https://papuabarat.antaranews.com/berita/630/harga-beras-di-papua-barat-di-bawah-het
Harga Beras di Papua Barat di
Bawah HET
Kamis, 18 Januari 2018 20:58 WIB 2503
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Papua Barat Melkias Warinussa
(Foto Antaranews Papua Barat/Toyib)
Manokwari,(Antaranews Papua Barat)-Pasokan dan stok beras di wilayah
Papua Barat masih cukup stabil dan pemberlakuan harga beras jenis Medium
di daerah tersebut masih dibawah harga eceran tertinggi (HET).
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan
dan Koperasi Papua Barat Melkias Warinussa di Manokwari, Kamis,
mengatakan, beberapa pekan lalu sempat bereda kabar harga beras medium
di wilayah Manokwari sebesar Rp.12.500 perkilo gram.
"Dari kabar itu kita cek lapangan, ternyata beras medium disini masih
berada pada kisaran Rp.9 ribu. HET yang ditetapkan pemerintah sebesar
Rp.10.250," kata Melkias.
Ia mengutakan, pasokan beras di Manokwari dan daerah lain Papua Barat
cukup stabil. Selain Bulog, kebutuhan beras daerah tersebut dipasok dari
petani lokal.
"Bahkan beras dari petani lokal pun harganya masih sekitar 12 sampai 14
perkilo. Itu beras bagus dari beras medium," kata dia lagi.
Untuk beras premium, rata-rata didatangkan dari wilayah Jawa dan
Sulawesi oleh para distributor barang di masing-masing daerah. Dari
peninjauan lapangan, harga beras premium di berbagai daerah Papua Barat
berkisar antara Rp.15 ribu hingga Rp.16 ribu/kg.
Melkias mengutarakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga
stabilitas stok dan harga beras. Pemantauan lapangan terus dilakukan dan
pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Bulog di setiap daerah.
"Begitu ada pergerakan harga, operasi pasar langsung dilakukan. Seperti
beberapa waktu lalu, ada kabar kenaikan hingga 12 ribu untuk beras
medium, setelah kita cek ternyata kabar itu tidak betul," ujarnya.
Meskipun demikian, lanjutnya, saat itu Bulog bersama pemerintah daerah
dan Kementerian Perdagangan saat itu langsung menambah pasokan beras ke
pasar. Hingga akhirnya harga beras turun dari Rp.9 ribu ke Rp.8.500/kg.
Selain operasi pasar dan koordinasi dengan Bulog, pemerintah daerah
terus berkoordinasi dengan PT Pelni, distribusibutor baraang, serta
lembaga jasa pelayaran sperti PT SPIL dan Temas.
"Kita laksanakan rapat koordinasi secara rutin. Kami ingin memastikan,
alur distribusi lancar serta tidak ada permainan pasar," sebutnya lagi.
Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Papua Barat menargetkan tahun ini
produksi beras petani lokal bisa mencapai 120 ribu ton.
Terkait hal ini, lanjut Melki, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan
Dinas Tanaman Pangan. Pihaknya berharap produksi beras lokal bisa
dimanfaatkan secara optimal untuk mencukupi kebutuhan beras daerah.
"Untuk total kebutuhan beras di Papua Barat kami sedang menghitung
ulang. Sangat bagus jika produksi petani sudah bisa meng-cover kebutuhan
beras kita. Sehingga tidak perlu pasokan beras dari luar daerah,"
pungkasnya.(*)
Pewarta : *Toyiban*
<https://papuabarat.antaranews.com/berita/630/harga-beras-di-papua-barat-di-bawah-het#>
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018