Ini pendemo-pendemo yang menunjukkan diri bukan pejuang baik, TIDAK
BERHASIL melihat jejak-langkah perjuangan bangsa, ... apa yang
diperjuangkan dan bagaimana memenangkan perjuangan!
Turun kejalan lakukan demo kekerasan, tanpa perhitungkan
sebaik-baiknya kekuatan diri sendiri dan kekuatan lawan! Bisa dan
mampu tidak menghadapi polisi yg bertugas mempertahankan ketertiban
dan keamanan masyarakat! Berani-beraninya dengan lantang menuntut
Jokowi TURUN SEKARANG JUGA, ...!
Setelah jatuh korbanjiwa minta Pemerintah responsif? Padahal RUU-KUHP
sudah ditunda oleh Jokowi 5 hari sebelum mereka turun kejalan, ...
Jokowi ajak pertemuan juga tidak mau, ... lalu maunya apa, apa yg jadi
tuntutan sesungguhnya?
Demo Makan Korban, Mahasiswa Minta Pemerintah Responsif
CNN Indonesia | Minggu, 29/09/2019 05:34 WIB
Bagikan :
Demo Makan Korban, Mahasiswa Minta Pemerintah ResponsifDemo mahasiswa di
depan DPR, Sabtu (28/9). (CNN Indonesiaa/ Michael Josua)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kalangan *mahasiswa
<https://www.cnnindonesia.com/tag/mahasiswa>*meminta*pemerintah<https://www.cnnindonesia.com/tag/pemerintah>*lebih
responsif terhadap tuntutan dalam aksi demo penolakan pengesahan*RKUHP
<https://www.cnnindonesia.com/tag/rkuhp>* dan sejumlah RUU bermasalah
yang berlangsung beberapa hari lalu. Pasalnya, aksi tersebut telah
menelan korban dari kalangan mahasiswa.
Perwakilan BEM Jakarta Andi Prayoga mengatakan massa yang bergerak tak
lagi terpusat di Jakarta. Artinya, kondisi tersebut mencerminkan
kekhawatiran dari masyarakat Indonesia.
"Pemerintah, dengan adanya korban ini, melihat bahwa mahasiswa sudah
berjuang. Jadi, harus ditampung oleh pemerintah dan ditindaklanjuti
jangan justru abai," katanya, Sabtu (28/9).
Ia mengaku menyesalkan sikap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang tidak
menemui massa saat terjadi aksi demonstrasi pada Selasa (24/9).
Lihat juga:
Riuh Aksi Mujahid 212 Salah Spanduk TAP MPR
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190928121530-20-434936/riuh-aksi-mujahid-212-salah-spanduk-tap-mpr/>
Ketua DPR Bambang Soesatyo sendiri telah berusaha menemui mahasiswa di
pintu gerbang Gedung DPR yang menjadi titik demonstrasi. Namun, pria
yang akrab disapa Bamsoet itu gagal menemui massa lantaran aksi demo
berlangsung ricuh.
Menurut Andi, kericuhan tersebut terjadi lantaran wakil rakyat tak
memenuhi janjinya kepada mahasiswa untuk bertemu dengan perwakilan DPR.
Selain itu, ia bilang aparat keamanan mulai menembakkan gas air mata
kepada demonstran sehingga mereka terpecah ke segala arah sehingga
kericuhan tak bisa dihindari.
"Sebetulnya. pemerintah bisa melihat bagaimana Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo ketika ada massa melakukan aksi. Pak Gubernur datang,
bukan lari jadi mahasiwa disambut," ujarnya.
Aksi unjuk rasa yang terjadi pekan ini memakan dua korban mahasiswa dari
Universitas Haluoleo Kendari, Randy (21) dan Muh Yusuf Kardawi (19).
Keduanya tewas dalam aksi demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Di Jakarta sendiri, aksi demo itu mengakibatkan seorang peserta luka
parah yaitu Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia. Ia
mengalami luka berat saat ikut demo mahasiswa di Gedung DPR, Selasa
(24/9) lalu.
*(ulf/sfr)*
--
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com