PAN nyang 'ndi PARANE ?

Pada tanggal Jum, 26 Apr 2019 pukul 04.51 ChanCT [email protected]
[URECA_SGT] <[email protected]> menulis:

>
>
> Pengamat Anggap PAN Gabung ke Kubu Jokowi Realistis Demi 2024
> Reporter:  Ahmad Faiz Ibnu Sani
> Editor:  Amirullah
> Jumat, 26 April 2019 08:38 WIB
>
> [image: Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) berbincang dengan Ketua
> MPR Zulkifli Hasan (kiri) dan Ketua MA Hatta Ali (kanan) di sela acara buka
> puasa bersama di kediaman Ketua MPR, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018. Buka
> puasa bersama tersebut dihadiri sejumlah pemimpin lembaga negara, anggota
> MPR, dan tokoh politik. ANTARA/Puspa Perwitasari]Presiden Joko Widodo
> alias Jokowi (tengah) berbincang dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan (kiri) dan
> Ketua MA Hatta Ali (kanan) di sela acara buka puasa bersama di kediaman
> Ketua MPR, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018. Buka puasa bersama tersebut
> dihadiri sejumlah pemimpin lembaga negara, anggota MPR, dan tokoh politik..
> ANTARA/Puspa Perwitasari
>
> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Direktur Eksekutif Parameter
> Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengatakan jika Partai Amanat Nasional
> (PAN) bergabung ke kubu Joko Widodo atau Jokowi
> <https://www.tempo.co/tag/jokowi>, yang menurut hasil hitung cepat
> memenangkan pemilihan presiden, maka hal itu adalah sikap yang realistis.
> Ia menilai langkah tersebut akan menguntungkan PAN terutama dalam
> menghadapi pemilu 2024 mendatang.
>
> Baca: Zulkifli Hasan Bertemu Jokowi, Sekjen PAN: Kami Tetap di Prabowo
> <https://nasional.tempo.co/read/1199338/zulkifli-hasan-bertemu-jokowi-sekjen-pan-kami-tetap-di-prabowo>
>
> Menurut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam
> Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini, pertarungan 2024 akan lebih berat
> bagi PAN. Alasannya merujuk hasil hitung cepat, partai pimpinan Zulkifli
> Hasan ini hanya meraup suara sekitar 6 persen. Atas dasar itu PAN harus
> segera mengkonsolidasikan infrastruktur politiknya demi menghadapi
> kompetisi lima tahun yang akan datang.
>
> "Kalau dia lompat ke kubu pemerintah, dia realistis mengkalkulasi
> kepentingan politik jangka panjang, terutama menghadapi 2024. Jalan PAN
> cukup berliku dan mendaki, kalau terus di luar akan berat hadapi 2024,"
> kata Adi saat dihubungi Tempo, Kamis, 25 April 2019.
>
> Adi berujar langkah PAN untuk mengkonsolidasikan kekuatan politiknya akan
> lebih sulit jika berada di luar pemerintah. "Karena kalau PAN jadi oposisi
> tentu harus berdarah-darah dengan air mata dan butuh stamina yang luar
> biasa. Untuk jadi oposisi butuh energi yang tidak biasa, makanya banyak
> partai berlomba ingin jadi bagian pemerintah demi mengkapitalisasi
> kepentingan politik," ucapnya.
>
> Selain itu, Adi menuturkan sejak awal PAN terkesan ingin bergabung dengan
> kubu Jokowi. Namun hal itu terganjal oleh sosok Amien Rais yang vokal
> mengkritik pemerintah. Karena itu, dalam pemilihan presiden 2019 PAN
> memutuskan mendukung Prabowo Subianto. "Di PAN ada matahari kembar. Ketua
> umum memang Zulkifli Hasan, tapi ada Amien Rais yang melampaui ketua umum,"
> ujarnya.
>
> ADVERTISEMENT
>
> Baca: Waketum PAN: Pertemuan Jokowi-Zulhas Penting Secara Simbolis
> <https://nasional.tempo.co/read/1199368/waketum-pan-pertemuan-jokowi-zulhas-penting-secara-simbolis>
>
> Isu kemungkinan PAN berlabuh ke kubu Jokowi pertama kali dilontarkan oleh
> Wakil Ketua Umum PAN, Bara Hasibuan. Ia berujar pihaknya akan
> melihat kembali arah koalisi PAN ke depan lantaran pemilihan presiden sudah
> selesai.
>
> Namun, kata Adi, pernyataan Bara tersebut tidak bisa dijadikan patokan.
> Pasalnya dia bukan pengurus teras yang bisa mempengaruhi keputusan politik
> PAN.
>
>
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> 不含病毒。www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> <#m_2383366015636551970_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke