Tunggu saja hasil rekapitulasi KPU, lalu adukan ke MK kalau ada kecurangan.. Tegakkan dan patuhi hukum sesuai dengan peraturan. Jangan berlaku anarkis.. Siapapun yang menang harus dipatuhi. Kemudian mari sama2 membangun Indonesia. ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Kepada: Ronggo Gmail ronggo. <[email protected]>Terkirim: Senin, 22 April 2019 01.03.39 GMT+2Judul: Re: [nasional-list] PDI Perjuangan: Klaim Kemenangan Prabowo Subianto Sangat Ironis
Mr.Sunny ... are You so sure about it ....? Note : A coin has always TWO SIDES..... ( Each side brings a certain message ) Seperti juga Politik ... antara Diplomasi dan Politik Praktis...... On Sun, 21 Apr 2019 at 14:01, Sunny ambon [email protected] [nasional-list] <[email protected]> wrote: Bisasaja Prabowo klaim kemenanagan, tetapi yang menjadi presiden rezimneo-Mojopahit ditetapkan kepada orang lain. Bagi pemilih tak usahragukan atau ribut, karena siapa pun yang menjadi presiden, politikneo-Mojopahit akan terus diterapkan. https://koransulindo.com/pdi-perjuangan-klaim-kemenangan-prabowo-subianto-sangat-ironis/ PDIPerjuangan: Klaim Kemenangan Prabowo Subianto Sangat Ironis 19April 2019 SekretarisJenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto/CHA KoranSulindo – PDIPerjuangan menyatakan klaim kemenangan calon presiden nomor urut 02,Prabowo Subianto sangat ironis. Prabowo tak mempercayai hitung cepat(quick count) berbagai lembaga survei soal pemilihan presiden(Pilpres) 2019, sedangkan partai-partai politik pendukungnya mengakuihitung cepat soal pemilu legislatif (Pileg) 2019. “Sehinggasangat ironi ketika partai politik quick count-nya diterima, kemudianuntuk Pilpres-nya tidak diterima. Yang kemudian mengadakan aksisepihak dengan 3 kali pernyataan menang. Ini sangat ironis,” kataSekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di kantor DPP PDIPerjuangan, Jakarta, Jumat (19/4/2019). Hastojuga menyinggung perbedaan sikap Prabowo soal hitung cepat PilkadaDKI Jakarta 2017. Hasil hitung cepat saat itu mengunggulkan pasangancalon gubernur dan wakil gubernur, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. “PakPrabowo ketika Pilkada DKI yang memenangkan Anies dan Sandi saat itubilang juga menggunakan quick count sebagai sebuah instrumen yangbisa dipertanggungjawabkan keakuratannya dari aspek metodologi,”katanya. MenurutHasto, semua pihak lebih baik menunggu hasil rekapitulasi resmiKomisi Pemilihan Umum (KPU). Ia juga optimistis Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu) bisa mengawasi dengan baik. “KPUdan Bawaslu juga dapat dilakukan sebuah tindakan ketika ada indikasiberpihak kepada pasangan tertentu, kita memiliki mekanisme melaluiDKPP, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu,” katanya. Prabowosebelumnya mengklaim kemenangan ada di pihaknya pada Rabu (17/4/2019)sebanyak 2 kali dan Kamis (18/4/2019) sebanyak 1 kali. Cawapresnya,Sandiaga Uno tak hadir pada jumpa pers Rabu (17/4/2019). Dalam semuajumpa pers itu Prabowo menyatakan tak percaya dengan hasil surveilembaga lain yang dianggapnya tengah menggiring opini dan berpeganganpada data exit poll, quick count, dan real count internal. Gugatke MK Hastojuga mengimbau peserta Pemilu 2019 yang tidak puas dengan penetapanhasil Pemilu nanti menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). MKmerupakan lembaga resmi yang berwenang menangani sengketa hasilPemilu. “Itumekanisme yang resmi,” kata Hasto. PDIPerjuangan mengingatkan elite politik tak menyebarkan narasi-narasinegatif menyangkut Pemilu 2019. “BuMegawati Soekarnoputri juga mengingatkan kami, kita semua sebaiknyamenunggu proses rekapitulasi yang secara berjenjang yang dilakukanoleh KPU,” kata Hasto. Sementaraitu Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPP PDI Perjuangan,Arif Wibowo, mengatakan perhitungan sementara BSPN PDI-P per pukul14.10 WIB, pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraih6.738.643 suara. Sementara pasangan nomor urut 02 PrabowoSubianto-Sandiaga Uno meraih 4..031.162 suara. Progresdata ini baru dihimpun dari formulir C1 fisik di 58.636 TPS dari809.376 TPS. Perhitungan ini dilakukan oleh kamar hitung di setiapDPC PDI-P. BSPNtidak menerima formulir C1 lewat foto, media sosial atau email. TimBSPN di daerah harus menerima salinan formulir tersebut yang berasallangsung dari TPS. “Tentucepat atau lambat tergantung pada kesiapan masing-masing daerah untukmelakukan input data hasil penghitungan suara. Kami memilikiinfrastruktur sampai ke tingkat kabupaten kota,” kata Arif. [DiditSidarta] Pembaca: 87 | | Bez virů. www.avast.com |
