https://nasional.tempo.co/read/1205058/hendropriyono-jelaskan-soal-ucapan-wni-keturunan-arab/full&view=ok
Hendropriyono Jelaskan soal Ucapan WNI
Keturunan Arab
Reporter:
Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor:
Kukuh S. Wibowo
Senin, 13 Mei 2019 22:28 WIB
Jenderal (Purn), Abdullah Makhmud Hendropriyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto
<https://statik.tempo.co/data/2014/08/17/id_316290/316290_620.jpg>
Jenderal (Purn), Abdullah Makhmud Hendropriyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto
*TEMPO.CO*, *Jakarta*-Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN),
Hendropriyono
<https://nasional.tempo.co/read/1203414/prabowo-anggap-ucapan-hendropriyono-rasis-dan-mengadu-domba>,
menjelaskan maksud ucapannya yang meminta warga negara Indonesia
keturunan Arab agar tidak menjadi provokator. Ia mengatakan ucapannya
itu tidak bermaksud rasis.
Menurut Hendro para WNI keturunan Arab kerap dihormati dan dimuliakan
oleh sebagian masyarakat Indonesia. Ia mengimbau mereka yang mendapat
kehormatan itu untuk sama-sama menjaga kondusifitas negara.
Baca: Hendropriyono Minta Keturunan Arab Beri Pengayoman ke Masyarakat
<https://nasional.tempo.co/read/1202981/hendropriyono-minta-keturunan-arab-beri-pengayoman-ke-masyarakat?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1>
"Tolong lah kalau berada di posisi yang terhormat betul-betul bisa
membawa rakyat dan masyarakat bangsa kita ini ke arah ketenangan, rasa
terayomi, supaya enak beribadah, enak bekerja, enak nuntut ilmu, enak
mencari makan, dan lain-lain," katanya usai menghadiri acara buka puasa
bersama di rumah dinas Ketua DPR Bambang Soesatyo, Jalan Widya Chandra
III, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019.
Atas dasar itu Hendro meminta WNI keturunan Arab tidak mempengaruhi
masyarakat untuk melakukan revolusi atau membuat onar. Pasalnya ia
menilai sebagian masyarakat Indonesia cenderung percaya penuh terhadap
apa pun yang diucapkan WNI keturunan Arab itu.
Simak: Prabowo Anggap Ucapan Hendropriyono Rasis dan Mengadu Domba
<https://nasional.tempo.co/read/1203414/prabowo-anggap-ucapan-hendropriyono-rasis-dan-mengadu-domba>
Mantan Ketua umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia itu mengambil
contoh WNI keturunan Arab karena melihat fenomena sosial yang ada.
Menurut Hendro tidak mungkin ia menggunakan masyarakat etnis Cina
lantaran sedikit masyarakat yang menghormati dan mau mengikuti seruan
mereka.
"Itu, kan, kalau masyarakat golongan Arab jelas, semua kita hormat ke
sana. Saya minta supaya orang yang pada posisi itu mengerti lah," kata
Hendropriyono
<https://nasional.tempo.co/read/1203061/sandiaga-hendropriyono-senior-saya-tak-ingin-saling-berbalas>.
Hendro menilai pihak-pihak yang menuduhnya rasis tidak memahami maksud
ucapannya. "Karena yang dibaca oleh orang-orang itu hanya kata-kata,
tidak kalimat penuh."
------------------------------------------------------------------------