*Selama ini corong berita pemerintah selalu memuat berita baik-baik tentang
kebicakan pihak berkuasa, sebab jika tidak demikian, maka akan rusak pihak
berkuasa dan konco bin sahabatnya, kasarnya harus pandai manipulasi
pendapat umum untuk kepentingan pemerintah. Awas gerakan supersive anti
harga mati! hehehehe*


*https://www.eramuslim.com/berita/nasional/soal-karhutla-dpr-tvri-dan-rri-jangan-cuma-jadi-corong-pemerintah-yang-baik-baik.htm*
<https://www.eramuslim.com/berita/nasional/soal-karhutla-dpr-tvri-dan-rri-jangan-cuma-jadi-corong-pemerintah-yang-baik-baik.htm>

Selasa, 16 Muharram 1441 H / 17 September 2019
*Soal Karhutla, DPR: TVRI dan RRI Jangan Cuma Jadi Corong Pemerintah yang
Baik-Baik*



Eramuslim.com – Anggota DPR Komisi I, Sukamta, menyampaikan kritiknya
terhadap TVRI dan RRI dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Senin
(16/09). Dia menegur dua “media pelat merah” itu terkait pemberitaan
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di
Tanah Air.

“Saya harap TVRI dan RRI expose (menyampaikan) itu. Jadi bukan hanya jadi
corong pemerintah yang baik-baik, tapi juga corong bangsa. Supaya
masyarakat dapat memunculkan sense of urgency-nya,” kata dia di Jakarta,
Senin (16/9).


Menurut Sukamta, media nasional harus menyajikan berita yang berbeda dari
media lain. Media nasional harus melihat dari perspektif yang berbeda
tentang karhutla. Sukamta menuturkan, TVRI dan RRI dapat menampilkan citra
karhutla dari sisi musnahnya flora dan fauna yang merupakan bagian dari
keragaman kekayaan nasional Indonesia.



Expose itu semua. Nanti kalau masa-masa damai, expose juga kekayaan
Indonesia yang lain. Seperti bagaimana keindahan Papua, Maluku, Sulawesi,
itu ditampilkan. Saya berharap media nasional ini menguatkan konten tentang
keindonesiaan dari sisi itu,” tuturnya.

Kirim email ke