah (/hizbullah/) dan partai setan (/hizbusyaiton/). Menurut
Ibnu, sebagai politikus senior Amien Rais tidak seharusnya membuat
pernyataan yang memantik kegaduhan nasional. “Jadi sangat jelas Pak
Amien Rais telah menjadikan agama sebagai alat propaganda politik,” kata
Ibnu menegaskan.
Ibnu mengatakan, untuk menjadikan negara ini besar dan kuat, harus ada
sinergisitas seluruh elemen bangsa dengan pemerintah. "Kerja sama ulama
dan /umaro/ sangat penting. Keduanya harus terus beriringan, saling
mengisi, menguatkan satu sama lain, bukan justru dipecah-belah oleh
pernyataan-pernyataan yang provokatif, negatif, mencibir, fitnah, dan
bahkan menjatuhkan," ujar Ibnu.
Selain itu, Ibnu melanjutkan, salah satu kebijakan Jokowi yang
memuliakan santri dan ulama, yakni telah ditetapkannya tanggal 22
Oktober sebagai Hari Santri Nasional. "Adalah tidak benar Jokowi
difitnah jauh dari ulama, benci dengan umat Islam. Dalam beberapa
kesempatan Jokowi meluangkan waktu bertemu ulama, /habaib/, dan para
santri. Sikap Jokowi pun sangat santun terhadap ulama," katanya.
Baca:
Bertemu Amien Rais, Fadli Zon Yakin PAN Akan Dukung Prabowo
<https://nasional.tempo.co/read/1083564/bertemu-amien-rais-fadli-zon-yakin-pan-akan-dukung-prabowo>
*WASI’UL ULUM*