https://sp.beritasatu.com/nasional/ruu-keamanan-dan-ketahanan-siber-didominasi-kepentingan-bssn/570941/#



*Rusuh Papua Berlanjut, Pasar di Fakfak Dibakar Massa*

[image: Rusuh Papua Berlanjut, Pasar di Fakfak Dibakar Massa]

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal ( Foto: Beritasatu TV )

Farouk Arnaz / JAS Rabu, 21 Agustus 2019 | 11:13 WIB

*Jakarta, Beritasatu.com* - Rusuh kembali membara di Papua Barat saat
Manokwari dan Sorong sudah mereda. Pasar Fakfak dibakar massa  dalam
rentetan kemarahan warga yang dipicu isu rasial ditambah *hoax* itu.

“Tadi pagi sekitar pukul 11.00 WIT ada pergerakan massa di Fakfak. Ada
pembakaran pasar dan obyek vital tetapi insyaallah bisa dikendalikan
TNI-Polri dan Forpimda. Untuk apa membakar toh merugikan semua pihak,” kata
Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri Rabu (21/8/2019).

Polri, yang tidak dibekali peluru tajam, masih kata Iqbal, masih bersikap
persuasif. Saat ini di Papua Barat sudah ada 12 SSK (sekitar 1.200 orang)
Brimob dari Sulsel, Sultra, Maluku, NTB, dan dari Kaltim yang disebar
disejumlah wilayah.

“Masyarakat, katakanlah, tidak paham benar apa yang terjadi. Secara umum
Papua Barat sudah aman dan kita kendalikan. Sekali lagi kita komunikasi dan
persuasif. Boleh beraksi tetapi jangan merusak,” imbuhnya.

Seperti diberitakan rusuh dipicu saat aparat dan ormas meneriakan sejumlah
kata “kebun binatang” saat mereka menangkap mahasiswa asal bumi Cendrawasih
di Surabaya pada Jumat (16/8/2019).

Mereka ditangkap dengan dugaan perusakan bendera dan penangkapan itu
diwarnai gas air mata. Para mahasiswa mengaku tak tahu menahu atas rusaknya
bendera itu dan memang tak ditemukan bukti yang menyatakan mahasiswa
merusak bendera.

Akhirnya mereka dilepaskan pada 17 Agustus tengah malam. Namun hinaan itu
telah memicu protes masyarakat Papua.

Sumber: BeritaSatu.com

Kirim email ke