Intinya, pembangunan di era Jokowi tidak banyak manfaatnya buat Rakyat. Omongan
dan tindakannya pun sering tabraksn sendiri. Mulai dari jaman hukuman mati
narkoba sampai demo Papua ini, minta warga Papua memaafkan tapi kirim pasukan
tambahan dan membatasi akses internet di sana.
--- ilmesengero@... wrote:
Memang bisa dipakai pesawat terbang atau helicopter untuk mendrop pasukan,
tetapi hal ini tergantung dari situasi lapangan, yaitu kalau dataran seperti
penyerangan TNI di Dili tahun 1975. Dua bulan lebih sebuah helicopter type MI
milik TNI hilang, agaknya hingga kini belum ditemukan.
Pada tahun 1960-an Indonesia pernah menerjunkan Pasukan Gerak Cepat (PGT) di
Papua untuk melakukan gerila, mereka semua ditangkap oleh tentara Belanda,
karena banyak tersangkut dipohon yang tinggi.
Mengangkut pasukan dengan pesawat terbang sangat terbatas, sebab untuk supply
peralatan berat dan bahan bakar dsb mesti dilakukan melalui darat, sebagai
contoh ialah keadaan perang di Afghanistan, hingga kini untuk mensupply
kebutuhan militer USA dan sekutu disana harus diangkut melalui jalan darat dari
Pakistan.
On Fri, Aug 23, 2019 at 9:18 AM ajeg wrote:
Jaman sekarang pengiriman pasukan bisa lewat udara. Bukan hal aneh lagi.
Makanya Jokowi banyak membangun bandara "internasional" yang juga bisa didarati
pesawat angkut militer. Sudah terbukti bandara-bandara itu tidak ada manfaatnya
buat Rakyat, bahkan untuk penduduk di sekitar bsndara.
--- ilmesengero@... wrote:
Jalan yang dibangun itu terutama untuk kebutuhan militer. Kita lihat sejarah
jalan dari Anyer ke Panarukan yang dibangun oleh Dandeals. Kemudian jalan yang
dibangun di Birma pada perang dunia II, dengan tenaga kerja tawanan perang dan
romusha dari Indonesia. Jalan-jalan ini terutama untuk cepat bisa transport
pasukan.
On Fri, Aug 23, 2019 at 5:26 AM ajeg wrote:
Secara nasional mestinya bisa dihitung, dalam 5 tahun terakhir siapa yang
dapatkan manfaat kepresidenan Jokowi, Rakyat atau siapa.
Gubernur Lukas Enembe: Orang Papua tak Pernah Lewat Jalan yang Dibangun
Kamis, 22 Agustus 2019 14:08 WIB
TRIBUNNEWS.COM - Pascaterjadinya kerusuhan selama dua hari, Gubernur Papua
Lukas Enembe memberikan keterangan perihal Papua.
Diketahui, kerusuhan di sejumlah tempat di Papua terjadi, yakni di Manokwari
Senin (21/9/8/2019) dan Fakfak, Rabu (21/8/2019).
Hal ini dipicu adanya penangkapan terhadap 43 mahasiswa Papua di Surabaya,
dengan tudingan merusak bendera Indonesia, Sabtu (17/8/2019).
Lukas menyampaikan berbagai hal tentang Papua itu saat hadir sebagai narasumber
dalam program MataNajwa, Rabu (21/8/2019) malam.
Gubernur Papua, Lukas Enembe memberi tanggapan soal pembangunan jalan trans
Papua yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.
Awalnya, Lenis Kogoya, Stafsus Presiden Kelompok Kerja Papua mengatakan Jokowi
sudah mencoba memberikan yang terbaik kepada Papua, salah satunya melalui
pembangunan, seperti jalan Trans Papua.
Jalan Trans-Papua adalah jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Papua Barat
dan Provinsi Papua, membentang dari Kota Sorong di Provinsi Papua Barat hingga
Merauke di Provinsi Papua dengan total panjang mencapai 4.330,07 kilometer.
Pernyataan Lenis Kogoya pun ditanggapi positif oleh Najwa Shihab.
Menurut Najwa Shihab, Trans-Papua ini sebagai bagian dari kesuksesan Jokowi di
era kepemimpinannya selama 5 tahun ini.
"Pendekatan ekonomi, infrastruktur yang dilihat nyata di era pemerintahan
Jokowi 5 tahun terakhir, itu saja belum cukup menjawab tantangan yang dihadapi
Papua?" tanya Najwa Shihab.
Pertanyaan Najwa Shihab justru malah dikritisi oleh Sekjen Federasi Kontras
Andy Junaedi.
Menurutnya jalan Trans Papua ini bermasalah.
"Justru saya melihat itu yang bermasalah. Coba tanya pada orang Papua, apakah
mereka butuh jalan Trans Papua?" tanya Andy Junaedi..
Ketika ditanya seperti itu, Najwa Shihab terdiam.
Gubernur Papua Lukas Enembe yang juga hadir jadi narasumber pun tak mampu
menjawabnya.
"Coba siapa yang butuh, orang Indonesia-kah atau orang Papua?" tanya Andy
Junaedi lagi.
Pertanyaan tersebut pun kembali tak dijawab oleh Najwa Shihab, Lukas Enembe dan
narasumber lainnya.
"Saya bilang pembangunan itu perlu. Tapi bagaimana proses perencanaan dan
implementasi pembangunan itu dilakukan mengedepankan kemanusiaan," ujar Andy
Junaedi lagi.
"Jakarta belum melihat Papua dengan pendekatan itu. Papua memiliki tingkat
kekerasan yang panjang. Papua punya cerita berbeda dibanding yang lain.. Jika
Papua disamakan dengan maka kita akan terjebak di cerita yang sama," tambahnya.
"Isu separatisme muncul itu bukan tiba-tiba muncul. Coba kita tengok kasus
kejahatan HAM. Berapa yang mandeg. Apa yang dilakukan Jakarta?" tegas Andy
Junaedi.
Kemudian, Andy Junaedi menyebutkan bahwa Papua ini butuh guru, bukan senjata.
#yiv1752118398 -- #yiv1752118398ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1752118398
#yiv1752118398ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1752118398
#yiv1752118398ygrp-mkp #yiv1752118398hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-mkp #yiv1752118398ads
{margin-bottom:10px;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-mkp .yiv1752118398ad
{padding:0 0;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-mkp .yiv1752118398ad p
{margin:0;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-mkp .yiv1752118398ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-sponsor
#yiv1752118398ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1752118398
#yiv1752118398ygrp-sponsor #yiv1752118398ygrp-lc #yiv1752118398hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1752118398
#yiv1752118398ygrp-sponsor #yiv1752118398ygrp-lc .yiv1752118398ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1752118398 #yiv1752118398actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1752118398
#yiv1752118398activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1752118398
#yiv1752118398activity span {font-weight:700;}#yiv1752118398
#yiv1752118398activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv1752118398 #yiv1752118398activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1752118398 #yiv1752118398activity span
span {color:#ff7900;}#yiv1752118398 #yiv1752118398activity span
.yiv1752118398underline {text-decoration:underline;}#yiv1752118398
.yiv1752118398attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv1752118398 .yiv1752118398attach div a
{text-decoration:none;}#yiv1752118398 .yiv1752118398attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1752118398 .yiv1752118398attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1752118398 .yiv1752118398attach label a
{text-decoration:none;}#yiv1752118398 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv1752118398 .yiv1752118398bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1752118398
.yiv1752118398bold a {text-decoration:none;}#yiv1752118398 dd.yiv1752118398last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1752118398 dd.yiv1752118398last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1752118398
dd.yiv1752118398last p span.yiv1752118398yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv1752118398 div.yiv1752118398attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv1752118398 div.yiv1752118398attach-table
{width:400px;}#yiv1752118398 div.yiv1752118398file-title a, #yiv1752118398
div.yiv1752118398file-title a:active, #yiv1752118398
div.yiv1752118398file-title a:hover, #yiv1752118398 div.yiv1752118398file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1752118398 div.yiv1752118398photo-title a,
#yiv1752118398 div.yiv1752118398photo-title a:active, #yiv1752118398
div.yiv1752118398photo-title a:hover, #yiv1752118398
div.yiv1752118398photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1752118398
div#yiv1752118398ygrp-mlmsg #yiv1752118398ygrp-msg p a
span.yiv1752118398yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1752118398
.yiv1752118398green {color:#628c2a;}#yiv1752118398 .yiv1752118398MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv1752118398 o {font-size:0;}#yiv1752118398
#yiv1752118398photos div {float:left;width:72px;}#yiv1752118398
#yiv1752118398photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1752118398
#yiv1752118398photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1752118398
#yiv1752118398reco-category {font-size:77%;}#yiv1752118398
#yiv1752118398reco-desc {font-size:77%;}#yiv1752118398 .yiv1752118398replbq
{margin:4px;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1752118398
#yiv1752118398ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1752118398
#yiv1752118398ygrp-mlmsg select, #yiv1752118398 input, #yiv1752118398 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1752118398
#yiv1752118398ygrp-mlmsg pre, #yiv1752118398 code {font:115%
monospace;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-mlmsg #yiv1752118398logo
{padding-bottom:10px;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-msg
p#yiv1752118398attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1752118398
#yiv1752118398ygrp-reco #yiv1752118398reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-sponsor
#yiv1752118398ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1752118398
#yiv1752118398ygrp-sponsor #yiv1752118398ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1752118398
#yiv1752118398ygrp-sponsor #yiv1752118398ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv1752118398 #yiv1752118398ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1752118398
#yiv1752118398ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv1752118398