https://pilpres.tempo.co/read/1204244/prabowo-klaim-raih-62-persen-demokrat-jokowi-saja-tak-

mungkin/full&view=ok


 Prabowo Klaim Raih 62 Persen, Demokrat:


 Jokowi Saja Tak Mungkin

Reporter:


       Budiarti Utami Putri

Editor:


       Tulus Wijanarko

Sabtu, 11 Mei 2019 07:43 WIB
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat pada Selasa, 14 Agustus 2018. TEMPO/Andita Rahma <https://statik.tempo.co/data/2018/08/14/id_726011/726011_720.jpg>

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat pada Selasa, 14 Agustus 2018. TEMPO/Andita Rahma

*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyebut siapa pun pasangan calon yang menang di pemilihan presiden 2019 ini tak akan mencapai suara di atas 60 persen. Hal ini disampaikan Jansen sekaligus menjelaskan kritik Demokrat terhadap apa yang mereka sebut sebagai setan gundul di koalisi pasangan calon 02 Prabowo <https://www.tempo.co/tag/prabowo> Subianto-Sandiaga Uno.

*Baca juga*: Politikus Demokrat Jelaskan Setan Gundul yang Dimaksud Andi Arief <https://nasional.tempo.co/read/1202516/politikus-demokrat-jelaskan-setan-gundul-yang-dimaksud-andi-arief>

"Jangankan Pak Prabowo, Pak Jokowi saja kami katakan tidak mungkin menang di atas 60 persen di pilpres ini," kata Jansen melalui pesan, Jumat, 10 Mei 2019.

Jansen menjelaskan, Jokowi tak mungkin meraih 60 persen suara lantaran banyak masyarakat yang tak puas dengan kinerja pemerintahannya. Dia juga mengungkit perolehan suara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ketika maju di pilpres 2009.

Jansen menyebut kala itu masyarakat puas dan ingin pemerintahan SBY berlanjut. SBY juga menang di seluruh provinsi di Pulau Jawa. Namun, perolehan suara nasionalnya hanya 60,80 persen. Angka itu, kata Jansen, menjadi rekor kemenangan pilpres di Indonesia hingga saat ini. "Jadi berdasarkan analisis di atas tidak mungkin kami katakan akan ada capres yang menang di atas 60 persen, apalagi 62 persen."

Jansen berujar itulah alasan Demokrat mengkritik pihak yang menyuplai angka tersebut kepada Prabowo. Ketua Umum Partai Gerindra itu sebelumnya mendeklarasikan kemenangan dengan klaim meraih 62 persen suara berdasarkan hasil perhitungan manual atau /real count/ yang dilakukan tim dan relawannya. Namun, tim Prabowo tak pernah membuka secara jelas bagaimana angka tersebut diperoleh.

"Kami mengkritik setan gundul yang memberikan masukan itu ke Pak Prabowo, karena menurut kami sumber angka dan informasinya itu tidak jelas yang berakibat Pak Prabowo menjadi sesat karena masukan itu," kata Jansen.

Istilah setan gundul pertama kali dilontarkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Andi menyebut ada elemen setan gundul yang muncul dalam perjalanan koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga Uno. Menurut dia, setan gundul ini tak rasional dan mendominasi koalisi.

"Cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," kata Andi Arief lewat akun Twitternya pada Senin, 6 Mei 2019.

------------------------------------------------------------------------


==============



https://pilpres.tempo.co/read/1204255/3-politikus-demokrat-minta-prabowo-jujur-soal-bukti-62-

persen/full&view=ok


 3 Politikus Demokrat Minta Prabowo Jujur


 soal Bukti 62 Persen

Reporter:


       Budiarti Utami Putri

Editor:


       Tulus Wijanarko

Sabtu, 11 Mei 2019 09:38 WIB
Prabowo Subianto didampingi Sandiaga Uno saat mendeklarasikan kemenangan dalam Pilpres Pemilu 2019 di Jakarta, Kamis, 18 April 2019. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. TEMPO/M Taufan Rengganis <https://statik.tempo.co/data/2019/04/18/id_835424/835424_720.jpg>

Prabowo Subianto didampingi Sandiaga Uno saat mendeklarasikan kemenangan dalam Pilpres Pemilu 2019 di Jakarta, Kamis, 18 April 2019. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. TEMPO/M Taufan Rengganis

*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief meminta calon presiden Prabowo <https://www.tempo.co/tag/prabowo> Subianto jujur ihwal angka kemenangan 62 persen yang diklaim sejak usai hari pencoblosan pemilihan presiden 17 April lalu.

Andi Arief menyampaikan hal itu kepada wartawan lewat pesat tertulis, Jum'at, 10/5, malam. Dalam pesna panjang yang diberi judul /Jokowi, Prabowo, dan AHY. Siapa Jujur, Siapa Kesatria?/ itu Andi menulis bersama Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik dan Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon.

*Baca juga:* Pengamat: Anomali Pilpres 2019, Kubu Jokowi dan prabowo Panik <https://pilpres.tempo.co/read/1203903/pengamat-anomali-pilpres-2019-kubu-jokowi-dan-prabowo-panik>

Ketiganya mengklaim tulisan itu merupakan pandangan pribadi dan bukan mewakili partai. "Tidak mewakili Partai Demokrat, meskipun kami yakin ini pulalah jalan pikiran pemimpin Demokrat dan keluarga besarnya," demikian tertulis dalam surat tersebut.

Andi mengatakan Prabowo harus jujur apakah benar memiliki bukti nyata dan kuat soal kemenangan 62 persen. Menurut dia, jika bukti itu tak ada maka Prabowo berdosa luar biasa, lantaran klaim itu sudah memengaruhi para pendukungnya untuk bertindak apa saja. Dia menilai jutaan orang rela mati membela jika Prabowo dinyatakan kalah oleh Komisi Pemilihan Umum.

"Bayangkan kalau jutaan orang itu nanti benar-benar nekad, melakukan perlawanan fisik dan akhirnya menjadi korban karena mempertahankan keyakinan yang salah, siapa yang bertanggung jawab? Tentu Prabowo," kata Andi.

Andi, Rachland, dan Jansen berujar Prabowo bisa saja mengkambinghitamkan pihak-pihak yang memberikan data atau bukti kemenangan 62 persen itu. Namun menurut mereka, sebagai calon presiden Prabowo mestinya memiliki /judgement/ atas dasar logika dan akal sehat, serta kecermatan dan kehati-hatian sebelum bertindak mengklaim kemenangan.

Mereka menuturkan, sejumlah testimoni dari pendukung Prabowo juga menunjukkan adanya keraguan perihal data dan angka 62 persen itu. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono disebut sebagai salah satu yang hingga saat ini belum bisa diyakinkan bahwa Prabowo menang 62 persen.

Ketiga kader Demokrat ini mengatakan bahwa SBY adalah seorang yang kuat dalam logika, cermat, dan berhati-hati dalam membenarkan atau tak membenarkan sesuatu. SBY juga dua kali menjadi calon presiden dan dua periode memerintah Indonesia.

"Tentu tak mungkin disuruh membebek dan membela secara membabi buta capres yang diusungnya itu kecuali akal sehat dan hati nuraninya meyakini klaim kemenangan Prabowo yang 62 persen itu kuat dan benar."

Sebelumnya, calon presiden Prabowo Subianto mengklaim menang 62 persen di pemilihan presiden 2019. Angka itu diklaim berasal dari perhitungan manual alias real count di 320 ribu tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia. Namun dalam sejumlah kesempatan, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno menyatakan tak bisa membeberkan sistem perhitungan yang mereka lakukan.

/Tempo/ masih berusaha minta tanggapan dari kubu Prabowo atas tuntutan Andia Arief dkk tersebut.

------------------------------------------------------------------------









Kirim email ke