sekarang Indonesia melalui Inalum dan pemerintah provinsimemiliki 51% saham PT FI.
Kami berkomitmen membangun smelter tersebut dan dibawah ketentuan IUPK kami berkomitmen menyelesaikannya dalam lima tahun. Sekarang kami mendapatkejelasan bahwa kami akan berhak beroperasi hingga 2041 Kami sekarang memiliki IUPKdan ketentuan IUPK akan memberi hak operasional dan hak perpanjangan. --- Simak, Bos Freeport McMoRan Buka-Bukaan Soal Divestasi! News - AnastasiaArvirianty, CNBC Indonesia 21 December2018 18:55 Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah polemik panjang selamabertahun-tahun, PT Freeport Indonesia resmi kembali ke pangkuan ibu pertiwi,Jumat (21/12/2018).. Upaya divestasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo telah membuahkan hasildengan ditandatanganinya dokumen dan pelunasan transaksi tersebut di penghujungtahun ini. Indonesia melalui PT Inalum (Persero) kini resmi menguasai 51% sahamPT Freeport Indonesia. Penandatanganan dokumen penyelesaiantransaksi ditandatangani oleh Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin danCEO Freeport McMoRan Richard Adkerson di kantor Kementerian Energi dan SumberDaya Mineral (ESDM) hari Jumat. Dalam konferensi pers di kantor kementerian setelah sebelumnya bertemu denganJokowi di Istana Negara, Adkerson mengungkapkan rasa terima kasihnya kepadasemua pihak yang terlibat dalam proses panjang divestasi perusahaan yangmemiliki cadangan emas terbesar dunia itu. "Ini adalah hari baru, ini adalah kerja sama baru dan tidak ada hal lainselain hal-hal positif yang terjadi dari ini semua," ujarnya. "Setelah bertahun-tahun kontroversi dan semuanya, kami akhirnyamenyelesaikan ini semua," tambahnya.Berikut adalah pernyataan lengkapAdkerson. Makna dari transaksi ini,dirangkum dengan sederhana, adalah ini konsisten dengan heads of agreement,atau kesepakatan kerangka kerja yang kami umumkan 18 bulan lalu. Benar-benarbelum mengubah struktur dasar, dan rumit untuk merundingkan seluruh aspeknegosiasi. Dan saya ingin memulaidengan mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Minerba dan seluruh staf ESDM danorang-orang di pemerintahan yang telah bekerja dengan sangat tekun dan kerasbersama kami. Ini situasi yang sangatkompleks, seperti yang Anda tahu, dan perundingannya menghabiskan waktu yangpanjang. Namun, di sinilah kita hari ini dengan penyelesaian yang sukses untukproses ini. Dan di inti mendasarnya adaempat aspek dalam transaksi ini. Pertama, kami telah melakukan serangkaianlangkah sehingga sekarang Indonesia melalui Inalum dan pemerintah provinsimemiliki 51% saham PT FI. Joint venture sebelumnyaantara PT FI dan Rio Tinto berakhir dan Rio Tinto telah menjual seluruhkepemilikannya. Presiden juga sangat jelaskepada saya bahwa itulah tujuan utama dari seluruh transaksi ini. Kedua, pemerintah berkerassmelter baru harus dibangun. Kami berkomitmen membangun smelter tersebut dan dibawah ketentuan IUPK kami berkomitmen menyelesaikannya dalam lima tahun. Dan Inalum akan mendapat hakuntuk mengekspor produksi yang tidak disalurkan ke Smelter Gresik yang sudahada. Dari posisi pemerintah 51%smelter, dari posisi Freeport kami perlu mendapat kejelasan terkait hak operasikami. Sekarang kami mendapatkejelasan bahwa kami akan berhak beroperasi hingga 2041 dan kami perlumendapatkan stabilitas dalam hal keuangan dan hukum yang menentukan operasionalkami. Melalui IUPK ini, kami akan mencapai seluruh tujuan tersebut. Dan inijelas hasil dari kesepakatan itu. Kontrak Karya kami, yangdibuat di 1991, dihapuskan, tidak ada lagi kontrak. Kami sekarang memiliki IUPKdan ketentuan IUPK akan memberi hak operasional dan hak perpanjangan. Kami sekarang memilikiInalum sebagai rekan, ini akan menjadi keuntungan besar bagi operasionalkarena ini akan benar-benar menjadi pengambilalihan bersama oleh pemerintahatau Indonesia melalui Inalum dan Freeport, dengan pemerintah mendapatkan lebihbanyak keuntungan finansial dibandingkan apa yang mereka dapatkan di bawahketentuan Kontrak Karya. Jadi, akan ada manfaat yang lebih besar bagi masyarakatIndonesia dan Papua. Kami yakin kami akanmemiliki operasi yang stabil karena kerja sama ini dan itu akan menjadi kabarbaik bagi para pekerja kami dan baik bagi orang-orang dan komunitas di sekitartambang kami, masyarakat Indonesia, dan Papua secara umum. Jadi, ini adalah hari baru,ini adalah kerja sama baru dan tidak ada hal lain selain hal-hal positif yangterjadi dari ini semua. Setelah bertahun-tahun kontroversi dan semuanya, kamiakhirnya menyelesaikan ini semua. (prm/gus)
