*Haram, haram ditentukan oleh Jakarta, jadi kalau mau lebih tahu, mesti berkonsultasi dengan MUI. Mereka adalah pakar-pakar ilmu langitan, salah satu pakar bernama Ma'ruf Amin, beliau ini akan menjadi wakil kepala negara neo-Mojopahit, jadi pasti akan banyak hal yang dianggap biasa akan diharamkan. Contohnya orang di Maluku biasa adakan pesta dan kalau pesta harus ada dansanya. Di Maluku utara oleh MUI telah dilarang. *
On Tue, Nov 27, 2018 at 8:25 AM ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Begitulah watak kekuasaan, apa pun ideologinya. > Karena itu, di jaman nekolim dengan segala > percabangnya, saya kibarkan "bersatulah Rakyat sedunia, > lawan pemerintahan neolib di negeri masing-masing". > Sekurangnya berani protes seperti warga di Aceh itu. > > Anda mau kibarkan apa? > Boleh saja "bersatulah kafir sedunia" misalkan > Hehe... > > --- jonathangoeij@... wrote: > > Mungkin lebih bagus wifi, smartphone, computer diharamkan di Indonesia; > biar untuk yang kafir saja. > > --- > Wifi 'diharamkan' di sebuah desa di Aceh, pemilik warung dan konsumen > 'protes' <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46340853> > > > > - 7 jam lalu > > > - Bagikan artikel ini dengan Facebook > <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46340853#> > > > [image: Aceh wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage > caption"Anak-anak sudah tidak mengaji, sekarang sudah lalai di warung, > bahkan beberapa diantaranya menggunakan wifi untuk menonton video porno," > kata Kepala Desa Curee Baroh, Helmi kepada wartawan di Aceh. Foto > ilustrasi: Anak-anak di Aceh sedang melihat telepon pintar. > > Larangan penggunaan *wifi* - jaringan internet nir kabel - di > warung-warung di sebuah desa di Aceh diprotes oleh sejumlah pemilik warung > kopi dan sebagian kaum muda di desa itu. > > Sejak pertengahan November lalu, pimpinan Desa Curee Baroh, Kabupaten > Bireuen, Aceh, melarang penggunaan *wifi* di warung-warung di desa itu > karena dianggap "merusak generasi muda utamanya anak-anak." > > "Anak-anak sudah tidak mengaji, sekarang sudah lalai di warung, bahkan > beberapa diantaranya menggunakan *wifi* untuk menonton video porno," kata > Kepala Desa Curee Baroh, Helmi kepada wartawan di Aceh, Hidayatullah yang > melaporkan untuk BBC News Indonesia, Senin (26/11). > > Perempuan-lelaki 'diharamkan' semeja di Aceh, sejumlah kalangan mengecam > <https://www.bbc.com/indonesia/majalah-45417199> > Aceh Besar, Jawa Barat, hingga Bima: Valentine terlarang untuk pelajar > <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43041133> > Menanti bioskop di Aceh: Film Cut Nyak Dien, konflik bersenjata dan Perda > Syariat Islam <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43515745> > Namun keputusan ini dipertanyakan oleh sebagian anak-anak muda serta > seorang pemilik warung di Desa Cureeh Baroh."Saya sangat tidak setuju dan > ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh pak* geuchik*(kepala desa)," kata > Azkan Nisa, warga desa setempat. > Mengapa anak muda menolak keputusan larangan wifi? > > Menurutnya, keberadaan *wifi* malah mendekatkan jarak yang jauh menjadi > dekat, bahkan mampu memperluas wawasan anak-anak. > > [image: Aceh wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage > caption"Jika pemilik warung tidak mendengarkan, akan kita laporkan ke > polisi, karena sebelumnya kita sudah mengeluarkan surat untuk mencabut > wifi," kata Kepala Desa Curee Baroh, Helmi (foto atas). > "Kalau alasan *wifi *membuat anak malas mengaji, itu kembali kepada > pengawasan dan pendidikan yang diberikan oleh orang tua pada anak," > tandasnya kepada wartawan di Aceh, Hidayatullah, Senin (26/11). > "*Wifi* ini teknologi, semua kalangan hari ini menggunakan jaringan > tersebut untuk mempermudah segala urusan," tambahnya lagi. > Hal senada juga diungkapkan Syahrial Sagier, yang juga warga desa > setempat. Dia menganggap kekhawatiran pimpinan desa tentang 'dampak' > *wifi* terhadp anak-anak terlalu berlebihan. > [image: Aceh wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage > captionSejumlah anak-anak di Desa Curee Baroh, Kabupaten Bireuen, Aceh, > sedang melakukan aktivitas mengaji Alquran. > "Alasannya jika anak-anak mau menonton apapun, tidak mesti harus dengan > *wifi*saja, tapi juga masih bisa dengan menggunakan paket data," kata > Syahrial. > "Malah larangan ini berefek pada pemilik warung yang mencari rezeki," > tambahnya. > Apa komentar pemilik warung di Desa Cureeh Baroh? > > Sementara, salah seorang pemilik warung di Desa Cureeh Baroh, Hasanuddin, > mengatakan larangan penggunaan *wifi* justru akan menyusahkan para > pedagang. > [image: Aceh wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage > captionSalah-satu warung di Desa Curee Baroh, Kabupaten Bireuen, Provinsi > Aceh. > > Hasanuddin mengaku khawatir keputusan pimpinan desa yang 'mengharamkan' > wifi akan berdampak kepada pendapatannya sehari-hari. > > "Kemungkinan warung kami bakal sepi," kata Hasanuddin kepada Hidayatullah > yang menemui warungnya di sudut desa tersebut. > > "Sekarang serba online, jadi kalau dicabut wifi kita akan kesusahan juga," > katanya lagi. > > "Tapi kalau mereka (aparatur desa) memaksa untuk dicabut, iya harus > serentak (semua warung). Enggak mungkin juga kita melawan," kata Hasanuddin > dengan nada getir. > Apa tanggapan pimpinan Desa Cureeh Baroh? > > Walaupun keputusannya menimbulkan reaksi penolakan, pimpinan Desa Cureeh > Baroh bersikukuh tetap melanjutkan kebijakannya 'mengharamkan' *wifi* di > warung-warung di desanya. > [image: Aceh wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage > captionWalaupun keputusannya menimbulkan reaksi penolakan, pimpinan Desa > Cureeh Baroh bersikukuh tetap melanjutkan kebijakannya 'mengharamkan' wifi > di warung-warung di desanya. > > "Jika pemilik warung tidak mendengarkan, akan kita laporkan ke polisi, > karena sebelumnya kita sudah mengeluarkan surat untuk mencabut *wifi*," > kata Kepala Desa Curee Baroh, Helmi. > > Selebaran imbauan larangan penggunaan wifi mulai ditempelkan oleh aparat > Desa Curee Baroh sejak Selasa (13/11) lalu di enam warung di desa setempat > yang menggunakan jaringan internet nirkabel alias wifi. > > Dalam lembaran pemberitahuan, pimpinan desa menjelaskan bahwa *wifi* "dapat > merusak generasi muda terutama sekali anak-anak di bawah umur". > > "Anak-anak sudah tidak mengaji, sekarang sudah lalai di warung, bahkan > beberapa diantaranya menggunakan wifi untuk menonton video porno," katanya. > Apakah langkah pelarangan sepengetahuan Kantor Dinas Syariat?[image: Aceh > wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage caption"Kalau > alasan wifi membuat anak malas mengaji, itu kembali kepada pengawasan dan > pendidikan yang diberikan oleh orang tua pada anak," kata seorang warga > desa. Foto ilustrasi: Dua anak muda di Aceh sedang melihat telepon > genggamnya. > > Larangan penggunaan wifi yang diterapkan oleh pimpinan Desa Curee Baroh > tidak ketahui oleh Dinas Syariat Islam, Kabupaten Bireuen. > > "Sejauh ini kita belum mendapatkan surat larangan penggunaan wifi yang > dikeluarkan oleh Desa Curee Baroh," kata Jufliwan, Kepala Dinas Syariat > Islam, Kabupaten Bireuen Aceh. > > "Jadi kita masih belum bisa mengeluarkan jawaban apapun, sebelum surat itu > masuk ke Dinas Syarat Islam dan kita membaca dengan baik poin-poin larangan > wifi," tegasnya. > Menurutnya persoalan jaringan internet merupakan tanggungjawab Kementerian > Informasi dan Komunikasi dan kantor dinas di bawahnya. > > Mungkin lebih bagus wifi, smartphone, computer diharamkan di Indonesia; > biar untuk yang kafir saja. > --- > > > Wifi 'diharamkan' di sebuah desa di Aceh, pemilik warung dan konsumen > 'protes' <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46340853> > > - 7 jam lalu > > > - Bagikan artikel ini dengan Facebook > <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46340853#> > > > [image: Aceh wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage > caption"Anak-anak sudah tidak mengaji, sekarang sudah lalai di warung, > bahkan beberapa diantaranya menggunakan wifi untuk menonton video porno," > kata Kepala Desa Curee Baroh, Helmi kepada wartawan di Aceh. Foto > ilustrasi: Anak-anak di Aceh sedang melihat telepon pintar. > > Larangan penggunaan *wifi* - jaringan internet nir kabel - di > warung-warung di sebuah desa di Aceh diprotes oleh sejumlah pemilik warung > kopi dan sebagian kaum muda di desa itu. > > Sejak pertengahan November lalu, pimpinan Desa Curee Baroh, Kabupaten > Bireuen, Aceh, melarang penggunaan *wifi* di warung-warung di desa itu > karena dianggap "merusak generasi muda utamanya anak-anak." > > "Anak-anak sudah tidak mengaji, sekarang sudah lalai di warung, bahkan > beberapa diantaranya menggunakan *wifi* untuk menonton video porno," kata > Kepala Desa Curee Baroh, Helmi kepada wartawan di Aceh, Hidayatullah yang > melaporkan untuk BBC News Indonesia, Senin (26/11). > > Perempuan-lelaki 'diharamkan' semeja di Aceh, sejumlah kalangan mengecam > <https://www.bbc.com/indonesia/majalah-45417199> > Aceh Besar, Jawa Barat, hingga Bima: Valentine terlarang untuk pelajar > <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43041133> > Menanti bioskop di Aceh: Film Cut Nyak Dien, konflik bersenjata dan Perda > Syariat Islam <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43515745> > Namun keputusan ini dipertanyakan oleh sebagian anak-anak muda serta > seorang pemilik warung di Desa Cureeh Baroh."Saya sangat tidak setuju dan > ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh pak* geuchik*(kepala desa)," kata > Azkan Nisa, warga desa setempat. > Mengapa anak muda menolak keputusan larangan wifi? > > Menurutnya, keberadaan *wifi* malah mendekatkan jarak yang jauh menjadi > dekat, bahkan mampu memperluas wawasan anak-anak. > > [image: Aceh wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage > caption"Jika pemilik warung tidak mendengarkan, akan kita laporkan ke > polisi, karena sebelumnya kita sudah mengeluarkan surat untuk mencabut > wifi," kata Kepala Desa Curee Baroh, Helmi (foto atas). > "Kalau alasan *wifi *membuat anak malas mengaji, itu kembali kepada > pengawasan dan pendidikan yang diberikan oleh orang tua pada anak," > tandasnya kepada wartawan di Aceh, Hidayatullah, Senin (26/11). > "*Wifi* ini teknologi, semua kalangan hari ini menggunakan jaringan > tersebut untuk mempermudah segala urusan," tambahnya lagi. > Hal senada juga diungkapkan Syahrial Sagier, yang juga warga desa > setempat. Dia menganggap kekhawatiran pimpinan desa tentang 'dampak' > *wifi* terhadp anak-anak terlalu berlebihan. > [image: Aceh wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage > captionSejumlah anak-anak di Desa Curee Baroh, Kabupaten Bireuen, Aceh, > sedang melakukan aktivitas mengaji Alquran. > "Alasannya jika anak-anak mau menonton apapun, tidak mesti harus dengan > *wifi*saja, tapi juga masih bisa dengan menggunakan paket data," kata > Syahrial. > "Malah larangan ini berefek pada pemilik warung yang mencari rezeki," > tambahnya. > Apa komentar pemilik warung di Desa Cureeh Baroh? > > Sementara, salah seorang pemilik warung di Desa Cureeh Baroh, Hasanuddin, > mengatakan larangan penggunaan *wifi* justru akan menyusahkan para > pedagang. > [image: Aceh wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage > captionSalah-satu warung di Desa Curee Baroh, Kabupaten Bireuen, Provinsi > Aceh. > > Hasanuddin mengaku khawatir keputusan pimpinan desa yang 'mengharamkan' > wifi akan berdampak kepada pendapatannya sehari-hari. > > "Kemungkinan warung kami bakal sepi," kata Hasanuddin kepada Hidayatullah > yang menemui warungnya di sudut desa tersebut. > > "Sekarang serba online, jadi kalau dicabut wifi kita akan kesusahan juga," > katanya lagi. > > "Tapi kalau mereka (aparatur desa) memaksa untuk dicabut, iya harus > serentak (semua warung). Enggak mungkin juga kita melawan," kata Hasanuddin > dengan nada getir. > Apa tanggapan pimpinan Desa Cureeh Baroh? > > Walaupun keputusannya menimbulkan reaksi penolakan, pimpinan Desa Cureeh > Baroh bersikukuh tetap melanjutkan kebijakannya 'mengharamkan' *wifi* di > warung-warung di desanya. > [image: Aceh wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage > captionWalaupun keputusannya menimbulkan reaksi penolakan, pimpinan Desa > Cureeh Baroh bersikukuh tetap melanjutkan kebijakannya 'mengharamkan' wifi > di warung-warung di desanya. > > "Jika pemilik warung tidak mendengarkan, akan kita laporkan ke polisi, > karena sebelumnya kita sudah mengeluarkan surat untuk mencabut *wifi*," > kata Kepala Desa Curee Baroh, Helmi. > > Selebaran imbauan larangan penggunaan wifi mulai ditempelkan oleh aparat > Desa Curee Baroh sejak Selasa (13/11) lalu di enam warung di desa setempat > yang menggunakan jaringan internet nirkabel alias wifi. > > Dalam lembaran pemberitahuan, pimpinan desa menjelaskan bahwa *wifi* "dapat > merusak generasi muda terutama sekali anak-anak di bawah umur". > > "Anak-anak sudah tidak mengaji, sekarang sudah lalai di warung, bahkan > beberapa diantaranya menggunakan wifi untuk menonton video porno," katanya. > Apakah langkah pelarangan sepengetahuan Kantor Dinas Syariat?[image: Aceh > wifi]Hak atas fotoHIDAYATULLAH/BBC NEWS INDONESIAImage caption"Kalau > alasan wifi membuat anak malas mengaji, itu kembali kepada pengawasan dan > pendidikan yang diberikan oleh orang tua pada anak," kata seorang warga > desa. Foto ilustrasi: Dua anak muda di Aceh sedang melihat telepon > genggamnya. > > Larangan penggunaan wifi yang diterapkan oleh pimpinan Desa Curee Baroh > tidak ketahui oleh Dinas Syariat Islam, Kabupaten Bireuen. > > "Sejauh ini kita belum mendapatkan surat larangan penggunaan wifi yang > dikeluarkan oleh Desa Curee Baroh," kata Jufliwan, Kepala Dinas Syariat > Islam, Kabupaten Bireuen Aceh. > > "Jadi kita masih belum bisa mengeluarkan jawaban apapun, sebelum surat itu > masuk ke Dinas Syarat Islam dan kita membaca dengan baik poin-poin larangan > wifi," tegasnya. > Menurutnya persoalan jaringan internet merupakan tanggungjawab Kementerian > Informasi dan Komunikasi dan kantor dinas di bawahnya. > >
