BPN: Prabowo - Sandiaga Komitmen Tak Gunakan Politik Identitas
Reporter:
Ryan Dwiky Anggriawan
Editor:
Rina Widiastuti
Rabu, 2 Januari 2019 08:40 WIB
0KOMENTAR
<https://pilpres.tempo.co/read/1160748/bpn-prabowo-sandiaga-komitmen-tak-gunakan-politik-identitas/full&view=ok#comments>
000
#
#
#
#
Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno,
menggelar konferensi pers pernyataan sikap terkait gempa Donggala dan
Palu di rumah pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan,
Senin malam, 1 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana
<https://statik.tempo.co/data/2018/10/01/id_737648/737648_720.jpg>
Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno,
menggelar konferensi pers pernyataan sikap terkait gempa Donggala dan
Palu di rumah pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan,
Senin malam, 1 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN)Prabowo
<https://www.tempo.co/tag/prabowo>Subianto-Sandiaga Uno, Irfan Yusuf
Hasyim, mengatakan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut
dua telah berkomitmen tidak akan menggunakan politik identitas dalam
pemilihan presiden 2019. Menurut Irfan, pasangan capres tersebut akan
selalu berkampanye menyuarakan visi-misi yang produktif.
*Baca:Dahni Anzar Sebut Prabowo Kerap Jadi Sasaran Fitnah
<https://pilpres.tempo.co/read/1160641/dahni-anzar-sebut-prabowo-kerap-jadi-sasaran-fitnah>*
"Alhamdulillah politik identitas sudah mulai berkurang, setiap saya
mendampingi Pak Prabowo dan Bang Sandi ke daerah-daerah, hampir sudah
tidak ada lagi," kata Irfan dalam acara refleksi akhir tahun di Jalan
Sriwijaya, Jakarta, Senin, 31 Desember 2018.
Menurut Irfan, kubunya berusaha menghindari politik identitas. "Kami
paham ini bukan pertandingan antara NU (Nahdlatul Ulama) dan bukan NU,"
ujarnya.
Ke depannya, ia menambahkan, Prabowo dan Sandiaga lebih berfokus kepada
penyampaian program-program ekonomi yang akan dilakukan jika memenangi
pilpres 2019. Program-program ekonomi itu adalah jawaban dari persoalan
yang dialami masyarakat di tingkat akar rumput seperti petani, buruh,
hingga ibu rumah tangga.
"Ketika kami berkeliling ke daerah-daerah, pasti ada keluhan dari warga,
terutama dari petani," ujarnya.
*Baca:Dahnil Anzar Sebut Kampanye Prabowo Seperti Diagnosa Dokter
<https://nasional.tempo.co/read/1160584/dahnil-anzar-sebut-kampanye-prabowo-seperti-diagnosa-dokter>*
Petani banyak menjerit karena pemerintah buka keran impor. Indonesia
negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, tapi masih impor garam.
"Bahkan ada beberapa jenis ikan pun yang kita impor dan ini jadi keluhan
warga Indonesia yang ada di pedesaan," ujar dia.
Ia juga menegaskan, apabila Prabowo-Sandiaga menjadi presiden dan wakil
presiden, mereka akan berusaha mengurangi impor komoditi yang bisa
diproduksi di Indonesia.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com