https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46539502
*Organisasi Papua Merdeka yang menuntut pemisahan Papua dari Indonesia, apa
dan siapa mereka?*

Ayomi AmindoniBBC News Indonesia

   -

   13 Desember 2018

   Bagikan artikel ini dengan Facebook


[image: Unjuk rasa menuntut pemisahan Papua dari Indonesia]

Hak atas foto
GETTY IMAS

*Kelompok bersenjata yang mengaku membunuh sejumlah pekerja proyek jembatan
di Nduga, Papua, awal bulan ini, telah menolak seruan pemerintah untuk
menyerah. Alih-alih, kelompok itu justru menuntut referendum untuk
memutuskan masa depan Papua.*

Kelompok tersebut ialah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi
Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

   -

   *Dua opsi polisi untuk OPM: Tinggalkan kampung atau serahkan diri*
   <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41961471>
   -

   *Kontak senjata TNI-OPM kembali terjadi di Papua, lima tentara cedera*
   <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44519022>
   -

   *Dugaan penyanderaan dan perampasan harta 'lemahkan' gerakan Papua
   merdeka* <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43855057>

Dalam video yang diposting di YouTube pada hari Senin (10/12), juru bicara
komando nasional TPNPB-OPM, Sebby Sambom, membacakan surat terbuka kepada
Presiden Joko Widodo berisi penolakan menuruti seruan pemerintah Indonesia
untuk menyerah dan memulai dialog.

"TPNBP tidak akan menyerah dengan alasan apa pun sebelum kemerdekaan bangsa
Papua terwujud dari penjajahan Indonesia," ujar Sebby.

"Perang tidak akan berhenti sebelum tuntutan TPNPB dilakukan oleh
pemerintah Indonesia," imbuhnya.

[image: TPNPB-OPM] Berdiri di belakang bendera Bintang Kejora, Sebby
menuntut Presiden Joko Widodo mengadakan referendum bagi penduduk asli
Papua untuk memutuskan apakah mereka ingin diintegrasikan dengan Indonesia.
Apa itu OPM?

Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah istilah umum bagi gerakan
prokemerdekaan Papua yang mulanya adalah reaksi orang Papua atas sikap
pemerintah Indonesia sejak 1963.

Perlawanan secara bersenjata pertama kali diluncurkan di Manokwari pada 26
Juli 1965.

"Dari sejak itu OPM berjuang terus," cetus Sebby kepada BBC News Indonesia
pada Rabu (12/12).

Dalam perkembangannya, laporan Institute for Policy Analysis of Conflict
(IPAC) berjudul *The Current Status of The Papuan Pro-Independence Movement*
<http://file.understandingconflict.org/file/2015/10/IPAC_21_Papuan_Pro-Independence_Movement_final.pdf>
yang
diterbitkan 24 Agustus 2015 menyebut organisasi ini 'terdiri dari faksi
yang saling bersaing'.

[image: OPM]Faksi ini terdiri dari tiga elemen: kelompok bersenjata,
masing-masing memiliki kontrol teritori yang berbeda: Timika, dataran
tinggi dan pantai utara; kelompok yang melakukan demonstrasi dan protes;
dan sekelompok kecil pemimpin yang berbasis di luar negeri -seperti di
Pasifik, Eropa dan AS- yang mencoba untuk meningkatkan kesadaran tentang
isu Papua dan membangkitkan dukungan internasional untuk kemerdekaan.

Sebagian besar OPM bersenjata bermarkas di Papua, tetapi beberapa orang
berlindung di pedalaman dan di perbatasan Papua Nugini. Namun, tidak ada
komando tunggal dalam organisasi bersenjata ini.

Laporan IPAC menyebut, setidaknya terdapat tiga komando sayap militer OPM.
Goliath Tabuni, yang berbasis di Tingginambut, kabupaten Puncak Jaya,
dipandang yang paling kuat dengan cakupan teritorial yang paling luas,
meliputi Puncak, Paniai dan Mimika.

[image: OPM]

Hak atas foto
GETTY IMAGES

Puron Wenda, yang berbasis di Lanny Jaya memisahkan diri dari Goliath
sekitar tahun 2010. Pada Mei 2015, kelompoknya menyatakan "perang total
revolusioner" dan mengklaim kelompok Goliat dan yang lainnya berada di
bawah komandonya, tetapi tidak ada bukti yang mendukung ini.

Sementara itu, Richard Hans Yoweni berbasis di Papua New Guinea, namun
memiliki pengaruh kuat di sepanjang Pantai Utara.

Adapun aparat menuding Egianus Kogoya sebagai otak di balik insiden Nduga.

   -

   *Siapa Egianus Kogoya, 'otak' serangan pekerja proyek di Papua*
   <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46454974>
   -

   *Penembakan Nduga: Urgensi dan dampak jika Papua jadi daerah operasi
   militer* <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46510807>
   -

   *Kerumitan masalah Papua di balik penembakan di Nduga*
   <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46442019>

Direktur eksekutif IPAC yang juga pengamat terorisme, Sydney Jones,
menyebut kelompok Egianus Kogoya merupakan sempalan dari kelompok pimpinan
Kelly Kwalik, komandan sayap militer OPM, yang tewas dalam penyergapan
polisi pada 2009.

"Biasanya OPM ini terdiri dari faksi-faksi. Di Nduga, satu faksi yang
berkuasa dan sempalan dari Kelly Kwalik yang dulu bergerak di Timika. Tapi
orang-orang ini muda dan lebih militan," ujar Sydney Jones.

Militansi kelompok ini diamini oleh peneliti kajian Papua di Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana Elizabeth yang menyebut organisasi
sayap militer OPM ini merupakan 'kelompok yang paling agresif'.

"Kalau dalam struktur (organisasi) tidak ada hierarki, menurut saya, jadi
itu ada beberapa kelompok. Tapi kalau melihat pola yang dilakukan kelompok
Egianus Kogoya ini memang ini kelompok yang paling agresif," jelas Adriana.

"Yang mereka sasar itu memang TNI," imbuhnya.

[image: papua]

Hak atas foto

Image caption
Dari catatan polisi, sejumlah kasus yang didalangi Egianus Kogoya antara
lain penyekapan belasan guru yang sedang bekerja di SD YPGRI 1, SMPN 1 dan
tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Mapenduma, Nduga.

Pada 25 Juni 2018, kelompok ini menembaki pesawat Twin Otter Trigana Air
pada 25 Juni 2018, yang saat itu disewa Brimob Polri yang sedang bertugas
mengamankan pilkada. Dua orang terluka akibat insiden tersebut.

Pada Desember 2017, pekerja Trans Papua di Kecamatan Mugi diserang kelompok
Egianus Kogoya. Pekerja proyek bernama Yovicko Sondakh meninggal dan
seorang aparat luka berat.

[image: Papua]

Hak atas foto

Image caption
IPAC dalam laporannya menyebut Kelly Kwalik berada di balik penculikan dan
pembunuhan delapan orang pendatang di Papua pada 1986. Sepuluh tahun
kemudian, pada Januari 1996, dia menculik tim peneliti satwa liar, termasuk
enam orang asing di Mapenduma, Nduga.

Orang-orang Kelly juga dikaitkan dengan serangan 31 Agustus 2002 yang
menewaskan tiga warga sipil di sekitar wilayah tambang Freeport, termasuk
dua guru sekolah Amerika, dan melukai sembilan orang lainnya. Juga
serangkaian penembakan yang dimulai Juli 2009 di sepanjang jalan yang
menghubungkan tambang ke kota Timika, termasuk pembunuhan seorang warga
Australia.

Unit polisi kontra terorisme, Densus 88, kemudian memburu dan menembaknya
di Timika pada Desember 2009.

Menyusul kematian Kelly Kwalik, pusat kegiatan bersenjata OPM bergeser ke
utara di daerah Puncak Jaya, di mana salah satu pejuang Kelly, Goliath
Tabuni kini berbasis.

Sejak 2004, Goliath dan pengikutnya menjadikan Puncak Jaya sebagai distrik
paling keras di Papua. Ini membuat daerah operasinya meluas ke distrik
tetangga, seperti Puncak dan Tolikara, begitu juga Paniai.

[image: OPM]

Hak atas foto

Image caption
Goliath, disebut Sebby sebagai panglima tinggi TPNPB, sesuai hasil
reformasi militer yang digelar 1 -5 Mei 2012.

Peta kekuatan militer TPNPB-OPM sendiri dibagi menjadi 29 Komando Daerah
Pertahanan (Kodap) yang tersebar di seluruh Papua.

"Setiap kodap mempunyai 2.500 personil. Dua ribu lima ratus personil TPNPB
itu anggota tetap, anggota tidak tetap adalah ratusan ribu," ujarnya.

Ditegaskan Sebby, kelompoknya tidak akan menyerah untuk "revolusi total"
merebut kembali kemerdekaan.

Kendati begitu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut jumlah kelompok
tersebut hanya 30 hingga 50 orang dengan kekuatan 20 pucuk senjata. Senjata
itu mereka dapat antara lain dengan merampas anggota aparat TNI/Polri yang
lengah, dari pelaku konflik Ambon di Maluku, dan melalui jalur ilegal di
perbatasan Papua Nugini.

[image: Papua]GETTY IMAGESSebagian Sementara faksi-faksi bersenjata
merupakan inti simbolis yang penting bagi gerakan prokemerdekaan, jaringan
yang lebih moderat secara aktif melakukan tekanan kepada pemerintah pusat.
Sama halnya dalam faksi bersenjata, hubungan antara kelompok ini sering
ditandai oleh permusuhan dan kekacauan.

Namun pada 2014 dibentuklah Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat
atau ULMWP yang terdiri dari Otoritas Nasional Papua Barat (WPNA), Koalisi
Nasional untuk Pembebasan Papua Barat (WPNCL) dan Komite Nasional Papua
Barat (KNPB).

Sementara dua kelompok yang pertama percaya mereka memiliki legitimasi
lebih karena akar mereka dalam gerakan yang lebih tua, termasuk OPM
bersenjata, KNPB sejak 2008 menunjukkan kemampuan yang jauh lebih besar
untuk memobilisasi protes di Papua.

Tahun lalu, Benny Wenda, juru bicara ULMWP mengklaim menyerahkan petisi ke
PBB, yang antara lain mengharapkan Papua masuk kembali dalam daftar di
Komite Dekolonisasi PBB, setelah dikeluarkan dari daftar tahun 1963
menyusul hal yang disebut sebagai invasi Indonesia.

Petisi itu diklaim ULMWP sudah diserahkan kepada Komite Dekolonisasi PBB
yang dikenal pula dengan Komite 24 di New York, Selasa (26/09). Disebut
pula petisi yang didukung 1,8 juta tanda tangan itu -sebanyak 95,77%
disebut merupakan warga asli Papua Barat dan sisanya adalah para pemukim
Indonesia di Papua- yang mewakili sekitar 70% dari total warga asli Papua
Barat.

[image: Benny Wenda]

Hak atas foto
REUTERS

Image caption
Benny Wenda mengklaim petisi dengan 1,8 juta tanda tangan sudah diserahkan
ke Komite Dekolonisasi PBB.

Peneliti kajian Papua di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana
Elizabeth gerakan prokemerdekaan Papua merupakan imbas dari perlakuan tidak
adil yang diterima masyarakat Papua dari pemerintah Indonesia yang dianggap
represif.

"Kekerasan yang terjadi sudah pasti adalah ekses, tapi target sasarannya
memang TNI. Yang di bayangan mereka selama ini, kehadiran negara dalam
sosok TNI itu penuh dengan *repressiveness*. Itu sebuah akumulasi ingatan,
pengalaman. Akar persoalannya di situ," kata dia.

Dalam buku *Papua Road Map yang diterbitkan Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia pada 2009*
<http://lipi.go.id/risetunggulan/single/buku-road-map-papua/16> disebut
akar masalah Papua meliputi: peminggiran, diskriminasi, termasuk minimnya
pengakuan atas kontribusi dan jasa Papua bagi Indonesia, tidak optimalnya
pembangunan infrastruktur sosial di Papua, khususnya pendidikan, kesehatan,
pemberdayaan ekonomi rakyat dan rendahnya keterlibatan pelaku ekonomi asli
Papua, proses integrasi politik, ekonomi, dan sosial budaya yang belum
tuntas,

Selain itu, siklus kekerasan politik belum tertangani, bahkan meluas dan
pelanggaran HAM yang belum dapat diselesaikan, khususnya kasus Wasior,
Wamena, dan Paniai.

"Pembangunan konektivitas infrastruktur menjadi pintu masuk untuk
penyelesaian masalah sosial yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua. Saya
memahami itu sebagai pemenuhan HAM untuk aspek sosial, budaya dan juga
ekonomi," ujar Adriana.
Topik terkait

   -

   *Papua*
   <https://www.bbc.com/indonesia/topics/0b0f48bb-8610-4149-a5de-ceca549fbe45>
   -

   *Populisme*
   <https://www.bbc.com/indonesia/topics/387c7d70-4870-49ca-af55-5d1925dfcf21>
   -

   *Politik*
   <https://www.bbc.com/indonesia/topics/75612fa6-147c-4a43-97fa-fcf70d9cced3>
   -

   *Hak asasi*
   <https://www.bbc.com/indonesia/topics/8b04c2e8-5409-4e7d-9877-3ccaf04727af>
   -

   *Papua Nugini*
   <https://www.bbc.com/indonesia/topics/ffb794e2-fe27-4fd4-bf6f-bd020673688f>



*Berbagi berita ini *Tentang berbagi
<https://www.bbc.com/indonesia/services/2012/11/000001_mobile_share_this>

   Kembali ke atas
   <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46539502#orb-banner>
   *Berita terkait*
      -

      *Siapa Egianus Kogoya, 'otak' serangan pekerja proyek di Papua*
      <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46454974>

      6 Desember 2018 <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46454974>
      -

      *Turis asal Polandia diduga terlibat kasus makar di Papua, kini
      ditahan di Polda* <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45473086>

      10 September 2018 <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45473086>
      -

      *Dua opsi polisi untuk OPM: Tinggalkan kampung atau menyerahkan diri*
      <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41961471>

      13 November 2017 <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41961471>
      -

      *Dugaan penyanderaan dan perampasan harta 'lemahkan' gerakan Papua
      merdeka* <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43855057>

      23 April 2018 <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43855057>
      -

      *Kontak senjata TNI-OPM kembali terjadi di Papua, lima tentara cedera*
      <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44519022>

      18 Juni 2018 <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44519022>
      -

      *Kerumitan masalah Papua di balik penembakan di Nduga*
      <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46442019>

      5 Desember 2018 <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46442019>
      -

      Video
       *Apa isi peringatan tentara OPM untuk pekerja proyek Trans Papua?*
      <https://www.bbc.com/indonesia/media-46485917>

      7 Desember 2018 <https://www.bbc.com/indonesia/media-46485917>

Kirim email ke