Tabloid Indonesia Barokah: Alamat Fiktif dan Opini Menghakimi 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190124210350-32-363647/tabloid-indonesia-barokah-alamat-fiktif-dan-opini-menghakimi
 CNN Indonesia | Jumat, 25/01/2019 06:59 WIB
 Bagikan :    
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190124210350-32-363647/tabloid-indonesia-barokah-alamat-fiktif-dan-opini-menghakimi#
  
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190124210350-32-363647/tabloid-indonesia-barokah-alamat-fiktif-dan-opini-menghakimi#
 Pihak Bawaslu Jawa Tengah menunjukkan tabloid Indonesia Barokah. (CNN 
Indonesia/Damar)
 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon 
presiden-wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 
https://www.cnnindonesia.com/tag/prabowo-sandiaga baru saja melaporkan tabloid 
Indonesia Barokah https://www.cnnindonesia.com/tag/tabloid-indonesia-barokah ke 
kepolisian. Mereka menganggap konten dalam tabloid tersebut kontroversi dan 
menyudutkan Prabowo-Sandi.

Indonesia Barokah memiliki lambang berupa gambar wilayah Indonesia ditambah 
masjid berwarna hijau dengan latar belakang merah putih. Tertulis slogan 
'Membumikan Islam Rahmatan Lil 'Alamin'.

Tabloid ini sudah terbit beberapa edisi. Salah satunya mengusung berita utama 
atau headline'Reuni 212: Kepentingan atau Kepentingan Politik' terbit pada 
Desember 2019.



 Lihat juga: Tim Prabowo soal Tabloid Indonesia Barokah: Ini Cara Primitif 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190123191608-32-363268/tim-prabowo-soal-tabloid-indonesia-barokah-ini-cara-primitif/
 Konten di dalamnya cenderung menyerang kubu paslon 02 Prabowo-Sandi. Misalnya 
pada halaman 6, Indonesia Barokah memuat liputan khusus berjudul 'Membohongi 
Publik untuk Kemenangan Politik? Membongkar Strategi Semprotan Kebohongan.' 
Dilengkapi dengan karikatur Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Sandiaga Uno, dan 
Prabowo Subianto.

Ada pula tulisan berjudul 'Prabowo Marah Media Dibelah' di halaman berbeda. 
Tidak ketinggalan, Indonesia Barokah juga mengulas agenda Hizbut Tahrir melawan 
negara-bangsa.

Di halaman lainnya, ada berita tentang capres petahana Joko Widodo. Namun, 
tergolong bernada positif. Misalnya pada halaman 13 ada konten berjudul 'Jokowi 
Targetkan Bangun 1.000 BLK di Pondok Pesantren.' Di halaman yang sama juga 
tertera tulisan bertajuk 'Pemerintah Luncurkan Beasiswa untuk Santri'.


 Salah satu sudut Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi. Tidak 
ada kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah di lokasi ini. (CNN Indonesia/Bimo 
Wiwoho)

 Masih dalam edisi yang sama, Indonesia Barokah mencantumkan nama-nama susunan 
redaksi. Dari pemimpin umum, pemimpin redaksi, redaktur pelaksana hingga bagian 
distribusi dan sirkulasi dicantumkan. Total anggota redaksi berjumlah 13 orang.

CNNIndonesia.com lantas menyambangi alamat redaksi Indonesia Barokah yang 
tercantum di halaman 2. Alamatnya berlokasi di Jalan Haji Kerenkemi, Rawa 
Bacang, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi.

Akan tetapi, jalan tersebut tidak ada. Di daerah Rawa Bacang hanya ada Jalan 
Kirinkeman.


 Lihat juga: Bawaslu Serahkan Tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190124195501-32-363632/bawaslu-serahkan-tabloid-indonesia-barokah-ke-dewan-pers/
 Di jalan tersebut pun tidak ditemui kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah. 
Tidak ada satu bangunan yang memasang plang sebagai kantor redaksi Indonesia 
Barokah. Jalan yang dimaksud juga tergolong pendek dan sepi.

Salah seorang warga yang tinggal di sekitar, Amel, mengaku tidak tahu ada 
kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah di dekat rumahnya. Dia sudah tinggal 
selama 20 tahun dan tidak mengetahui jika ada kantor redaksi media cetak.

"Saya malah baru dengar. Setahu saya enggak ada. Coba aja cari-cari, mungkin 
dia enggak pasang plang. Tapi kayaknya enggak ada deh," ucap Amel yang 
sehari-hari menjaga kiosnya, Kamis (24/1).


 Sudut lain Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi. Tidak 
ditemukan pula kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah. (CNN Indonesia/Bimo 
Wiwoho)

 Warga yang lain, Adan, juga mengatakan hal senada. Dia mengatakan di sekitar 
rumahnya tidak pernah ada kegiatan penerbitan media cetak.

"Di sini enggak ada kantor di bidang media massa. Di sini juga rumah penduduk 
biasa semua. Kalau ada usaha, ya paling toko atau kios atau laundry," ucap Adan.

Warga lainnya, Yati mengatakan sebelumnya juga ada beberapa orang yang mencari 
kantor redaksi Indonesia Barokah. Tutur Yati, mereka adalah anggota Badan 
Pengawas Pemilu (Bawaslu).


 Lihat juga: Polisi Tunggu Dewan Pers soal Tabloid Indonesia Barokah 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190124050309-12-363327/polisi-tunggu-dewan-pers-soal-tabloid-indonesia-barokah/
 "Iya. Pada foto-foto jalan sini. Tadi siang," kata Yati.

CNNIndonesia.com mencoba untuk menunggu di sekitar Jalan Kirinkeman dan 
jalan-jalan di dekatnya, yakni Jalan Haji Gering, Jalan Pasar Kecapi, dan Jalan 
Raya Rawa Bacang. Selama beberapa jam, tidak ada kendaraan yang nampak membawa 
atau menurunkan tumpukan kertas. Bahkan, di jalan tersebut pun tidak banyak 
orang berlalu-lalang.

CNNIndonesia.com lantas mencoba untuk menghubungi nomor ponsel yang tercantum 
dalam tabloid Indonesia Barokah. Akan tetapi, nomor itu tidak aktif. Selang 
beberapa jam kemudian, nomor yang sama tetap tidak bisa dihubungi.


 Kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merasa dirugikan oleh tabloid 
Indonesia Barokah. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

 Alamat Plesetan

Anggota Dewan Pers Ratna Komala mengatakan pihaknya juga sudah melakukan 
investigasi sementara ke alamat redaksi yang tercantum dalam tabloid Indonesia 
Barokah.

"Ternyata alamatnya itu kayak diplesetin. Tertulis Jalan Kerenkemin tapi enggak 
ada. Yang ada Jalan Kirinkeman," tutur Ratna saat dihubungi, Kamis (24/1).

Ratna mengatakan tim Dewan Pers sudah bertanya kepada warga sekitar dan Ketua 
RT serta Ketua RW setempat. Semuanya menjawab tidak tahu tentang keberadaan 
kantor redaksi Indonesia Barokah.


 Lihat juga: Tim Prabowo Polisikan Tabloid Indonesia Barokah 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190123131032-32-363098/tim-prabowo-polisikan-tabloid-indonesia-barokah/
 Tim ahli Dewan Pers masih melakukan analisis terhadap isi dari tabloid 
tersebut. Ratna mengatakan sudah ada beberapa temuan ganjil.

Dewan Pers, kata Ratna, menemukan bahwa tulisan yang dimuat dalam tabloid 
Indonesia Barokah bukan hasil peliputan. Itu semua berasal dari hasil liputan 
media lain yang sudah diberitakan.

"Comot sana comot sini dari liputan yang pernah ada," ucap Ratna.


 Gedung Dewan Pers, Jakarta. (Adhi Wicaksono)

 Selain itu, Ratna mengatakan sejumlah tulisan dalam tabloid Indonesia Barokah 
mengandung opini. Tergolong tidak objektif, tidak cover both side, serta tidak 
ada konfirmasi. 

"Ada berita atau tulisan yang kategori beropini menghakimi dan beriktikad 
buruk," tutur Ratna.

Ratna mengatakan itu semua merupakan temuan dini pihak Dewan Pers. Analisis dan 
investigasi akan terus dilakukan terhadap tabloid Indonesia Barokah. Dalam 
waktu dekat, Dewan Pers akan mengeluarkan kesimpulan final.


 Lihat juga: Independent Observer dan Suara Senyap Gerindra dari Kemang 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180906165709-32-328259/independent-observer-dan-suara-senyap-gerindra-dari-kemang/
 "Dewan pers belum bisa mengatakan secara final kesimpulannya. Tapi sedang 
melakukan analisis isinya sambil investigasi," kata Ratna.

Ratna juga mengatakan tidak pernah ada kelompok atas nama Indonesia Barokah 
yang mendaftarkan diri sebagai media massa ke Dewan Pers. Bahkan, Ratna 
menyebut dirinya baru mengetahui tabloid tersebut usai diberitakan sejumlah 
media.

Setahun lalu, sempat mencuat pula tabloid lain yang diduga partisan. Yakni, 
Independent Observer. Tabloid berbahasa Inggris itu cenderung memuat artikel 
yang memiliki nada positif bagi capres Prabowo Subianto. Partai Gerindra pun 
membantah pihaknya memiliki keterkaitan dengan tabloid itu.

(bmw/arh)

Kirim email ke