https://tekno.tempo.co/read/1269062/begini-alasan-nadiem-makarim-menerima-jabatan-mendikbud/full&view=ok
Begini Alasan Nadiem Makarim Menerima
Jabatan Mendikbud
Reporter:
Moh Khory Alfarizi
Editor:
Yudono Yanuar
Rabu, 6 November 2019 16:57 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
<https://statik.tempo.co/data/2019/10/27/id_884282/884282_720.jpg>
Mendikbud Nadiem Makarim
*TEMPO.CO, Jakarta*- Menteri Pendidikan dan KebudayaanNadiem Makarim
<https://www.tempo.co/tag/nadiem-makarim>menceritakan mengapa dan kenapa
dirinya bisa menerima jabatan tersebut. Dia sempat mempertanyakannya
kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi kenapa memilih dirinya.
"Mengapa saya, karena ini lucu saya mempertanyakan kepada Pak Jokowi,
kenapa saya? Yakin? Tapi ada dua hal," ujar Nadiem dalam rapat kerja
Kemdikbud dengan anggota DPR Komisi X di Komplek Senayan, Jakarta, Rabu,
6 November 2019.
"Beliau beberapa kali bertemu selalu memberikan masukan akan seperti apa
perubahan teknologi dan dari sisi kebijakan bagaimana menghadapi
industri 4.0."
Dari semua diskusi yang dilakukan Nadiem dan jokowi, selalu berakar pada
sumber daya manusia (SDM) unggul. Menurut Nadiem, meskipun dirinya
berasal dari bidang teknologi, tapi dia fokus pada SDM, ketika
mendirikan perusahan GoJek yang sudah berkembang sekarang. "Semuanya
manusianya," katanya.
Berawal dari itu, Nadiem menambahkan, timbul ide-ide bahwa semua
permasalahan masa depan bisa ditangani jika SDM mempunyai karakteristik.
Ada /adabtibility, flexibility,/ kemampuan kerja sama tim, dan kemampuan
berkomunikasi.
"Ini kalau kita gabungkan akan menjadi manusia yang bisa menghadapi masa
depan. Saya meyakini perubahan akan semakin cepat. Jadi satu-satunya hal
yang pasti adalah perubahan harus dipercepat," kata Nadiem.
Sehingga, tutur Nadiem, kemampuan belajar dan kemauan itu adalah
kompetensi terpenting dan punya karakter moralitas untuk terus
memperbaikinya. "Berdasar diskusi itulah mungkin Presiden berfikir bahwa
/passion /saya di SDM," kata mantan CEO GoJek itu. Kemudian, di bidang
pekerjaanya, Nadiem juga melakukan inovasi, menciptakan suatu ruangan
bekerja yang sifatnya inovatif.
Nadiem juga menyampaikan pesan Jokowi bahwa pendidikan di Indonesia
memerlukan adanya lompatan. Untuk mencapai lompatan itu, Nadiem berujar,
pasti ada kegagalan, tapi jika diam di tempat itu adalah kegagalan
sebenarnya. "Jadi harus maju," kata dia.
Sedangkan kenapa menerimanya, Nadiem menjelaskan bahwa ketika diberi
amanah oleh presiden dirinya sadar bahwa alasannya adalah memajukan
Indonesia sehingga bisa dikenal di panggung dunia. "Itu alasan saya
mendirikan perusahaan itu (GoJek). Belum 100 persen, tapi sudah sedikit
berhasil untuk dihormati negara lain," ujar Nadiem.
Nadiem sadar dengan mendapatkan amanah itu, maka akan jauh lebih besar
perannya untuk memajukan Indonesia. "Karena apapun masalahnya kalau
pemuda bisa menangani perubahan itu semua, masalah bisa ditangani
sehingga untuk itu harus melalui generasi baru," tutur Nadiem
<https://tekno.tempo.co/read/1266922/jokowi-minta-nadiem-rombak-kurikulum-besar-besaran>.
------------------------------------------------------------------------