Yang diimpor Bulog tetap dibuat mahal di pasar sehingga seorang "menteri" punya 
alasan membatalkan izin impor Bulog lalu diserahkan ke pengusaha swasta / 
importir. 
Ini baru urusan bawang. Bukan rahasia lagi kabinet gaduh karena menteri jalan 
sendiri-sendiri. Sedangkan presiden cuma kebagian ngomong soal kartu dan 
infrastruktur.
-

Bulog yakin ada kartel bawang putih
Oleh: Abdul Basith Rabu, 15 Mei 2019 13:25 WIBKONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur 
Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) yakin terdapat kartel bawang putih yang 
mengatur harga.
Hal itu diungkapkan oleh Buwas ketika rapat dengar pendapat dengan Komisi VI 
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Buwas bilang kartel tersebut yang menyebabkan 
harga bawang belum turun meski sudah ada impor.
"Yakin ada kartel terkait bawang putih, barang sudah ada ini dimanfaatkan untuk 
mencari lebih," ujar Buwas saat rapat dengar pendapat, Rabu (15/5).
Buwas telah menyampaikan hal tersebut untuk ditindak oleh kepolisian. 
Penindakan dapat dilakukan dengan mengecek langsung gudang milik importir.
Ia menuding kartel bawang putih kompak di seluruh Indonesia. Kenaikan harga 
secara langsung ditentukan oleh kelompok pengusaha dalam kartel tersebut.
"Bawang putih itu kalau diputuskan naik Rp 10.000 per kilogram (kg) kompak di 
seluruh daerah naik," terang Buwas.
Tidak hanya bawang putih, Buwas yakin kartel juga terjadi di bahan pangan 
lainnya. Hal itu diungkapkan Buwas melihat pangsa pasar Bulog yang hanya 
sekitar 6%.
"Selebihnya (sektor pangan dikuasai) pasar bebas," jelas Buwas.
Editor: Herlina Kartika

Kirim email ke