Senin 26 Agustus 2019, 10:18 WIB
Khofifah Bicara Pesan Bung Karno di Depan Organisasi Kemahasiswaan
Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Share*0*
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4680782/khofifah-bicara-pesan-bung-karno-di-depan-organisasi-kemahasiswaan#>Tweet
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4680782/khofifah-bicara-pesan-bung-karno-di-depan-organisasi-kemahasiswaan#>Share*0*
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4680782/khofifah-bicara-pesan-bung-karno-di-depan-organisasi-kemahasiswaan#>0
komentar
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4680782/khofifah-bicara-pesan-bung-karno-di-depan-organisasi-kemahasiswaan#>
Khofifah Bicara Pesan Bung Karno di Depan Organisasi
KemahasiswaanGubernur Khofifah (kanan)/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
*Surabaya*-Gubernur Khofifah Indar Parawansa
<https://www.detik.com/tag/gubernur-khofifah>mendorong organisasi
kepemudaan dan kemahasiswaan untuk melakukan diversifikasi profesi.
Menurutnya, ini penting dilakukan karena banyak perusahaan e-commerce
dan start up Indonesia yang kesulitan mencari staf dengan spesifikasi
tertentu, seperti coding.
Padahal, di luar sana masih banyak masyarakat yang tidak memiliki
pekerjaan. Menurut Khofifah, saat ini telah terjadi perubahan tren
ekonomi global. Hal ini ditandai dengan munculnya gig economy, gig
worker, online gig economy dan sharing economy.
"Ini artinya ada missmatch atau ketidaksesuaian antara apa yang
dibutuhkan perusahaan dengan skill para lulusan. Di sinilah pentingnya
penajaman fokus berseiring dengan diversifikasi profesi," kata Khofifah
saat memberikan kuliah umum Advance Training Latihan Kader III Badan
Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur 2019 di
Islamic Center Surabaya, Minggu (25/8/2019) malam.
Khofifah mencontohkan beberapa perusahaan e-commerce dan start up
Indonesia yang sudah unicorn dan decacorn masih kesulitan mencari staf
dari dalam negeri.
*Baca juga:*Duka Cita Gubernur Khofifah untuk Korban KM Santika
Nusantara
<https://news.detik.com/read/2019/08/24/222717/4679625/475/duka-cita-gubernur-khofifah-untuk-korban-km-santika-nusantara>
"Secara kontinyu kita harus melakukan pemetaan atas perubahan geo
strategis ekonomi, teknologi maupun budaya. Baik nasional maupun global.
Hari ini eranya gig economy, kecenderungan millenial tertarik pada gig
worker, lingkungan strategis kita harus segera merespons dengan eko
sistem yang dapat menjawab kebutuhan tersebut," terangnya.
"Hari ini untuk melahirkan sturt up masuk kelas unicorn apalagi decacorn
kita butuh spesifikasi ahli yang cukup banyak misalnya untuk coding.
Kita harus segera sinergi dengan perguruan tinggi spesifikasi seperti
ini bisa disupport dari jurusan apa atau memiliki kualifikasi seperti
apa sehingga antara kebutuhan kerja dan para lulusannya matching," imbuhnya..
Khofifah <https://www.detik.com/tag/gubernur-khofifah>pun mengajak semua
pihak termasuk HMI untuk ikut melakukan diversifikasi profesi dengan
menyiapkan kader berketrampilan khusus. Hal ini bisa dilakukan melalui
sinergitas dengan berbagai elemen termasuk pemerintah.
Selain itu, Khofifah menilai tantangan industri dan ekonomi dunia saat
ini mendorong semua pihak harus melakukan banyak inovasi dan percepatan
antisipasi. Agar tetap unggul diterpa daya saing yang cukup ketat.
*Baca juga:*Gubernur Khofifah Kunjungi Kawasan Industri di Gresik, Ini
Tujuannya
<https://news.detik.com/read/2019/08/22/171702/4676891/475/gubernur-khofifah-kunjungi-kawasan-industri-di-gresik-ini-tujuannya>
Di kesempatan yang sama, Khofifah juga sempat menyinggung pesan Bung
Karno. Mantan Menteri Sosial ini mengatakan ada tiga hal yang harus
disiapkan oleh sebuah bangsa yang sedang membangun. Yaitu human skill
investment, material investment dan mental investment.
Menurut Khofifah, saat ini bangsa Indonesia masih harus bekerja keras
untuk melakukan ketiganya. Misalnya tentang material investment, terkait
berbagai pemenuhan kebutuhan percepatan pembangunan infrastruktur.
Sedangkan Human skill investment terkait penyiapan ketrampilan manusia
Indonesia. Sementara Mental investment terkait karakter manusia
Indonesia yang punya kekuatan untuk mewujudkan kedaulatan di bidang
politik, kemandirian di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya.
"Latihan kader sekelas advance training ini akan dapat melahirkan
pemimpin dengan kualifikasi integritas moral dan karakter bangsa yang
kuat (mental investment) . Nanti hasilnya akan terlihat saat mereka
menjadi pemimpin dan saat melakukan proses pengambilan keputusan
strategis nasional-global yang berdampak pada harkat dan martabat
bangsa. Inilah bagian dari mental investment yakni penyiapan mental dan
karakter pemimpin bangsa ke depan," pungkasnya.
*Tonton video Staf Khusus Presiden Untuk Papua Bertemu Khofifah dan Risma:*
*(sun/fat)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com