Presiden inginkan dana desa ubah potensi jadi kekuatan ekonomi
Minggu, 25 November 2018 22:57 WIB
Presiden inginkan dana desa ubah potensi jadi kekuatan ekonomi
Presiden Jokowi ketika memberikan sambutan pada Evaluasi Kebijakan
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosialisasi Prioritas
Penggunaan Dana Desa Tahun 2019 di Palembang Sport and Convention
Center, Sumatera Selatan, Minggu (25/11/2018). Foto Biro Pers Setpres RI.
Selain infrastruktur, dana-dana itu bisa digunakan untuk membangun
misalnya pariwisata di desa. Sekarang banyak orang kota yang kepingin
melihat desa lagi seperti apa
Palembang, (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menginginkan Program
Dana Desa dalam pelaksanaan selanjutnya mampu mengubah berbagai potensi
desa menjadi kekuatan ekonomi.
"Selain infrastruktur, dana-dana itu bisa digunakan untuk membangun
misalnya pariwisata di desa. Sekarang banyak orang kota yang kepingin
melihat desa lagi seperti apa," kata Presiden Jokowi dalam acara
Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan
Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019 di Palembang Sport
and Convention Center, Sumatera Selatan, Minggu.
Kebijakan dana desa, dalam tahapan-tahapan selanjutnya, diharapkan tidak
semata untuk pembangunan infrastruktur saja. Presiden berharap Dana Desa
dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan
penggarapan potensi desa.
Kepala Negara mengatakan Dana Desa juga mesti digunakan untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat di pedesaan. Salah satunya dengan
memanfaatkan dana desa untuk menanggulangi masalah gizi buruk dan gagal
tumbuh atau stunting yang ada di desa-desa.
"Ini menyangkut sumber daya manusia kita ke depan. Kita ini harus
bersaing dengan negara-negara lain. Kalau tidak disiapkan dari sekarang
sangat berat. Kita harus ngomong apa adanya, sangat berat bersaing
dengan negara-negara lain yang selalu memperbaiki SDM-nya," tuturnya.
Selain itu, Presiden juga menjelaskan bahwa sudah saatnya bagi
pemerintah desa mulai memikirkan potensi-potensi yang dimiliki desa
untuk dikemas menjadi sebuah kekuatan ekonomi desa tersebut. Dalam hal
ini, Dana Desa dapat digunakan untuk membangun dan mendorong pariwisata
di suatu desa.
"Selain infrastruktur, dana-dana itu bisa digunakan untuk membangun
misalnya pariwisata di desa. Sekarang banyak orang kota yang kepingin
melihat desa lagi seperti apa," tegas Presiden.
Jokowi kemudian memberikan satu contoh nyata mengenai transformasi desa
yang dahulu dapat dikatakan sebagai desa tertinggal yang dihinggapi
masalah kemiskinan dan pengangguran menjadi sebuah desa yang memiliki
nilai ekonomi tinggi.
"Saya berikan contoh Program Pariwisata Desa. Ada yang namanya Desa
Ponggok ini punya mata air yang dibangun dan dijadikan tempat wisata
untuk berenang, untuk menyelam," ujarnya.
Pemerintah desa setempat yang terletak di Klaten, Jawa Tengah, saat itu
membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan memanfaatkan potensi
pariwisata air.
Dana Desa sebesar kurang lebih Rp800 juta pada tahun anggaran 2017
dimanfaatkan pemerintah setempat untuk membangun infrastruktur desa
penunjang pariwisata tersebut.
"Hasilnya satu tahun bisa mendatangkan `income` Rp14 miliar. Ini menjadi
kekuatan desa," ucap Presiden.
Presiden secara khusus mengapresiasi pemanfaatan dana desa yang
dilakukan Desa Ponggok. Ia mengajak desa-desa lainnya yang memiliki
potensi serupa untuk belajar dan meniru apa yang dilakukan desa tersebut.
"Saya lihat banyak sekali desa-desa yang sangat indah yang perlu
disentuh sedikit. Dengan Dana Desa, bisa jadi produk yang bisa
dipasarkan dengan baik. Kalau di situ bisa mendatangkan orang menjadi
tempat pariwisata artinya warung-warung akan buka, ada tukang parkir
mendapatkan pekerjaan, ada income untuk desa. Itu akan ke mana-mana
larinya," katanya.
Pewarta:Hanni Sofia
Editor: Ahmad Buchori
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com