*Selama ini untuk menutup defisit APBN rezim neo-Mojopahit maka diminta
kredit dari institusi keuangan internasional dan/atau sebahagiannya
diadakan penjualan obligasi negara (Bond). Kalau dalam APBN termasuk
pembayaran bunga hutan dan bunganya (bunga berbunga), jadi bisa saja
disuarakn hutan dicicil, cuma saja hutang negara neo-Mojopahit ini tetap
bertambah, catatan sampai dengan bulan Juli, 2018 sudah mncapai Rp 4.200
Triliun. *


*Bukan kalau hutang dicicil berarti hutang berkurang tiap tahun, tetapi
sebaliknya beban hutang bertambah. Agaknya tidak keliru cara cicil hutang a
la neo-Mojopahit ini kurang lebih seperti anak kecil bermain gali lubang
tutup lubang. Ada yang berpendapat lain silahkan koreksi komentar ini.
Amin.*




https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169445/ini-sumber-utang-ri-yang-dicicil-pemerintah-rp-400-triliun



Ini Sumber Utang RI yang Dicicil Pemerintah Rp 400 Triliun

Danang Sugianto - detikFinance


Foto: Rachman Haryanto

<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169445/ini-sumber-utang-ri-yang-dicicil-pemerintah-rp-400-triliun#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169445/ini-sumber-utang-ri-yang-dicicil-pemerintah-rp-400-triliun#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169445/ini-sumber-utang-ri-yang-dicicil-pemerintah-rp-400-triliun#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169445/ini-sumber-utang-ri-yang-dicicil-pemerintah-rp-400-triliun#komentar>

*Jakarta* - Jumlah utang pemerintah Indonesia kembali menjadi sorotan. Kali
ini giliran Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan yang
menyebut utang RI sudah di luar batas kewajaran.

Utang pemerintah saat ini sudah di atas Rp 4 ribu triliun. Sumbernya pun
bermacam-macam baik utang bilateral, multilateral hingga surat utang.

*detikFinance* merangkum sumber utang pemerintah berdasarkan data utang
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 3 bulan terakhir. Menurut data Kemenkeu,
Total utang pemerintah per* Mei 2018* sebesar Rp 4.169,09 triliun berasal
dari pinjaman yang nilainya Rp 767,82 triliun. Dalam pinjaman terdapat yang
sifatnya bilateral Rp 322,01 triliun, multilateral Rp 397,80 triliun,
komersial Rp 41,38 triliun, dan supplier sebesar Rp 1,22 triliun. Lalu ada
juga yang berasal dari pinjaman dalam negeri yang sebesar 5,40 triliun.



*Baca juga: *RI Cicil Utang Rp 400 T, Zulkifli Hasan: Di Luar Batas
Kewajaran
<https://finance.detik.com/read/2018/08/16/095742/4168782/4/ri-cicil-utang-rp-400-t-zulkifli-hasan-di-luar-batas-kewajaran>


Selanjutnya utang yang berasal dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp
3.401,77 triliun, yang terdiri dari SBN berdenominasi rupiah sebesar Rp
2.408,40 triliun dan denominasi valas sebesar Rp 766,63 triliun.

di *Juni 2018* total utang pemerintah pusat tercatat Rp 4.227,7 triliun
tumbuh 14,06% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari laporan
APBN KiTa disebutkan pinjaman Rp 785,13 triliun tumbuh 7,99% year on year
(yoy). Dari komponen tersebut, pinjaman luar negeri tercatat Rp 779,81
triliun tumbuh 8,03%.

*Baca juga: *Zulkifli Hasan Kritik Utang Dicicil Rp 400 T, Ini Data Utang RI
<https://finance.detik.com/read/2018/08/16/124252/4169132/4/zulkifli-hasan-kritik-utang-dicicil-rp-400-t-ini-data-utang-ri>


Dirinci lebih jauh, pinjaman bilateral sebesar Rp 324,76 triliun tumbuh
4,45%, pinjaman multilateral Rp 409,89 triliun, pinjaman komersial Rp 43,81
triliun, pinjaman supplier Rp 1,34 triliun. Untuk pinjaman dalam negeri
tercatat Rp 5,33 triliun tumbuh 2,82%.

Selanjutnya, untuk komposisi utang dari surat berharga negara (SBN)
tercatat Rp 3.442,64 triliun tumbuh 15,54% yoy. Untuk SBN ini dengan
denominasi rupiah tercatat Rp 2.419,67 triliun tumbuh 10,62%. Lalu untuk
surat berharga syariah negara Rp 391 triliun tumbuh 16,12%.

Untuk utang denominasi valas tercatat Rp 1.022,91 triliun tumbuh 29,15%.
Terbagi dalam surat utang negara (SUN) Rp 799,71 triliun dan SBSN Rp 223,26
triliun tumbuh 34,1%.

*Baca juga: *Ketua MPR Kritik Pemerintah di Sidang Tahunan, Ini Kata Ketua
DPR
<https://news.detik.com/read/2018/08/16/131555/4169208/10/ketua-mpr-kritik-pemerintah-di-sidang-tahunan-ini-kata-ketua-dpr>


total utang pemerintah pusat periode *Juli 2018* tercatat Rp 4.253,02
triliun. Angka itu tumbuh 12,51% secara year on year (yoy). Utang itu
setara dengan rasio utang 29,75% terhadap PDB.

Komposisi utang tersebut terdiri dari pinjaman bilateral sebesar Rp 323,79
triliun yang tumbuh 6,8% atau dengan persentase sebesar 7,61% dari
keseluruhan pinjaman. Kemudian pinjaman multilateral tercatat Rp 411,19
triliun tumbuh 10,77% atau sebanyak 9,67% dari total pinjaman.

Ada juga pinjaman komersial sebesar Rp 43,32 triliun minus 0,87% atau
sebesar 1,02% dari total pinjaman. Lalu ada pinjaman suppliers sebesar Rp
1,04 triliun atau tumbuh 56,32% dengan persentase 0,03%.

Lebih jauh juga ada pinjaman dalam negeri sebesar Rp 5,79 triliun atau
tumbuh 48,28% atau sebesar 0,03%.

Pinjaman dari surat berharga negara yang berdenominasi rupiah seperti surat
utang negara (SUN) tercatat Rp 2.155,85 triliun tumbuh 10,58% atau sebanyak
50,69% dari total pinjaman. Selanjutnya surat berharga syariah negara yang
sebesar Rp 518,67 triliun yang tumbuh 24,88% atau sebesar 12,20%.

Sedangkan untuk surat berharga negara berdenominasi valas atau SUN valas
tercatat Rp 692,11 triliun tumbuh 17,95% atau sebanyak 16,27% dari total
pinjaman. Kemudian SBSN denominasi valas tercatat Rp 100,89 triliun atau
tumbuh 8,18% yoy atau sebesar 2,37% dari keseluruhan pinjaman. *(das/hns)*

Kirim email ke