Selasa 06 Agustus 2019, 05:12 WIB
Franz Magnis: Razia Buku Marxisme di Makassar Tanda Kebodohan Besar
Danu Damarjati - detikNews
Franz Magnis: Razia Buku Marxisme di Makassar Tanda Kebodohan BesarRomo
Franz Magnis-Suseno (Ari Saputra/detikcom)
*Jakarta*- Dari sejumlah buku kiri yangdirazia
<https://www.detik.com/tag/razia-buku-pki/?tag_from=tag_detail&_ga=2.52674913.87453856.1565006725-1607411116.1565006725>oleh
Brigade Muslim Indonesia (BMI) di Makassar, ada buku-bukuRomo Franz
Magnis-Suseno <https://www.detik.com/tag/romo-magnis>yang ikut kena
razia. Franz Magnis tak acuh dengan peristiwa itu karena itu bukan hal
baru baginya.
"Jadi itu bagi saya adalah tanda kebodohan besar, kebodohan yang tidak
ada batasnya," kata Magnis kepada detikcom, Selasa (6/8/2019).
*Baca juga:*Geger Razia (Tanpa Menyita) Buku Marxisme
<https://news.detik.com/read/2019/08/05/193810/4653559/10/geger-razia--tanpa-menyita--buku-marxisme>
Dia menyatakan bukunya bukanlah berisi anjuran agar pembaca menganut
Marxisme, Marxisme-Leninisme (Komunisme). Justru bukunya itu merupakan
kritik terhadap paham itu. Magnis justru mempersilakan semua pihak
membacanya supaya tahu isi buku tersebut.
"Silakan dibaca saja," kata Magnis.
BMI yang melakukan razia itu menyebut buku karya Magnis menyebarkan
ajaran Karl Marx setelahmembaca sinopsis
<https://news.detik.com/berita/d-4652544/cuma-baca-sinopsis-bmi-simpulkan-buku-franz-magnis-berbau-marxisme?_ga=2.10668669.87453856.1565006725-1607411116.1565006725>buku.
Mereka tidak membaca isi buku itu terlebih dahulu sebelum menyatakan
karya Magnis itu bermuatan penyebaran ajaran Marxisme atau Komunisme,
soalnya bukunya disegel.
*Baca juga:*Dirazia BMI, Buku Buku Franz Magnis Suseno Justru Kritik
Marxisme
<https://news.detik.com/read/2019/08/05/102918/4652383/10/dirazia-bmi-buku-buku-franz-magnis-suseno-justru-kritik-marxisme>
Buku Magnis yang terkemuka tentang Marxisme dan ideologi kiri adalah
'Pemikiran Karl Marx: dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan
Revisionisme', 'Dalam Bayang-bayang Lenin: Enam Pemikiran Marxisme dari
Lenin sampai Tan Malaka', dan 'Dari Mao ke Marcuse: Percikan Filsafat
Marxis Pasca-Lenin'. Ditegaskan Magnis, buku itu bukan menyebarkan paham
Marxisme, Leninisme, Komunisme, atau Maoisme. Justru Magnis mengkritik
ideologi itu.
"Kritis sekali, sangat kritis," ucap Magnis.
*Baca juga:*BMI Razia Buku Franz Magnis, MK: Langgar UUD 1945 dan KUHAP
<https://news.detik.com/read/2019/08/05/112846/4652490/10/bmi-razia-buku-franz-magnis-mk-langgar-uud-1945-dan-kuhap>
Namun penyabet gelar Doktor lulusan Universitas München dengan tesis
pemikiran Marx muda ini tak peduli. Baginya, peristiwa razia buku kiri
itu bukanlah hal baru. Dia mengaku sudah mengalami hal semacam itu sejak
17 tahun yang lalu, padahal bukunya adalah tinjauan kritis terhadap
ideologi-ideologi kiri tersebut.
"Saya tidak peduli. Buku-buku ini sudah lama di pasar. Yang terjadi di
Makassar itu dilakukan oleh orang-orang bodoh, saya terus terang saja
tidak peduli," kata Magnis.
*Baca juga:*Cara Terbaik Melawan Buku Komunisme
<https://news.detik.com/read/2019/01/07/023151/4373190/10/cara-terbaik-melawan-buku-komunisme>
Kata polisi, razia itu tidak disertai dengan penyitaan buku. Razia itu
hanya berujung pada imbauan agar Gramedia selaku toko buku yang dirazia
tidak menjual buku-buku tentang ideologi kiri tersebut. Gramedia-pun
setuju dan akhirnya menyimpan buku-buku itu ke gudang. Magnis memaklumi
hal ini.
"Orang melihat gambar Lenin mengira itu penyebaran Leninisme, orang
melihat gambar Marx mengira itu penyebaran Marxisme. Saya bisa mengerti
bahwa Gramedia harus memperhatikan orang-orang seperti itu. Kita hidup
di dalam masyarakat di mana memang ada orang-orang bodoh," kata Magnis.
Sampul buku karya Magnis yang kena razia itu memang bergambar wajah Marx
dan Lenin.
*Tonton video 4 Pria Razia Buku di Toko Buku di Makassar:*
Franz Magnis: Razia Buku Marxisme di Makassar Tanda Kebodohan Besar
<https://finance.detik.com/indeksfokus/4867/susahnya-punya-rumah-idaman>
*(dnu/lir)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com