Menekan Tiongkok Dengan Main “Kartu Penjualan Senjata” Akan Gagal

http://indonesian.cri.cn/20190823/d03f4ca4-a075-5d5b-d6b3-b826f54d23dc.html
2019-08-23 10:34:36

Departemen Pertahanan AS hari Rabu (21/8) secara resmi memberitahukan kepada Kongres bahwa pihak AS berencana menjual 66 pesawat tempur F-16 dan perlengkapannya senilai US$ 8 miliar kepada Taiwan, sementara menyediakan dukungan. Langkah tersebut dengan serius melanggar hukum internasional dan patokan pokok hubungan internasional, dengan serius melanggar prinsip Satu Tiongkok dan penetapan tiga komunike bersama antara Tiongkok dan AS, dengan serius mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok, merugikan kedaulatan dan kepentingan keamanan Tiongkok, pihak Tiongkok menentang keras dan akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk memelihara kepentingan pribadi, termasuk menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan AS yang terlibat dalam penjualan senjata tersebut.

Sejak pemerintah AS sekarang berkuasa, berulang kali menekan dan mengekang Tiongkok dengan memainkan “kartu penjualan senjata”. Belakangan ini, Kongres AS meluluskan “rancangan undang-undang otoritas tahun fiskal 2020”, terus menyatakan akan mendukung penjualan senjata kepada Taiwan. Pihak AS secara berlipat ganda menjual pesawat tempur F-16 dan perlengkapannya kepada Taiwan menyusul pengumuman penjualan perlengkapan senjata senilai US$ 2,22 miliar kepada Taiwan pada bulan Juli, penjualan pesawat tempur tersebut sudah menjadi kasus penjualan senjata ketiga sejak tahun ini, ternyata hal itu mengakibatkan dampak serius bagi hubungan kedua negara serta situasi lintas Selat Taiwan.

Maksud pihak AS yang memainkan “kartu Taiwan” sudah sangat jelas. Di bawah latar belakang perang dagang mengalami balasan tegas dari pihak Tiongkok, menghebatnya tekanan politik dan ekonomi domestik AS, sejumlah orang AS terburu memainkan “kartu Taiwan”, mendesak kompromi pihak Tiongkok. Sementara itu, mereka juga bersedia sekali lagi merampas uang darah rakyat Taiwan, guna memenuhi permintaan kepentingan kelompok pedagang senjata AS serta permintaan politik sendiri, memberi dukungan kepada pihak penguasa Tsai Ing-wen.

Kini, para warga Taiwan sudah mengenal bahwa penjualan senjata AS kepada Taiwan tak mungkin mengubah keseimbangan kekuatan militer lintas Selat Taiwan, sebaliknya akan membawa risiko yang semakin besar kepada Taiwan. Pertumbuhan ekonomi di dalam Pulau Taiwan tahun ini diperkirakan akan menurun sampai 2,08%, dalam keadaan tersebut, sejumlah orang AS melontarkan daftar pesan penjualan senjata senilai US$ 8 miliar, sehingga merugikan kepentingan segenap saudara setanah air Taiwan, dengan serius mengancam perdamaian dan stabilitas lintas Selat Taiwan. Justru karena itulah, opini umum Taiwan menyatakan kekhawatiran atas penjualan senjata tersebut, sementara memperingatkan pihak AS dan pihak penguasa Taiwan jangan menilai rendah tekad Daratan Tiongkok untuk melakukan pembalasan.



 Tiongkok Terpaksa Membalas Apabila AS Terapkan Tarif Masuk Baru

http://indonesian.cri.cn/20190823/e2a21e3c-37eb-4a23-ead7-699955888c20.html
2019-08-23 10:35:22

Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Gao Feng dalam keterangan pers kemarin (22/8) di Beijing menyatakan, pihak Tiongkok terpaksa mengambil langkah balasan, dengan tegas membela kepentingan negara dan rakyat, apabila pihak AS menerapkan tarif masuk yang baru.

Sebelumnya, pihak AS secara resmi mengumumkan akan mengenakan tarif masuk setinggi 10% terhadap komoditas impor dari Tiongkok senilai US$ 300 miliar.

Gao Feng mengatakan, pendirian pihak Tiongkok adalah tegas. “Tak ada pemenang dalam perang dagang, Tiongkok tidak ingin berperang, tidak takut berperang dan terpaksa berperang kalau perlu. ”

Juru bicara tersebut mengatakan, walau pihak AS akan menunda pengenaan tarif masuk sebagai komoditas, namun langkah tarif masuk apapun yang diambil oleh pihak AS akan secara unilateral mengakibatkan eskalasi pertikaian perdagangan, dengan serius melanggar kesepahaman yang dicapai oleh kepala kedua negara dalam pertemuan di Osaka, pihak Tiongkok menyatakan tentangan tegas. Langkah baru pengenaan tarif masuk merugikan kepentingan pihak Tiongkok dan juga merugikan kepentingan AS pribadi, dan juga mungkin membawa dampak kelesuan bagi perekonomian global. Pihak Tiongkok mengharapkan pihak AS untuk menghentikan perbuatannya yang salah, berjalan hadap berhadapan, menemukan solusi di atas dasar kesetaraan dan saling menghormati.

Juru bicara tersebut mengatakan pula, langkah yang diambil oleh pihak AS akan menimbulkan tantangan tertentu bagi ekspor dan ekonomi Tiongkok, tapi ditinjau dari keseluruhan, dampak tersebut dapat dikontrol sepenuhnya.




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke