https://www.jawapos.com/ekonomi/finance/23/04/2019/begini-sri-mulyani-susun-asumsi-makro-tahun-pertama-pemerintahan-baru/


Sambut Optimistis Perekonomian di 2020
Begini Sri Mulyani Susun Asumsi Makro Tahun Pertama Pemerintahan Baru
FINANCE <https://www.jawapos.com/ekonomi/finance/>
23 April 2019, 16:37:28 WIB

*JawaPos.com –* Menyambut tahun pertama Pemerintahan baru di 2020, sejumlah
asumsi makro dipaparkan dengan cukup optimistis. Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati mematok pertumbuhan ekonomi antara 5,3 persen hingga 5,6
persen tahun depan. Untuk mencapai itu, sektor konsumsi dan investasi
diharapkan menjadi mesin penggerak pertumbuhan dengan kisaran pertumbuhan
antara 5,2 persen mendekati 7,5 persen.

“Investasi diharapkan tumbuh mendekati pertumbuhan ekonomi (5,6 persen).
Kita harapkan bisa mendekati 7,5 persen,” jelasnya di Istana Kepresidenan
Bogor, Selasa (23/4).

Pada bagia lain, Sri Mulyani berkeinginan pertumbuhan impor tetap terjaga
di level 6 persen. Sementara dari sisi suplai, pemerintah masih akan
melihat lagi produktifitas masing-masing sektor. Bisa dari pertanian atau
sektor manufaktur yang selama ini diharapkan dapat tumbuh di atas 4-5
persen.
 Disamping itu, mantan direktur Bank Dunia ini juga memberi kelonggaran
untuk nilai tukar rupiah yakni dikisaran Rp 15 ribu. Sri Mulyani yakin
nilai tukar rupiah tahun depan bisa lebih jinak lantaran saat ini sudah
menyentuh level Rp 14 ribu. Sementara harga minyak mentah dipatok sebesar
USD 60 – USD 70 per barel.

“Harga minyak kita masih USD60-70 per barel dan juga untuk lifting migas
kira-kira setara dengan yang selama ini diproduksi meskipun angkanya masih
dalam range,” terangnya.

Pemerintah juga membahas tentang program prioritas yang akan dilakukan
tahun depan. Diantaranya merupakan program yang dijanjikan dalam masa
kampanye Pilpres 2019 lalu. “Kita akan menampung prioritas seperti tadi
untuk pembangunan SDM, KIP kuliah, maupun kartu prakerja (vokasi) ini akan
dikoordinasikan dengan menteri terkait, kartu sembako akan re-design
bersama dengan PKH dan BPNT (bantuan pemerintah nontunai),” lanjutnya.

Sedangkan untuk jaminan sosial, Sri Mulyani akan meninjau kembali anggaran
BPJS Kesehatan berdasarkan audit dari BPKP. Dalam paparannya, Sri Mulyani
berharap asumsi awal inflasi 2020 akan terjaga di level 2-4 persen dengan
suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) di kisaran 5 hingga 5,3 persen..

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Uji Sukma Media

Kirim email ke