Setahu saya, pada jaman Mao tidak ada pelarangan resmi terhadap Khong Hu Cu,
tapi dalam proses pembangunan dan pendidikan sosialis itu sendiri, dan kemudian
dalam RBKP, selangkah demi selangkah rakyat disadarkan, dan orang yang sudah
sadar tak perlu dipaksa untuk meninggalkan kepercayaannya. Tidakada penindasan
terhadap mereka yang masih percaya pada Khong Hu Cu. Ya, memang, seperti yang
kamu bilang Konghucu itu mengajarkan ketundukan pada ayah-atasan-otoritas.
Sebaliknya pada jaman RBKP Mao justru berseru "Berontak dibenarkan!". Mao
dikenal sebagai pemimpin yang selalu berusaha mencapai tujuannya dengan melalui
pekerjaan ideologi, bukan dengan penindasan. Karena soal kepercayaan, seperti
juga kebiasaan dan mentalitas feodal tidak bisa dihapuskan dengan undang-undang
atau paksaan. Han dongping menceritakan bagaimana RBKP berpengaruh dalam
mengubah mentalitas dan kebiasaan dalam keluarganya sendiri. Kekuasaan
kapitalis-imperialis Tkk sekarang mendorong kembalinya Konghucu karena memang
diperlukan dan menguntungkan rezimnya. Kepercayaan/agama (yang menyolok
kepercayaan katolik di AL) dalam sejarah perkembangan masyarakat, hampir selalu
berpihak kepada mereka yang berkuasa.
On Thursday, May 10, 2018 5:31 PM, Jonathan Goeij <[email protected]>
wrote:
Ajaran Khong Hu Cu juga pernah dilarang di Tiongkok tetapi kemudian
diperbolehkan lagi, hal ini karena pada awalnya pemerintah Tiongkok melihat
Khong Hu Cu sebagai peninggalan Feodalisme dan nilai2nya banyak berisi
kesetiaan rakyat pada rajanya tetapi kemudian diperbolehkan lagi mungkin karena
(ini menurut saya) kesetiaan pada raja itu bisa dengan gampang
dialihkan/dibelokkan jadi kesetiaan pada pemerintah yang berkuasa.
Hal sama dalam hal "kesetiaan membuta pada pemerintah" juga seringkali disalah
gunakan dalam kekristenan seperti misalnya sering mengambil ayat2 yg intinya
pemerintah adalah pilihan Alllah dan semacamnya begitu.
Tetapi yg saya sebutkan diatas bukan berarti ajaran Khong Hu Cu ataupun
Christianity jelek, karena pada dasarnya ajaran apapun bisa disalah gunakan utk
kepentingan politik, mengutip ucapan Ahok "dibohongi pakai..."
On Thursday, May 10, 2018, 8:06:40 AM PDT, Tatiana Lukman
<[email protected]> wrote:
Hi Jonathan, soalnya saya berhadapan dengan Chan yang sama dengan Trump dalam
soal perdebatan. Trump akan terus ngoceh tentang Iran, Suriah, Hizbolah dsb
sebagai sumber kejahatan paling keji di dunia ini...tak akan pernah dia mau
melihat apalagi mengakui kenyataan yang jelas ada di depan mata tentang
kejahatan AS sebagai kekuatan teroris nomer satu di dunia. Sama dengan si
Chan!! Satu gerobakpun penelitian dan pendapat yang dibuat puluhan orang di
dunia tentang Tiongkok kapitalis-imperialis, tak akan pernah dia percaya....
Ratusan berita tentang kondisi kerja dan hidup buruk kaum buruh Tiongkok,
tidak akan pernah membuka matanya dan membuatnya mengakui kenyataan itu.
Apalagi kalau berita itu datang dari Falonggong!!! cukup untuk bilang itu
berita bohong!! Falongong termasuk golongan yang dipersekusi di Tkk, bukan???
Apakah lebih baik jadi pengikut dan penyembah Konghucu dari pada pengikut
Falonggong? Karena pengikut Konghucu tidak dipersekusi....Saya tidak tahu
secara moral dan mental yang mana yang lebih konservatif dan membahayakan,
kepercayaan Konghucu atau Falonggong???Yang jelas pada tahap perjuangan melawan
feodalisme dan jaman Mao, konghucuisme menjadi salah satu musuh di bidang
mental-moral. Apakah di kalangan kaum kapitalis birokrat dan komprador tidak
ada yang ikut Falonggong?
On Thursday, May 10, 2018 4:42 PM, "Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
Saya kok tidak melihat berita di Epoch Time tidak benar atau misleading,
bahkan kalau dibanding media pemerintah masih jauh lebih baik karena media
pemerintah banyak propaganda dan sensor. Sementara berita yg dimuat di Epoch
Time justru bebas dari sensor pemerintah.
Sebagai media yg didirikan practitioners Falun Gong sudah tentu banyak opini yg
dibentuk dari sudut pandang Falun Gong, hal ini normal saja dan baik, sebagai
pembaca kita selayaknya bisa membedakan antara fakta/berita dan opini/pandangan
redaksi. Di media di Indonesia juga kita bisa melihat banyak pandangan yg
berbeda, pandangan redaksi di Kompas tidak sama dengan Republika misalnya dan
itu normal saja.
---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :
Apa berita tentang pabrik pembuat komponen Apple juga berasal dari pengikut
Falong gong?
Workers at an Apple manufacturing plant in China complained about poor working
conditions and exposure to noxious chemicals
On Thursday, May 10, 2018 2:20 PM, "kh djie djiekh@... [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Epoch Times - Wikipedia
https://en.wikipedia.org/wiki/Epoch_Times
-
-
Vertaal deze paginaEpoch Times is a multi-language newspaper headquartered in
New York City. The company was founded in 2000 by John Tang and a group of
Chinese- American Falun Gong practitioners. The newspaper covers general
interest topics with a focus on news about China and human rights issues there.
It draws from a ..