TKI Taiwan borong penghargaan pidato berbahasa Mandarin
Senin, 26 November 2018 08:04 WIB
TKI Taiwan borong penghargaan pidato berbahasa Mandarin
Para TKI yang menjadi juara lomba pidato berbahasa Mandarin di Taipei,
Taiwan, Minggu (25/11/2018) (KDEI Taipei)
Saya ingin mengenalkan betapa Indonesia sangat luas, tidak hanya Jawa
Beijing, (ANTARA News) - Tiga tenaga kerja Indonesia di Taiwan berhasil
memborong penghargaan utama lomba pidato berbahasa Mandarin di Taipei,
Minggu.
Selain menerima piala, ketiga TKI tersebut juga berhak atas hadiah utama
bernilai jutaan rupiah, demikian keterangan tertulis Kantor Dagang dan
Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei kepada Antara di Beijing, Senin.
Ketiga TKI yang berprestasi itu adalah Dessy Riana sebagai juara pertama
disusul Ucik Prasetyaningsih dan Herpianti Togatorop, masing-masing
sebagai juara kedua dan ketiga.
Mereka berhasil menyingkirkan lebih dari 50 peserta tenaga kerja asing
lainnya dari Vietnam dan Filipina.
Dalam lomba tersebut, Dessy Riana mengambil tema pidato berjudul
"Kampung Halamanku" yang menggambarkan akulturasi budaya Indonesia dan
Tionghoa di Palembang, Sumatra Selatan.
"Banyak kebudayaan di Palembang yang dipengaruhi kebudayaan Tionghoa,
mulai dari kuliner, pakaian, hingga tempat ibadah," kata TKI asal
Palembang yang sudah delapan tahun bekerja di Taiwan.
Perempuan yang bekerja sebagai perawat itu melengkapi pidatonya dengan
gambar-gambar pendukung tentang budaya masyarakat Palembang yang
dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.
Penampilan Dessy mampu memikat hati dewan juri sehingga dia berhak atas
piala dan uang tunai sebesar 20.000 dolar Taiwan atauu sekitar Rp9,4 juta.
Sementara Ucik Prasetyaningsih mengangkat tema batik dalam lomba pidato
berbahasa Mandarin itu.
"Batik di mata saya laksana lukisan yang sangat indah," ujar perempuan
yang mengaku hadiah uang tunai yang diterimanya sebesar 15.000 dolar
Taiwan atau sekitar Rp7,05 juta itu akan dibelikan televisi untuk orang
tuanya di kampung halamannya di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, itu.
Herpianti Togatorop tampil di depan dewan juri dan penonton dengan
mengenakan busana khas Batak Toba.
Pakaian yang dikenakan sesuai dengan tema pidatonya tentang Danau Toba
di Sumatra Utara.
"Saya ingin mengenalkan betapa Indonesia sangat luas, tidak hanya Jawa,"
kata juara ketiga yang berhak membawa pulang piala dan uang tunai 12.000
dolar Taiwan atau sekitar Rp5,64 juta.
Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei Sri Indah Wijayanti merasa bangga
atas prestasi yang diraih para TKI tersebut.
"Semoga ini menginspirasi PMI (pekerja migran) yang lain. Kami juga
menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Taiwan dan semua pihak atas
terselenggaranya acara ini," ujarnya. ***4***(T.M038)
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Subagyo
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com