----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Kamis, 21 November 
2019 20.31.30 GMT+1Judul: [nasional-list] TarifListrik Naik, YLKI Ingatkan Daya 
Beli Bakal Merosot
     

 
Jangankhawatir tarif listrik naik, harga bahan utama lain bagi kosumen akan 
juga turut naik sebagai reaksi berantai. Hal ini hendaklah ditanggapidengan 
sikap positf sebab presiden dan konco-koncinya telahmenjanjikan hari depan 
gemilang NKRI berada di horizon, NKRI menjadinegara maju nomor 4 didunia dengan 
pendapatan per capita penduduk Rp27.000.000,-- jadi tidak ada hari ini tanpa 
kemarin dan besok tanpahari ini. hehehehe





https://fokus.tempo.co/read/1274579/tarif-listrik-naik-ylki-ingatkan-daya-beli-bakal-merosot




TarifListrik Naik, YLKI Ingatkan Daya Beli Bakal Merosot
 
Reporter: 
 
 Eko Wahyudi
 
 Editor: 
 
 Dewi Rina Cahyani

Rabu,20 November 2019 17:06 WIB




TEMPO.CO, Jakarta -Rencanapemerintah menaikkan tariflistrik untukpelanggan 
rumah tangga dengan daya 900 VA dikritik Yayasan LembagaKonsumen Indonesia atau 
YLKI. Sekretaris YLKI Agus Sujatno mengatakankenaikan tarif listrik tersebut 
dikhawatirkan akan melemahkan dayabeli masyarakat.

"Sebab selainrencana kenaikan tarif listrik, iuran BPJS Kesehatan juga 
naik,"kata dia ketika dihubungi, Rabu 20 November 2019.

Menurut Agus, jikakenaikan itu dilakukan awal tahun depan maka akan menambah 
bebanmasyarakat. Agus meminta pemerintah mempertimbangkan dengan matangrencana 
ini agar tak membuat daya beli masyarakat kian terpuruk.







Agusmenjelaskan, bahwa pemerintah harus membuat indikator yang jelasterkait 
kenaikan tarif listrik ini. "Apakah semua pengguna iniorang yang mampu, ini 
harus ada indikator yang jelas dan detail, dandilihat secara menyeluruh jangan 
sampai mereka butuh subsidi tapisudah dicabut. Ini harus dilihat secara 
lengkap," katanya.
 
 
 
  
 
 
Ia menyarankan,harus ada klasifikasi lagi terkait pemberian subsidi di kelas 
900 VA.Data tersebut harus terbuka serta bisa dilihat oleh masyarakat.Sehingga, 
untuk warga tak mampu bisa mengajukan subsidi.

Agus jugamengusulkan penerapan sistem kuota subsidi listrik bagi yang 
tidakmampu setiap bulan. Dengan skema tersebut, akan tampak bilapenggunaannya 
melebihi dari jumlah yang ditentukan maka subsidi bisadihentikan.

"Ini juga perludikembangkan seperti itu, perlu diawasi juga ketika diberikan 
subsidimaka penggunannya tidak boleh boros, ini yang sebenarnya 
belumdikembangkan," ujarnya.

Direktur JenderalKetenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 
RidaMulyana menyatakan kenaikan tarif listrikakan diterapkan per 1Januari 2020. 
Kenaikan tarif listrik itu untuk golongan rumah tanggamampu (RTM) dengan daya 
900 VA.

Meskipun tariflistrik untuk golongan tersebut mengalami kenaikan, Rida 
menjaminnilainya tidak terlalu besar. Pasalnya, bila dibagi dengan 
rata-rataharian, besarannya tidak mencapai Rp 1.000 per hari.

Kenaikan yangdiperkirakan sekitar Rp 29.000 per bulan tersebut mengikuti 
biayalistrik yang dibayarkan golongan 1.300 volt ampere (VA). "NaiknyaRp 
29.000. Artinya, enggak Rp 1.000 per hari kan," kata Rida dikantor Kementerian 
ESDM, Senin, 18 November 2019.

Lebih jauh, Ridamenyatakan belum bisa memastikan apakah akan terjadi perubahan 
atautidak mengenai rencana kenaikan tarif listrik tersebut. Hanya saja,hingga 
saat ini keputusan untuk mencabut subsidi RTM 900 VA mulai2020 nanti masih 
berlaku. "Kalau berubah lagi kan ke DPR lagi,"tuturnya.

Pemerintahmenegaskan subsidi untuk 2020 hanya bagi seluruh pelanggan 
rumahtangga daya 450 VA serta rumah tangga miskin dan tidak mampu daya 900VA 
dengan mengacu pada Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin(DTPPFM).

Menteri Energi danSumber Daya Mineral Arifin Tasrif tak menyangkal akan ada 
kenaikantarif listrik pada tahun depan, khususnya untuk rumah tangga 
mampu.."Kalau yang mampu kami kami sesuaikan, mudah-mudahan (tarif)industri 
tetap dijaga stabil," kata dia di Kantor KementerianMaritim dan Investasi, 
Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

Ia mengatakanjajarannya masih membahas soal besar kenaikan tarif listrik 
untukrumah tangga mampu dengan daya 900 VA. Ia tak menyangkal bahwakenaikan itu 
akan berkisar Rp 29.000 per bulan.



    

Kirim email ke