Rabu 20 Februari 2019, 16:25 WIB
"Common Sense" Ishadi SK
"Reformasi" Pamekasan dan Pembangunan
di Madura
Ishadi SK - detikNews
<https://news.detik.com/kolom/d-4436538/reformasi-pamekasan-dan-pembangunan-di-madura?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.53662184.1931762799.1550689697-126194377.1550689697#>
Ishadi SK
<https://news.detik.com/kolom/d-4436538/reformasi-pamekasan-dan-pembangunan-di-madura?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.53662184.1931762799.1550689697-126194377.1550689697#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4436538/reformasi-pamekasan-dan-pembangunan-di-madura?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.53662184.1931762799.1550689697-126194377.1550689697#>
Tweet
<https://news.detik.com/kolom/d-4436538/reformasi-pamekasan-dan-pembangunan-di-madura?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.53662184.1931762799.1550689697-126194377.1550689697#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4436538/reformasi-pamekasan-dan-pembangunan-di-madura?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.53662184.1931762799.1550689697-126194377.1550689697#>
0 komentar
<https://news.detik.com/kolom/d-4436538/reformasi-pamekasan-dan-pembangunan-di-madura?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.53662184.1931762799.1550689697-126194377.1550689697#>
Reformasi Pamekasan dan Pembangunan di Madura Ishadi SK (Ilustrasi: Edi
Wahyono/detikcom)
*Jakarta* - Madura adalah sebuah pulau di timur Surabaya. Pulau tersebut
meski hanya 1/25 Pulau Jawa, namun dalam perjalanan sejarah, khususnya
tatkala kekuasaan Majapahit mulai surut terpecah dalam berbagai kerajaan
kecil, menjadi sangat berarti dan berperan dalam sejarah kerajaan di
Jawa. Ini karena orang Madura dikenal sebagai suku bangsa yang keras,
berani, dan digdaya dalam berbagai pertempuran, sehingga sampai dengan
kemerdekaan Republik Indonesia 1945, pasukan Madura sering digunakan
Belanda bersama suku Ambon untuk ikut bertempur di Aceh, Batavia,
Yogyakarta, Surakarta, maupun Jakarta hingga kawasan Jawa Timur.
Sekarang ini Madura terbagi dalam empat kabupaten; Bangkalan, Sampang,
Pamekasan, dan Sumenep. Dari empat Kabupaten itu, Sumenep merupakan
wilayah terluas dan mempunyai sumber daya alam minyak bumi yang besar,
tepatnya di Pulau Kangean.
Saya pernah mengunjungi keempat kabupaten tersebut. Suatu hari ketika
saya masuk ke ruang kerja saya, saya melihat*detikcom* sedang
mewawancarai Bupati Pamekasan, Badrut Tamam. Saya kemudian terlibat
diskusi singkat dengan beliau. Saya sangat terkesan, karena tidak hanya
muda (40 tahun), Bupati Badrut menurut saya memiliki visi jelas untuk
mengembangkan Kabupaten Pamekasan. Saya kemudian diundang untuk
memberikan ceramah ke Pamekasan. Kesempatan itu datang ketika saya
menghadiri Hari Pers Nasional di Surabaya, 6-10 Februari 2019.
Kesempatan itu saya gunakan untuk pergi ke Pamekasan.
Di depan camat, kades dan tokoh masyarakat saya menyampaikan pandangan
saya tentang Pamekasan. Saya katakan, Pamekasan secara geografis
mempunyai kelebihan dibanding tiga kabupaten lainnya karena lokasinya
membelah Pulau Madura dari utara hingga selatan, sehingga setiap orang
yang mau bepergian dari Bangkalan ke Sampang maupun Sumenep harus
melewati Pamekasan. Saya katakan, Bupati Badrut Tamam mempunyai visi
mengubah Pamekasan menjadi kabupaten unggulan karena mempunyai potensi
lokasi strategis, dilewati lalu lintas barat dan timur Pulau Madura.
Selama dua jam berbicara dan berdialog, saya menemukan bahwa para camat,
lurah, anggota DPD dan DPRD Pamekasan sangat antusias dan yakin bahwa di
bawah pimpinan Badrut Tamam Pamekasan dapat berkembang lebih pesat.
Faktanya, terbukti hanya dalam kurun waktu 47 hari setelah dilantik,
Bupati Badrut dan jajarannya berhasil meresmikan "/one stop service
center/" untuk segala keperluan administrasi masyarakat Pamekasan. Di
antaranya perizinan usaha, pembayaran pajak daerah, pengurusan KTP, KK,
maupun kegiatan administratif lainnya yang sebelumnya tersebar di
berbagai kecamatan, kelurahan, maupun perwakilan daerah yang lain.
Atas prestasi berhasil membangun "/one stop service center/" ini, Bupati
mendapat penghargaan MURI yang diserahkan secara langsung oleh Jaya
Suprana selaku pendiri MURI. Tiga bulan setelahnya, Bupati Badrut juga
mendapat penghargaan dalam mengajarkan penggunaan teknologi dalam proses
pelayanan kepada masyarakat, yang ditandai dengan peluncuran "Pamekasan
SMART". Lewat aplikasi tersebut setiap orang bisa mendapat pelayanan
sempurna tanpa harus melewati jalur birokrasi yang sebelumnya berlaku.
Dengan /i-Lorong/ misalnya, masyarakat cukup memfoto jalan yang rusak
dan dikirim ke /Pamekasan SMART/, yang kemudian langsung membuat dinas
terkait bergerak cepat memperbaiki jalan yang harus diperbaiki.
Menurut Bupati Badrut Tamam, menerapkan sistem e-birokrasi terbukti
lebih efektif untuk menjadikan Pamekasan sebagai kabupaten yang cepat
untuk mendapat pelayanan serta berdaya saing dengan kabupaten maju
lainnya di Indonesia. Pamekasan sendiri mempunyai sumber daya alam yang
cukup, di antaranya tembakau, garam, dan tambak udang, pertanian padi
dan palawija, batu gamping dan batik. Kerajinan batik terpusat di Desa
Paseseh.
Saya melihat bahwa hampir seluruh penduduk desa itu pandai membatik.
Keseluruhannya batik tulis, tidak ada batik cap. Karena telah terlatih,
terbiasa selama puluhan tahun, produksi batik halusnya terbaik di
Indonesia. Batik Madura juga memiliki keunikan warna maupun coraknya.
Kelebihannya adalah dalam detail, karena setiap kain batik didesain
hingga sangat detail, rata-rata prosesnya selesai lewat pekerjaan tulis
selama 2-3 bulan. Untuk jenis batik tulis yang "/masterpiece/"
diperlukan waktu 1-2 tahun untuk menyelesaikan sepotong kain batik tulis
premium. Harganya pun mahal dibanding dengan batik-batik lainnya di
Indonesia; paling murah Rp 500 ribu per lembar, dan paling mahal antara
Rp 25-50 juta per lembar.
Di desa ini ada kelompok-kelompok usaha batik yang masing-masing
memiliki ciri dan motif yang berbeda. Tak heran desa ini menjadi tempat
wisata bagi peminat batik untuk berbelanja. Umumnya mereka datang dari
Jawa Timur, maupun daerah-daerah yang lain. Desa Paseseh saat ini sedang
menjalankan sistem perdagangan /e-commerce/ untuk mempermudah penjualan
kepada peminat batik ke daerah-daerah di luar Madura.
Selain batik, mereka juga beternak sapi. Sapi menjadi andalan di samping
batik. Sapi menjadi deposito hidup buat keluarga desa ini, karena untuk
membayar uang sekolah mereka cukup menjual seekor sapi, untuk pesta
pernikahan mereka menjual 10 ekor sapi, untuk menjalankan ibadah haji
mereka bisa menjual 15 ekor sapi dengan harga tinggi, karena sapi
Pamekasan adalah yang terbaik di Madura.
Hanya dalam kurun waktu enam bulan sejak Bupati dilantik, Pamekasan
telah ber-"reformasi" dari kabupaten yang berbasis birokrasi dan sistem
usaha tradisional, menjadi kabupaten yang berbasis e-birokrasi dan
/e-commerce/ usaha kelompok tani, ternak, perdagangan, pariwisata dan
dunia usaha lainnya. Pamekasan bisa menjadi model dari konsep
pembangunan Pulau Madura ke depan.
*Ishadi SK* /Komisaris Transmedia/
*(mmu/mmu)*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*