https://news.detik.com/internasional/d-4171115/turki-ancam-balas-as-jika-ada-sanksi-tambahan?_ga=2.66227944.758982744.1534515663-1433531844.1534515656
Jumat 17 Agustus 2018, 17:45 WIB
Turki Ancam Balas AS Jika Ada Sanksi
Tambahan
Novi Christiastuti - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/internasional/d-4171115/turki-ancam-balas-as-jika-ada-sanksi-tambahan?_ga=2.66227944.758982744.1534515663-1433531844.1534515656#>
Tweet
<https://news.detik.com/internasional/d-4171115/turki-ancam-balas-as-jika-ada-sanksi-tambahan?_ga=2.66227944.758982744.1534515663-1433531844.1534515656#>
Share *0*
<https://news.detik.com/internasional/d-4171115/turki-ancam-balas-as-jika-ada-sanksi-tambahan?_ga=2.66227944.758982744.1534515663-1433531844.1534515656#>
6 komentar
<https://news.detik.com/internasional/d-4171115/turki-ancam-balas-as-jika-ada-sanksi-tambahan?_ga=2.66227944.758982744.1534515663-1433531844.1534515656#>
Turki Ancam Balas AS Jika Ada Sanksi Tambahan Ilustrasi (REUTERS/Umit
Bektas)
<https://news.detik.com/internasional/d-4171115/turki-ancam-balas-as-jika-ada-sanksi-tambahan?_ga=2.66227944.758982744.1534515663-1433531844.1534515656#><https://news.detik.com/internasional/d-4171115/turki-ancam-balas-as-jika-ada-sanksi-tambahan?_ga=2.66227944.758982744.1534515663-1433531844.1534515656#><https://news.detik.com/internasional/d-4171115/turki-ancam-balas-as-jika-ada-sanksi-tambahan?_ga=2.66227944.758982744.1534515663-1433531844.1534515656#><https://news.detik.com/internasional/d-4171115/turki-ancam-balas-as-jika-ada-sanksi-tambahan?_ga=2.66227944.758982744.1534515663-1433531844.1534515656#>
*Ankara* - Pemerintah Turki <https://www.detik.com/tag/turki> tidak
takut dengan ancaman Amerika Serikat
<https://www.detik.com/tag/amerika-serikat> (AS) yang akan menjatuhkan
lebih banyak sanksi jika pendeta AS Andrew Brunson tidak juga
dibebaskan. Turki malah balik mengancam akan membalas AS jika sanksi
tambahan dijatuhkan terhadapnya.
"Kami telah mulai merespons berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan
Dunia (WTO) dan akan terus melanjutkannya," tegas Menteri Perdagangan
Turki, Muhsar Pekcan, seperti dikutip kantor berita /Anadolu Agency/ dan
dilansir /AFP/, Jumat (17/8/2018).
Otoritas AS, melalui Menteri Keuangan Steven Mnuchin, sebelumnya
mengancam akan menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Turki jika
pendeta Brunson, tidak segera dibebaskan. Dalam rapat kabinet, Mnuchin
menyatakan rentetan sanksi akan segera datang untuk Turki.
"Kita telah menjatuhkan sanksi-sanksi terhadap sejumlah anggota kabinet
mereka (Turki-red)," ucap Mnuchin. "Kita memiliki lebih banyak lagi
(sanksi-red), yang kita rencanakan akan kita jatuhkan jika mereka tidak
membebaskannya segera," tegas Mnuchin, merujuk pada pendeta Brunson.
*Baca juga: *AS ke Turki: Lebih Banyak Sanksi Jika Pendeta Brunson Tak
Bebas
<https://news.detik.com/read/2018/08/17/130743/4170771/1148/as-ke-turki-lebih-banyak-sanksi-jika-pendeta-brunson-tak-bebas>
Presiden AS Donald Trump menanggapi pernyataan Munchin itu dengan
menyebut Turki tidak pernah menjadi teman yang baik untuk AS. Dia
menyebut pendeta Brunson sebagai 'pria yang sangat tidak bersalah'. Via
akun Twitter-nya, Trump kemudian menyebut pendeta Brunson yang ditahan
sejak tahun 2016, sebagai 'patriot hebat' yang menjadi 'sandera'.
Pendeta Brunson ditangkap Turki pada Oktober 2016. Dia dituding membantu
organisasi pimpinan ulama Fethullah Gulen, yang bermukim di AS dan
dituding mendalangi upaya kudeta terhadap Erdogan tahun 2016 lalu. Dia
juga didakwa mendukung kelompok Kurdi terlarang, Partai Pekerja
Kurdistan (PKK) yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh
pemerintah Turki dan AS. Brunson telah membantah tuduhan-tuduhan itu.
Setelah mendekam di penjara Turki selama 21 bulan, Brunson ditetapkan
sebagai tahanan rumah pada 25 Juli lalu. Pengadilan Turki mewajibkan
Brunson selalu memakai gelang elektronik dan melarangnya bepergian ke
luar Turki. Brunson sempat dua kali mengajukan banding untuk bebas dari
tahanan rumah, namun ditolak pengadilan Turki.
AS berulang kali menyerukan agar Turki membebaskan pendeta Brunson,
namun tidak digubris. Sanksi ekonomi terhadap dua menteri Turki --
Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul dan Menteri Dalam Negeri Turki
Suleyman Soylu lantas dijatuhkan AS.
*Baca juga: *Turki Tolak Banding Pendeta AS untuk Bebas dari Tahanan
Rumah
<https://news.detik.com/read/2018/08/15/164040/4167811/1148/turki-tolak-banding-pendeta-as-untuk-bebas-dari-tahanan-rumah>
Tak hanya itu, AS juga melipatgandakan tarif impor baja dan aluminium
terhadap Turki. Berbagai tekanan yang diberikan AS terhadap Turki itu
berdampak besar pada mata uang Turki, Lira, yang sempat terjun bebas
pekan lalu.