Protes massa direncanakan di Hong Kong setelah aksi damai akhir pekan
Senin, 19 Agustus 2019 09:31 WIB
Protes massa direncanakan di Hong Kong setelah aksi damai akhir pekan
Para guru melakukan protes atas rancangan undang-undang ekstradisi dalam
reli yang diadakan oleh Serikat Guru Profesional Hong Kong di Hong Kong,
China, Sabtu (17/8/2019). (REUTERS/KIM HONG-JI)
Hong Kong (ANTARA) - Kota Hong Kong bersiap menghadapi protes lagi pekan
ini, setelah ratusan demonstran anti-pemerintah menghadapi hujan lebat
untuk berpawai secara damai pada Ahad (18/8), sehingga menandai
perubahan atas aksi yang seringkali menjadi bentrokan rusuh.
Aksi Ahad oleh sebanyak 1,7 juta orang, menurut penyelenggara pertemuan
terbuka, memperlihatkan bahwa gerakan tersebut masih mendapat dukungan
luas kendati suasana kacau pekan lalu, ketika pemrotes menduduki bandar
udara kota itu, yang dikuasai China. Untuk itu, sebagian pegiat meminta
maaf.
Protes tersebut dimulai lebih dari 11 pekan lalu, untuk menentang
rancangan undang-undang ekstradisi, yang sekarang dibekukan, yang
mestinya mengizinkan tersangka pelanggar peraturan untuk diekstradisi ke
China Daratan guna diadili di pengadilan yang dikuasai Partai Komunis
dan protes tersebut telah berkembang menjadi seruan bagi demokrasi yang
lebih luas.
Demonstrasi lain direncanakan dalam beberapa pekan mendatang, termasuk
pemogokan lain di beberapa distrik di bekas koloni Inggris tersebut,
kata Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.
Polisi pada Senin mengatakan bahwa meskipun kebanyakan demonstrasi itu
berjalan damai, tindakan "pelanggaran kedamaian masyarakat" terjadi
sesudahnya, dan beberapa pemrotes melempar benda keras ke kantor
pemerintah dan mengarahkan sinar laser ke petugas polisi.
Pemrotes telah merembes ke Victoria Park, yang dirancang sebagai daerah
pertemuan terbuka pada Ahad, dan meluas ke jalan raya utama menuju pusat
keungan di kota itu. Pemrotes meneriakkan seruan agar pemimpin kota
tersebut, yang didukung Beijing, Carrie Lam, agar mundur.
Demonstran saat malam turun mendesak satu sama lain agar pulang, dan
menjauhkan diri dari kondisi sebelumnya --bentrokan dengan polisi, yang
telah menodai demonstrasi belum lama ini.
Di dalam satu pernyataan pada Ahad malam, pemerintah menyatakan yang
penting ialah memulihkan ketenangan sosial sesegera mungkin dan
pemerintah akan memulai dialog tulus dengan masyarakat serta "membangun
kembali keharmonisan sosial ketika semuanya telah tengan".
Sumber: Reuters
*Baca juga:China kepada Kanada: Berhenti campuri urusan Hong Kong
<https://www.antaranews.com/berita/1018930/china-kepada-kanada-berhenti-campuri-urusan-hong-kong>
Baca juga:EU desak "dialog semua pihak" mengenai krisis Hong Kong
<https://www.antaranews.com/berita/1018024/eu-desak-dialog-semua-pihak-mengenai-krisis-hong-kong>
Baca juga:CEO Cathay Pacific Airways Rupert Hogg mengundurkan diri
<https://www.antaranews.com/berita/1015266/ceo-cathay-pacific-airways-rupert-hogg-mengundurkan-diri>*
Presiden Ingatkan WNI di Hong Kong Amalkan Pancasila
Play Video
Play
Unmute
Current Time 0:00
/
Duration 1:58
Loaded:0%
Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria D Andriana
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com