Akademisi sebut Surya Paloh terapkan strategi politik "test the water"
Kamis, 14 November 2019 10:30 WIB
Akademisi sebut Surya Paloh terapkan strategi politik "test the water"
Mikhael Rajamuda Bataona. (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira
Kupang Mikhael Raja Muda Bataona mengatakan, Partai NasDem dan Surya
Paloh sedang mempraktikkan strategi politik/test the water/ atau
mengetes psikologi dan reaksi publik tentang siapa yang layak diterima
menjadi calon presiden (capres) 2024.
"Surya Paloh sedang menguji reaksi publik lewat pertemuan dengan Anies
Baswedan, dan puncaknya adalah saat mereka mengundang Anies di acara
pembukaan kongres yang biasanya dihadiri Presiden dan para ketua
partai," kata Mikhael Bataona di Kupang, Kamis.
Dia mengemukakan hal itu terkait nama Anies Baswedan yang tidak
disebutkan dalam Kongres Partai NasDem untuk menjadi calon presiden pada
2024.
*Baca juga:Partai NasDem akan gelar konvensi jaring calon presiden 2024
<https://www.antaranews.com/berita/1157300/partai-nasdem-akan-gelar-konvensi-jaring-calon-presiden-2024>
Baca juga:NasDem buka ruang usung calon eksternal pada Pilpres 2024
<https://www.antaranews.com/berita/1156715/nasdem-buka-ruang-usung-calon-eksternal-pada-pilpres-2024>*
Kongres Partai NasDem telah berakhir, dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh
dicalonkan untuk menjadi Capres 2024, bukan Gubernur DKI Jakarta Anies
Baswedan.
Menurut dia, walaupun Kongres Partai NasDem tidak menyebutkan nama
Anies, tetapi dengan memberi panggung kepada Gubernur DKI itu,
sesungguhnya Surya Paloh dan NasDem sedang mempromosikan Anies yang
masuk dalam daftar mereka untuk 2024.
"Jadi ini murni/test the water/ atau mengetes psikologi dan reaksi
publik. Jika persepsi itu baik, maka mereka akan lanjut dengan hipotesis
ini," katanya.
Tetapi jika di tengah jalan Anies dipersepsikan secara buruk dan tidak
disukai basis konsituen NasDem, maka akan dievaluasi, kata pengajar Ilmu
Komunikasi Politik dan Teori Kritis pada Fakultas Ilmu Sosial Politik
Unwira itu.
"Sehingga, menurut saya, ini hanya sebuah cara NasDem mencari tahu
reaksi apa yang akan diperoleh ketika mereka memberi panggung ke Anies,"
katanya.
Dia menambahkan, NasDem bisa saja mengatakan 'go to hell' atau persetan
dengan persepsi atau pandangan masyarakat yang buruk terhadap Anies.
Tapi harus dipahami bahwa partai politik bernapas dari persepsi publik.
"Jadi saya kira, setelah beberapa bulan ke depan hal ini akan
dievaluasi," kata Bataona yang juga pengajar/investigative news/dan
jurnalisme konflik pada Fisip Unwira Kupang itu.
*Baca juga:DPW NasDem usulkan Surya Paloh maju capres 2024
<https://www.antaranews.com/berita/1155735/dpw-nasdem-usulkan-surya-paloh-maju-capres-2024>
Baca juga:Surya Paloh kembali jadi Ketum NasDem secara aklamasi
<https://www.antaranews.com/berita/1157156/surya-paloh-kembali-jadi-ketum-nasdem-secara-aklamasi>*
Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Eddy K Sinoel