Ha...ha...ha ini lagi orang yang malas belajar tapi sok tahu. Orang macam 
inilah yang sebetulnya patut dijuluki "katak dalam tempurung", selalu 
menganggap pikirannyalah yang "orisinil" karena hanya bersandar pada pikiran 
subjektifnya sendiri. Sedangkan orang lain yang mengajukan referensi atau 
pendapat peneliti, atau organisasi lain, lantas dicapnya "tidak bisa berpikir 
sendiri"... Sekarang menuduh orang lain seolah-olah tidak bisa menjawab apa itu 
revisionisme alias plonga plongo!!! Padahal dirinya sendiri yang plonga plongo, 
lantas dianggapnya orang lain seperti dirinya!!!! Berjibun penelitian dan buku 
ditulis tentang revisionisme dan menjelaskannya. Tapi siapa yang mau membaca 
tulisan dan buku-buku itu??? Dirinya bisa berkelit, "saya bukan kutu buku"!!! 
Karena menganggap dirinya pintar, maka tak perlu baca!! Sudah menjadi 
pengetahuan umum orang yang menentang revisionisme, kontan dituduh dogmatis!! 
Itu bukan hal baru!!!Padahal justru orang-orang yang dituduh dogmatis itu 
mempelajari bagaimana Marxisme-Leninisme dikembangkan oleh Mao dan oleh karena 
itu di dunia semakin banyak orang dan organisasi politik yang mengakui Fikiran 
Mao Tsedong atau Maoisme sebagai pengembangan lebih lanjut dari 
Marxisme-Leninisme. Tapi orang-orang revisionis-reformis yang sudah tentu tidak 
akan pernah mengakui dirinya revisionis, pasti langsung akan menunjuk pada 
"dosa-dosa" Mao (terburu-buru membangun sosialisme, kebijakan Maju Lompat 
Kedepan, RBKP, etc) seperti yang dilakukan para pemimpin revisionis-kapitalis 
Tiongkok dan agen serta cecunguknya. Orang-orang revisionis-reformis tidak akan 
mau belajar dan memahami mengapa Mao melancarkan RBKP dan apa yang terjadi 
sebenarnya dalam RBKP itu. Alih-alih mempelajari dan membaca penelitian banyak 
sejarawan tentang RBKP, yang dikerjakan hanya mengunyah-ngunyah propaganda yang 
disebarkan para pemimpin revisionis tiongkok dan kaum borjuasi!!! Kalau dirinya 
mengakui bahwa DP dibawah kepemimpinan Partai yang sudah menjadi revisionis 
berubah wataknya menjadi Kediktaturan Borjuasi Baru, maka tidak bisa lagi 
mengatakan bahwa DP lah yang menyebabkan keruntuhan sosialisme!!! Tapi dirinya 
melihat bahwa itu adalah hasil dari watak manusia yang tak bisa diubah !!! 
Artinya, sebetulnya dirinya adalah penganut filsafat idealisme yang 
bertentangan dengan mereka yang menganut materialisme!! Ya jelaslah orang yang 
menganut dua faham filsafat yang bertolak belakang TIDAK AKAN PERNAH SAMA 
PENDAPAT DAN PANDANGANNYA DALAM MELIHAT DAN MENGANALISA SEGALA GEJALA SOSIAL, 
POLITIK DAN EKONOMI!!! 

    On Sunday, May 20, 2018 10:25 AM, "iwamardi [email protected] [temu_eropa]" 
<[email protected]> wrote:
 

     
Sebelumnya saya minta maaf, karena (relativ) lama tidak mengunjungi milis2 
dimana saya anggotanya, jadi lama tidak membaca reaksi2 atas tulisan2 saya. di 
temu eropa , nasional-list dan RKB.

** Pertama: soal DP vs. DB.....ada yg bercontra-argumentasi, bhw. DP yg 
dipegang kaum revisionist itu bukan DP lagi.....dlm hal ini ada benarnya 
pendapat itu. Tapi persoalanya bukan itu, sebab saya juga menulis DP akhirnya 
selalu bermetamorphose menjadi DBB (diktatur borjuis baru) !  Ini phenomen UMUM 
yg terlihat didalam praktek selama lebih dari 70 tahun experiment existensi 
negeri2 sosialis orthodox (atau halusnya klassik) . Tak bisa lain. 
Mungkin buat kaum dogmatis dan sok "kiri" , dibawah ini adalah satu jawaban 
(argumentasi) terakhir dan paling gampang: benteng sosialis runtuh satu persatu 
(hanya) karena Revisionisme. Titik ! Selesai !   
Kalau ditanya mengapa terjadi revisionisme ? Ya plonga plongo lah....wong 
namanya dogmatis, jadi uthak uthek ya itu2 saja.....Tidak mau bertanya ps diri 
sendiri : "mengapa?, mengapa?, .....mengapa" dst.
Sejak semula saya kemukakan, terjadinya revisionisme (yg buruk) itu justru  
karena prinsip DP itu sendiri, yg tidak memungkinkan rakyat (bawahan, kelas 
buruh & tani)  utk mengkontrol pikiran2 & langkah2 pimpinan yg karena kekuasaan 
tak terbatas berkat DP, telah be-evolusi menjadi klik penguasa DBB(dikt. borj. 
baru) itu ! Mengapa negeri2 sosialis klassik ambruk semua ? Karena semua bentuk 
kontradiksi (perbedaan2) intern telah ditindas & dibunuh oleh klik pimpinan 
negeri2 sos-orth . itu, walaupun usul2 atau koreksi2 itu tulus&jujur demi 
kemajuan sosialisme, tapi "sayang" tidak sesuai kepentingan klik pimpinan 
!Dimana tidak ada lagi kontradiksi intern suatu materi, yg menjadi motor gerak 
materi itu, maka materi itu akan diam alias tidak berkembang alias mati !!! 
Begitulah urut2annya...Jadi kalau seseorang mangaku tahu dialektika, dia harus 
menggunakannya dalam menganalisa segala hal , bahkan menggunakannya secara 
praktis didalam kehidupannya sehari2 , bukan hanya bla bla bla alias (anak 
sekarang menamakannya...) asbun (asal bunyi)  !

** Kedua: Keempat2nya penyakit mental (mental disease) yg tersebut di Subject 
diatas itu tidak baik buat kesehatan manusia, hindarilah !
Dg. berita dibawah ini,dimana Kim telah dg gamblang mau mempelajari dan belajar 
dari reformasi RRT, tentulah para pengidam penyakit mental itu bisa berpeluang 
menurunkan taraf (tingkat) sakitnya dg "tenaga dalam" nya sendiri( ini sangat 
dialektis), bukan dari melulu dari faktor luar(pengobatan dokter 
dll.).....sukur2 bisa sembuh....Tapi asal jangan malah kambuh, makin merasa 
kecelik, makin frustasi , makin depresiv, makin stress....sampai dokterpun tak 
mampu lagi mengobatinya....Dg pengalaman2 orang lain selama lebih dari 70 
tahun, si cerdik Kim ini telah secara dialektis menyimpulkan keharusan adanya 
reformasi dibidang ekonomi sehingga soaialisme bisa terwujud nyata,rakyat makin 
lama makin puas akan kehidupannya....secara kongkrit (!) , bukan sekedar hanya 
dalam laporan2 partai saja yg memupuri segala borok2 kegagalan. Dan saya 
percaya, dlm kurun waktu beberapa dekade saja, Korut dg reformasinya akan 
meloncat kedepan dg mega langkah menyaingi Korsel (bila belum bisa bersatu !). 
Disini Kim akan membuat revisi(reformasi) yg baik, artinya sesuai berjalannya 
waktu dan berubahnya ruang.  Boleh saja nantinya kaum dogmatis akhirnya dari 
pemuja berat menjadi musuh bebuyutan Kim Jong Un, atas alasan Kim sudah menjadi 
revisionist !  Kita lihat saja ya nanti !

Marxisme itu bukan barang mati, dia akan maju terus, mengkoreksi apa yg salah 
dan menambah apa yg kurang menurut hukum perkembangan alam   dalam kerangka 
dimensi ruang dan waktu !  Ini sudah tentu !


North Korean officials visit China to learn about economic reform

| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
North Korean officials visit China to learn about economic reform
Didi Tang, BeijingSenior North Korean officials are in China this week to learn 
about economic development and further restore rel... |

 |

 |



  #yiv6133453220 #yiv6133453220 -- #yiv6133453220ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220ygrp-mkp #yiv6133453220hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-mkp #yiv6133453220ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-mkp .yiv6133453220ad 
{padding:0 0;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-mkp .yiv6133453220ad p 
{margin:0;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-mkp .yiv6133453220ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-sponsor 
#yiv6133453220ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220ygrp-sponsor #yiv6133453220ygrp-lc #yiv6133453220hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220ygrp-sponsor #yiv6133453220ygrp-lc .yiv6133453220ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6133453220 #yiv6133453220actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6133453220
 #yiv6133453220activity span {font-weight:700;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv6133453220 #yiv6133453220activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6133453220 #yiv6133453220activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv6133453220 #yiv6133453220activity span 
.yiv6133453220underline {text-decoration:underline;}#yiv6133453220 
.yiv6133453220attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv6133453220 .yiv6133453220attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv6133453220 .yiv6133453220attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6133453220 .yiv6133453220attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6133453220 .yiv6133453220attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv6133453220 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv6133453220 .yiv6133453220bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6133453220 
.yiv6133453220bold a {text-decoration:none;}#yiv6133453220 dd.yiv6133453220last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6133453220 dd.yiv6133453220last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6133453220 
dd.yiv6133453220last p span.yiv6133453220yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv6133453220 div.yiv6133453220attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv6133453220 div.yiv6133453220attach-table 
{width:400px;}#yiv6133453220 div.yiv6133453220file-title a, #yiv6133453220 
div.yiv6133453220file-title a:active, #yiv6133453220 
div.yiv6133453220file-title a:hover, #yiv6133453220 div.yiv6133453220file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6133453220 div.yiv6133453220photo-title a, 
#yiv6133453220 div.yiv6133453220photo-title a:active, #yiv6133453220 
div.yiv6133453220photo-title a:hover, #yiv6133453220 
div.yiv6133453220photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6133453220 
div#yiv6133453220ygrp-mlmsg #yiv6133453220ygrp-msg p a 
span.yiv6133453220yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6133453220 
.yiv6133453220green {color:#628c2a;}#yiv6133453220 .yiv6133453220MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv6133453220 o {font-size:0;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220photos div {float:left;width:72px;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6133453220
 #yiv6133453220reco-category {font-size:77%;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220reco-desc {font-size:77%;}#yiv6133453220 .yiv6133453220replbq 
{margin:4px;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220ygrp-mlmsg select, #yiv6133453220 input, #yiv6133453220 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220ygrp-mlmsg pre, #yiv6133453220 code {font:115% 
monospace;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-mlmsg #yiv6133453220logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-msg 
p#yiv6133453220attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220ygrp-reco #yiv6133453220reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-sponsor 
#yiv6133453220ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220ygrp-sponsor #yiv6133453220ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220ygrp-sponsor #yiv6133453220ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv6133453220 #yiv6133453220ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6133453220 
#yiv6133453220ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv6133453220 

   

Kirim email ke