Kapasitas Bandara Internasional Ngurah Rai perlu segera diperluas
Senin, 25 November 2019 10:13 WIB
Kapasitas Bandara Internasional Ngurah Rai perlu segera diperluas
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio
menyampaikan "keynote speech" saat kegiatan Indonesia Tourism Outlook
2020 di Nusa Dua, Bali, Jumat (22/11/2019). Antaranews Bali/Fikri Yusuf
Singapura punya masterplan untuk 90 tahun. Bali harus punya juga, dengan
penekanan yang jelas, bukan parsial
Jakarta (ANTARA) - Kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di
Denpasar, Bali, perlu segera diperluas dalam rangka untuk mengantisipasi
potensi peningkatan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, yang
berkunjung ke Pulau Dewata tersebut.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Gde Sumarjaya Linggih, dalam rilis yang
diterima di Jakarta, Senin, mengingatkan bahwa kapasitas Ngurah Rai saat
ini sudah penuh yaitu hampir mencapai 24,5 juta penumpang per tahunnya.
"Sehingga, mendesak untuk diadakannya penambahan kapasitas Bandara
Ngurah Rai ini menjadi 28 juta dalam tahap pertama dan kemudian menjadi
kapasitas 37 juta penumpang tahap berikutnya," katanya.
*Baca juga:Tim Kemenhub tinjau calon lahan Bandara Buleleng
<https://www.antaranews.com/berita/1047628/tim-kemenhub-tinjau-calon-lahan-bandara-buleleng>*
Untuk itu, ujar dia, Komisi VI DPR RI juga menilai perlunya untuk segera
diambil langkah kebijakan strategis dalam rangka mendorong pengembangan
kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi 37 juta
penumpang per tahunnya.
Meskipun demikian, politisi Partai Golkar itu mengingatkan bahwa target
kapasitas 37 juta itu diperkirakan hanya bertahan sampai lima tahun ke
depan.
Ia juga menyoroti bahwa saat ini masih terjadi adanya perang tarif
antara pihak pengelola hotel yang dapat mengindikasikan sinyal
kewaspadaan bagi pariwisata Bali.
Terkait dengan pariwisata Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Wishnutama Kusubandio mengatakan Bali memerlukan sebuah masterplan atau
rancangan besar untuk keberlanjutan pariwisata ke depan.
"Singapura punya/masterplan/untuk 90 tahun. Bali harus punya juga,
dengan penekanan yang jelas, bukan parsial," kata Wishnutama.
*Baca juga:AP I miliki fasilitas pemeriksaan penumpang canggih di Bali
<https://www.antaranews.com/berita/1043210/ap-i-miliki-fasilitas-pemeriksaan-penumpang-canggih-di-bali>*
Menurut dia, meskipun telah ada rencana pengembangan destinasi bertajuk
"10 Bali Baru" namun tetap saja perlu waktu untuk menjadi seperti Bali.
Kemenparekraf, lanjut dia, sangat mendukung pengembangan pariwisata Bali
termasuk infrastruktur hingga pendidikan guna menguatkan SDM jasa
pariwisata.
"Kami sangat/support/, masih banyak ruang dan kawasan yang bisa
dikembangkan di Bali. Seperti di Bali Utara, masih banyak yang
potensial. Ini jauh lebih mudah dibandingkan merancang destinasi wisata
dari nol di daerah lain," ucapnya.
*Baca juga:Menhub tunda rencana perpanjangan landasan Bandara Ngurah Rai
Bali
<https://www.antaranews.com/berita/977848/menhub-tunda-rencana-perpanjangan-landasan-bandara-ngurah-rai-bali>*
Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto