Senin 15 Juli 2019, 09:29 WIB
Polri: Kasus Novel Tak Ada Kaitannya dengan Komjen Iriawan
Audrey Santoso - detikNews
Polri: Kasus Novel Tak Ada Kaitannya dengan Komjen IriawanKaro Penmas
Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Rifkianto Nugroho/detikcom)
*Jakarta*- Polri menegaskan Komjen M Iriawan tak memiliki kaitan dengan
kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPKNovel Baswedan.
<https://www.detik.com/tag/kasus-novel-baswedan/?tag_from=tag_detail&_ga=2.10102965.1083127948.1563153606-1267917328.1560476457>Polri
menjelaskan tim pakar bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak
pernah memeriksa Iriawan, tapi sekadar wawancara santai untuk meminta
klarifikasi.
"Komjen Iriawan tidak pernah dipanggil. Tapi tim gabungan pakar datang
ke beliau, untuk membicarakan atau/ngobrol/klarifikasi tentang kasus
penyiraman Novel," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi
Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan, Senin (15/7/2019).
*Baca juga:*TGPF Kasus Novel: Peristiwa Bisa Dipetakan, Fakta Hukum
Sulit
<https://news.detik.com/read/2019/07/12/063256/4620925/10/tgpf-kasus-novel-peristiwa-bisa-dipetakan-fakta-hukum-sulit>
Wawancara dengan Iriawan dilakukan tim pakar guna menggali informasi
tentang apa saja yang dilakukan Iriawan terkait kasus teror Novel.
Diketahui, kasus Novel itu terjadi saat dirinya menjabat Kapolda Metro Jaya..
"Karena kapasitas beliau saat kejadian tersebut sebagai Kapolda Metro
dan informasi lain yang beredar. Dan sudah/clear/, dan beliau sudah
membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut. Beliau juga
sampaikan secara umum hasil kerja tim yang menangani kasus ini selama
menjabat Kapolda Metro kepada tim pakar," jelas Dedi.
*Baca juga:*Alasan TGPF Novel Minta Klarifikasi Mantan Kapolda Metro
Komjen Iriawan
<https://news.detik.com/read/2019/07/11/165924/4620300/10/alasan-tgpf-novel-minta-klarifikasi-mantan-kapolda-metro-komjen-iriawan>
Dedi menuturkan Iriawan menjelaskan tim khusus yang dibentuknya semasa
menjabat Kapolda Metro Jaya telah bekerja secara profesional. Dedi
mengatakan Iriawan telah berupaya melakukan pembuktian secara ilmiah
dalam mengungkap kasus teror terhadap Novel.
"Kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan beliau dan tim yang dibentuk
beliau sudah bekerja secara profesional dan proses pembuktian secara
ilmiah untuk mengungkap kasus tersebut," tutur Dedi.
*Baca juga:*Komjen Iriawan Pernah Dimintai Klarifikasi oleh TGPF Novel
<https://news.detik.com/read/2019/07/11/164453/4620276/10/komjen-iriawan-pernah-dimintai-klarifikasi-oleh-tgpf-novel>
Dedi menambahkan tim pakar pun tidak menuangkan hasil wawancara Iriawan
dalam format berita acara pemeriksaan (BAP).
"Karena sifatnya klarifikasi, dimasukkan dalam laporan saja. Mereka
tidak membuat BAP, kan tidak/projusticia/," imbuh Dedi.
Sebelumnya, Komjen Iriawan mengaku pernah dimintai klarifikasi oleh tim
pakar pencari fakta kasus penyiraman air keras ke Novel. Anggota tim
pakar kasus Novel, Hendardi, menyebut pemeriksaan terhadap Iriawan hanya
untuk menepis berbagai isu yang mengaitkan kasus penyiraman dengan Iriawan.
"Untuk menepis berbagai isu, bahwa betul Komjen Iriawan kita periksa
dalam konteks beliau sebagai Kapolda. Jadi kalau orang diperiksa biasa
saja sebagai saksi. Saksi karena hubungan itu ada. Hubungannya apa? Ya
misalnya dia Novel pernah ke Polda Metro, Pak Iriawan juga pernah
mengunjungi Novel ketika kejadian itu maupun sebelum, sesudahnya pernah.
Itu yang kami periksa," ucap Hendardi di gedung Kemensetneg, Jakarta
Pusat, Kamis (11/7).
Hendardi menilai wajar jika dalam pengusutan suatu kasus akan banyak
pihak yang diperiksa, termasuk jenderal Polri. Meminta klarifikasi,
tambah Hendardi, bukan berarti karena Komjen Iriawan terlibat.
"(Suatu peristiwa) ada saksi-saksi di situ, kan saksinya kami periksa
juga. Mengapa kami keluar kota kami periksa, saksinya betul pembicaraan
ini saja atau ada pembicaraan lain dan sebagainya. Jadi jangan dipandang
sebagai negatif bahwa jenderal ini pasti yang menjadi tersangka," katanya.
***Simak Video "Menanti Titik Terang Kasus Novel Baswedan"***
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com